Kucurkan Dana US$3,5 Miliar, Australia Percepat Pengadaan Dua Jenis Rudal Jelajah

Meski telah membatalkan program pengadaan drone tempur MQ-9B SkyGuardian dari General Atomics Aeronautical Systems, dan kehilangaan US$7,4 juta atas risiko pembatalan tersebut, rupanya Departemen Pertahanan Australia punya alokasi pertahanan lain, dimana pada 5 April 2022, Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton mengumumkan paket akselerasi untuk pengadaan rudal jelajah untuk matra udara dan laut.

Baca juga: Australia Batalkan Pengadaan Drone Tempur MQ-9B SkyGuardian, Padahal Sudah Kucurkan Jutaan Dollar

Dikutip dari siaran pers defence.gov.au (5/4/2022), disebutkan Pemerintah Australia telah menyetujui anggaran senilai US$3,5 miliar untuk percepatan pengadaan alutsista rudal. Program pengadaan rudal besar-besaran ini melibatkan beberapa manufaktur terpilih, sebut saja ada Raytheon Australia and Lockheed Martin Australia yang telah diumumkan sebagai mitra strategis untuk mendukung program Sovereign Guided Weapons dan Explosive Ordnance Enterprise.

Secara keseluruhan, lini pengadaan rudal jelajah yang akan dipercepat Departemen Pertahanan Australia adalah:

1. AGM-158B Joint Air-to-Surface Standoff Missile Extended Range (JASSM-ER) untuk Angkatan Udara Australia
Rudal udara ke permukaan ini diproduksi Lockheed Martin. Rudal ini punya panjang 4,27 meter, lebar bentang sayap 2,4 meter dan bobot mencapai satu ton. Rudal ini ditenagai mesin turbofan Williams International F107-WR-105. jarak jelajah AGM-158B mencapai 925 km.

Meski pihak produsen tak menyebutkan detail kecepatan, disebut rudal ini melesat di koridor subsonic dengan hulu ledak WDU-42/B penetrator seberat 450 kg. Harga AGM-158B JASSM-ER per unitnya ditaksir mencapai US$1,32 juta. JASSM-ER nantinya dipersiapkan AU Australia untuk dilepaskan dari jet tempur F/A-18F Super Hornet dan F-35A Lightning II.

2. Naval Strike Missile (NSM) untuk armada permukaan Angkatan Laut Australia.
Rudal anti kapal buatan Kongsberg ini dipersiapkan AL Australia untuk menggantikan rudal Harpoon yang kini terpasang di frigat ANZAC Class dan kapal perusak Hobart Class. NSM ditenagai solid fuel rocket booster, Microturbo TRI-40 turbojet, yang mampu melesatkan rudal dengan kepatan high subsonic.

Jarak jelajah rudal ini ada di rentang 185 – 250 km, bergantung dari profil sasaran. Seperti halnya rudal anti kapal pada umumnya, NSM melesat pada fase terminal dengan pola sea skimming. Sebagai sistem pemandu, mengandalkan kombinasi Inertial, GPS, terrain-reference navigation, imaging infrared homing dan target database.

Baca juga: Bentuk Pakta AUKUS, Australia Bangun Kekuatan Serangan Jarak Jauh, Ini Rinciannya!

NSM punya bobot 410 kg, panjang 3,95 meter dan dapat membawa hulu ledak seberat 125 kg HE blast fragmentation. NSM rencananya akan mula digunakan AL Australia pada tahun 2024. Dephan Australia menyebut, kombinasi NSM dan rudal jelajah Tomahawk yang pengadaannya telah diumumkan sebelumnya, bakal menjadi perpaduan kemampuan terbaik untuk memenuhi kebutuhan pertahanan Australia. (Gilang Perdana)

5 Comments