Media Perancis: Sebelum Tahun Berganti Akan ada Kontrak Mengikat, Indonesia Kemungkinan Beli 12-18 Unit Rafale

Sebelum pergantian tahun, kabarnya akan ada kontrak yang mengingat untuk kelanjutan proses pengadaan jet tempur Dassault Rafale untuk Indonesia. Namun, bukan dalam jumlah 36 unit, melainkan pembelian ada di rentang 12 atau 18 unit (satu skadron). Menjadikan 2021 sebagai tahun yang gemilang bagi Dassault Aviation.
Demikian tajuk dalam surat kabar ekonomi Perancis “La Tribune” seperti dikutip situs avionslegendaires.net (18/12/2021). Masih dari sumber yang sama, disebutkan Indonesia ‘bersikeras’ untuk membeli Rafale keluaran baru, dan bukan pesawat bekas pakai, seperti yang ditawarkan ke Yunani dan Kroasi.
Disebutkan pula, bahwa yang akan diakuisisi Indonesia adalah varian terbaru, Rafale F4 – seperti yang dipesan oleh Uni Emirat Arab. Sementara kabar yang berkembang sebelumnya, Indonesia akan mengincar varian F3R – seperti yang saat ini dioperasikan India. Bila akuisisi Rafale F4 benar, maka Indonesia harus sabar dalam antrian panjang, mengingat pengirian Rafale F4 ke UEA baru akan berlangsung pasca tahun 2024.

Mengingat sisa 2021 tinggal hitungan hari lagi, maka menjadi menarik untuk menguji kebenaran dari kabar yang diungkap media Perancis tersebut. Sumber tak resmi mengatakan, ada kemungkinan pesanan tambahan di tahun berikutnya, sehingga akan melengkapi jumlah 36 unit Rafale untuk Indonesia.
[the_ad id=”12235″]
Sebagai informasi, Rafale F4 sejatinya sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan. Dassault Aviation dalam rilisnya menyebut, bahwa validasi Rafale F4 direncanakan pada tahun 2024, dengan beberapa fungsi (fitur) telah tersedia pada tahun 2022.
Baca juga: Bukan Hanya ke Yunani, Perancis Juga Jual 12 Unit Rafale Bekas ke Kroasia
Dirunut dari variannya, F4 merupakan kasta tertinggi di keluarga Rafale. Varian awal adalah Rafale F1 (khusus untuk pesawat pertama Angkatan Laut Perancis), Rafale F2 (kemampuan udara-ke-darat dan udara-ke-udara), Rafale F3 dan F3R (multirole yang diperluas). Antar varian rupanya bisa di-upgrade ke varian terbaru. Dan perlu dicatat, bahwa kesemua varian Rafale sudah mengadopsi radar active electronically scanned array (AESA) RBE2. (Bayu Pamungkas)



kalok beli selalu sedikit, tapi selalu pengen full fitur
mudah2an sih… kalo emang niat, 2022 F15EX aja dulu yang dateng
Apakah drama Rafale akan berjilid2, spt SU 35?
Keburu Cina dah bangun star destroyer baru dapet ini pesawat
Kalau udah datang tolong berita SU 35 ditiadakan atau disensor. Risih gw dan meresahkan masyarakat.
Jelang pergantian tahun gini stok anggur bordeurax melimpah…..persis spt saat stok Vodka atau keju mozzarela lagi banyak-banyaknya 🥃🧀
Jadi kalo ada kantor berita asing menulis matjam-matjam, ga usah dimasukin kehati….tar nyesek kalo tjuma diprank 🐒
Wartawan La Tribun dan Avionlegendaires itu sedang bercanda jadi jangan terlalu dianggap serius.
Waduh…..lama sekali RI akan mendapat pesanan pesawatnya, karena rencana awal dibeli Rafael adalah untuk patroli di Natuna.
Tetapi kalau 2030 pesawat pertama mendarat di RI mudah²an China belum mengkutak Katik Natuna ya….
Semoga beli 18 biji tahun selanjutnya 18 lagi jadi totalnya bisa 36 biji . Kalau bisa jadi 4 Skuadron jadi total 72 biji..
tinggal 12 hari kalender lagi jelang 2022 ….
Indonesia akan membeli secara bertahap sampai genap 3 skuadron, sembari mempersiapkan SDM dan infrastruktur, pembelian secara bertahap disesuaikan dengan anggaran dan untuk mengantisipasi perubahan teknologi dimasa depan, dengan pembelian rafale maka akan menyederhanakan tipee persenjataan yang kelak akan diakuisisi oleh IFX seperti rudal meteor
Yah nyusut dah. Trus tau2 berakhir dengan 6 aja ……
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👹👹👹
pespur bny pilihan type dn jenisnya….
anggarannya…????
Cepat atau lambat harus memenuhi kebutuhan pertahanan udara indonesia
Di perkirakan pengiriman pertama utk Indonesia di th 2030. Lini produksi di utamakan utk memenuhi kontrak yg lebih awal dr Mesir India UEA yg mencapai total 160 an unit…..
Uji Coba Rudal Hipersonik AS Gagal Ke-3 Kali, Roket Tak Mau Lepas dari Pesawat Pengebom…ada berita bagus nih min
Pergantian tahun tinggal 10 hari lg..yakin akan ada kontrak pembelian tahun ini aja..?
Akhir tahun 2020 Indonesia sudah mau finalisasi kontrak Rafale blok F3R tapi pihak France tidak ingin terburu-buru mengingat mereka ingin metode pembayarannya termasuk aftersales bisa lebih diperinci. Jika France tidak meleset lagi maka harusnya kontrak ditandatangani sebelum tanggal 25.
Ya ditunggu saja kabar baiknya.Amin.
Udah hopeless dgn drama pembelian pespur dimari
Mantap👍 infonya dan mantap pilih Rafale f4👍
lanjutkan 16 unit tahap ke 1 dan thn 2023 16 unit jadi total 36 full, murni untuk kohanudnas
Jadi kemungkinan 12-18 dengan opsi 18-24, tapi total tetap 36? Apakah offset atau ToT berbanding lurus dengan pembelian final?
Paling tidak, kita biasanya mengambil opsi kecuali barang mengecewakan atau ada embargo.
Menunggu antrian…. Untuk itu mungkin bisa lah ke Gripen terlebih dulu 18unit 😄
Tapi saya baru ingat kata Pak Prabowo. Kenapa? Karna kita tidak punya uang.
Mantap F4 😁
Klimaksnya mengecewakan. Dari 48 turun ke 36. Lalu turun lagi ke 6 atau 12 atau 18.
Moga moga terealisasi..walau mungkin thn 2025 pesawat baru mulai dikirim.
Gak masalah kalo harus tunggu lama, sekalian kumpulin duit dulu..😂😂😂😂
Semoga terwujud…
Kalau ngotot pengen kontrak real tahun ini, ya paling cuma dapet segitu. Kalau mau langsung 36 biji, harus sabar nunggu tahun depan.
Kemungkinan kecil jika Indonesia akan masuk DP untuk pembelian Rafale tahun 2021 dikarenakan budged untuk pembelian pespur telah digeser untuk DP pembelian A-400M.
Mungkin ditahun 2022 atau 2023 baru akan terlaksana, itupun tergantung eskalasi politik dunia, utamanya di wilayah LCS dan Natuna.
Untuk kebutuhan pespur akan tarik menarik dengan kebutuhan kaprang.
Memang saat ini matra Udara memiliki banyak pespur udzur, akan tetapi seiringnya kelanjutan dari program KFX/IFX maka matra Udara cepat atau lambat akan memiliki pespur bermesin ganda dengan radar AESA dan dapat dicantelkan rudal yang beragam, maka kemungkinan untuk HANKAM akan lebih mendahulukan project Arrowhead-140 dan FREMM + Maestrale atau kasel.
Hal tersebut lebih memungkinkan karena lebih dikarenakan eskalasi di wilayah LCS yang semakin tidak jelas dan adanya elemen The Quad Nation dan AUKUS.
Saat ini matra laut kita hanya bertumpu kepada Martadinata Class dan Changbogo yang ukuran, teknologi dan jumlah yang jauh dari arti ideal.
Semoga saja Ekonomi kita terkoreksi kearah yang lebih baik secara signifikan.
Tak apa-apa dicicil asalkan terus ditambah setiap waktu apalagi varian yang kita beli ini F4,kita aja beli Sukhoi 27/30 dicicil dan akhirnya pada 2013-2014 sudah genap 16 unit