Kopasgat TNI AU Operasikan Rantis Serbu P6-ATAV dengan Rudal Hanud QW-3 Twin Launcher

Setelah tampil dalam varian yang dipasangi roket berpemandu laser Thales FZ275 LGR pada Eurosatory 2024 di Paris, rantis serbu P6-ATAV (All Terrain Assault Vehicle) produksi PT SSE (Surya Sentra Ekajaya) kembali menarik perhatian netizen, yakni dengan tampilan varian P6-ATAV milik Kopasgat (Komando Pasukan Gerak Cepat) TNI AU yang dipasangi dudukan rudal hanud MANPADS pemburu panas QW-3 twin launcher.

Baca juga: Tampil di Eurosatory 2024, Rantis Serbu P6-ATAV V3 Dipasangi Roket Berpemandu Laser Thales FZ275 LGR

Ditempatkannya dudukan QW-3 twin launcher di atas kendaraan, sepintas memperlihatkan konsep P6-ATAV Kogasgat mirip dengan Pindad Komodo 4×4 Missile Launcher yang mengusung rudal Mistral dengan peuncur Atlas (twin launcher). Hanya saja, Komodo 4×4 berbalut rantis lapis baja, sementara P6-ATAV dengan QW-3 twin launcher adalah rantis serbu yang ‘terbuka.’

Berbeda dengan P6-ATAV V3, P6-ATAV dengan QW-3 twin launcher nampak tidak dilengkapi perlingan balistik pada sisi samping dan depan, bahkan rantis ini tampil tanpa pintu ala rantis serbu, atau bergaya laksana P6-ATAV generasi pertama yang digunakan Kopassus TNI AD.

Mistral Atlas dengan kendaraan pengusung Komodo 4×4. 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kopasgat (@kopasgat_tniau)

Pada bagian belakang kendaraan, di area atas mesin ditempatkan semacam boks untuk penempatan (penyimpanan) kontainer rudal. Dikutip dari Instagram Kopasgat (27/6/2024), Komandan Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 471 Kopasgat Letkol Pas Gusti Bagus M.E.S. memimpin langsung pengecekan dan uji coba kendaraan baru tipe P6 ATAV di Selter ATAV Denhanud 471 Kopasgat

Sebelum kendaraan baru tipe P6 ATAV digunakan oleh prajurit Denhanud 471 Kopasgat. Komandan Denhanud 471 Kopasgat Letkol Pas Gusti Bagus, melakukan lakukan serangkaian pengecekan dan uji coba yang ketat untuk memastikan kendaraan tersebut siap operasional. Langkah pertama adalah pemeriksaan fisik secara menyeluruh terhadap seluruh komponen kendaraan, termasuk mesin, sistem kelistrikan, dan perlengkapan keselamatan seperti rem, lampu, dan sabuk pengaman. Setiap bagian diperiksa dengan teliti untuk memastikan tidak ada kerusakan atau keausan yang dapat mengganggu performa kendaraan.

Close up QW-3 twin launcher.

Selanjutnya, uji coba dinamis dilakukan untuk menguji kinerja kendaraan dalam kondisi nyata. Prajurit Denhanud 471 Kopasgat akan mengemudikan kendaraan ini dalam berbagai kondisi jalan dan medan untuk memastikan responsivitasnya, kestabilan saat berbelok atau berakselerasi, serta kelincahan di dalam area tertentu seperti area terbuka dan terjal. Hal ini bertujuan untuk memastikan kendaraan dapat beroperasi dengan optimal dalam lingkungan tugas yang beragam.

Sebelum rantis dikirimkan untuk operasional di lapangan, prajurit yang bertugas juga dilatih tentang operasi dasar dan pemeliharaan rutin kendaraan tersebut. Pelatihan ini mencakup penggunaan sistem kontrol, teknik pengemudian yang efisien, serta langkah-langkah perawatan sederhana yang dapat dilakukan oleh pengguna dalam kondisi lapangan. Dengan demikian, Denhanud 471 Kopasgat memastikan bahwa setiap kendaraan baru yang diadopsi tidak hanya siap digunakan, tetapi juga dioperasikan dengan aman dan efisien oleh personelnya.

Melihat dari Dekat Platform QW-3 Twin Launcher, Rudal Denhanud Paskhas TNI AU

Seperti halnya konsep pada Komodo 4×4 Missile Launcher, maka P6-ATAV dengan QW-3 twin launcher tidak dapat dioperasikan dalam kondisi kendaraan sedang bergerak.

QW-3 twin launcher punya beberapa keunggulan dibanding model panggul, pasalnya posisi penembakan lebih stabil, gunner pun dalam posisi duduk manis, sehingga bisa membidik sasaran lebih fokus dan tenang.

Tampilan rudal QW-3 dan tabung peluncur.

Rudal QW-3 diproduksi China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC). Bagi personel Denhanud Kopasgat, performa QW-3 cukup memuaskan dalam beberapa kali uji coba penembakkan, rudal yang mampu melesat 750 meter per detik ini memang tak pernah gagal dalam menghajar sasaran berupa target drone. Dari spesifikasi, QW-3 punya jarak tembak efektif di rentang 800 – 8.000 meter. Dengan pemandu laser semi aktif, QW-3 dapat menguber sasaran sampai ketinggian 5.000 meter.

Proses reload (isi ulang), satu tabung peluncur memang bisa dipakai lebih dari satu kali penggunaan, tapi maksimum hanya bisa sampai tiga kali penggunaan, termasuk penggunaan dalam latihan akan mengurangi masa pakai tabung peluncur.

Dalam gelar operasinya, satuan tembak (Satbak) QW-3 akan sangat bergantung pada koordinasi dari radar Smart Hunter. Pasalnya Smart Hunter yang akan menginformasikan data IFF (Identification Friend or Foe), dan perintah Satbak QW-3 mana yang harus merespon datangnya sasaran di suatu area pertahanan. (Gilang Perdana)

TH-5711 Smart Hunter: Radar Pemandu Rudal Paskhas TNI AU

5 Comments