Kontrak Perdana di Timur Tengah: MBDA Amankan Penjualan Sistem Anti Drone Sky Warden

Konsorsium rudal Eropa, MBDA, telah mengumumkan kontrak ekspor perdananya untuk sistem pertahanan udara anti-drone (Counter-UAS/C-UAS) Sky Warden. Kontrak tersebut, yang diumumkan di sela-sela Dubai Airshow 2025, ditujukan untuk negara mitra di Timur Tengah yang identitasnya dirahasiakan.
Kontrak ini menandai keberhasilan MBDA dalam pasar C-UAS global yang sangat kompetitif, didorong oleh kebutuhan mendesak untuk melindungi aset strategis dari ancaman loitering munition dan drone kecil.
Sky Warden dirancang sebagai solusi pertahanan berlapis (layered defense) yang secara khusus mengatasi tantangan dari ancaman Low, Slow, Small (LSS) yang bergerak rendah, lambat, dan berukuran kecil. Sistem ini tidak terpaku pada satu platform, melainkan dapat disesuaikan untuk melindungi pangkalan tetap (fixed-site), unit darat yang bergerak (mobile forces), atau kapal perang. Negara pembeli dapat memilih tingkat perlindungan (soft-kill atau hard-kill) sesuai kebutuhan.
Sky Warden tidak hanya mengandalkan satu cara untuk mengalahkan ancaman, melainkan mampu mengintegrasikan metode non-kinetik (jamming) dan kinetik (missiles/guns) dalam satu arsitektur. Sistem Komando dan Kontrol (C2) Sky Warden menggunakan AI dan algoritma untuk secara otomatis menentukan metode serangan yang paling efektif dan hemat biaya—misalnya, menggunakan jamming untuk drone pengintai yang tidak bersenjata dan rudal kinetik untuk loitering munition yang membawa hulu ledak.
Sky Warden dirancang dengan arsitektur terbuka, memungkinkan negara pengguna untuk plug-and-play dengan sensor yang sudah mereka miliki. Radarnya mampu mengintegrasikan radar 3D V-SHORAD (Very Short Range Air Defense) dan radar khusus yang dioptimalkan untuk mendeteksi slow-moving objects (SMO). Sementara sistem Electro-Optical/Infra-Red (kamera siang dan termal) digunakan untuk identifikasi visual dan penargetan akhir.
Sensor akustik (suara) dapat digunakan sebagai lapisan deteksi awal yang pasif, sangat efektif untuk drone kecil yang menggunakan motor baling-baling.
Hadapi Serangan Drone Kamikaze, MBDA Perkenalkan “Sea Warden” – Sistem Hanud Modular di Kapal Perang
Semua data dari sensor dikirimkan ke pusat C2 yang terpadu. Sistem ini dapat berbagi informasi ancaman dengan unit darat, markas komando, atau sistem pertahanan udara yang lebih besar (Higher Echelon Systems), memastikan seluruh jaringan pertahanan memiliki kesadaran situasional yang sama.
Sky Warden menawarkan beragam efektor pelengkap yang dirancang untuk melawan dan menghancurkan drone musuh, seperti senjata laser CILAS HELMA-P, pengacau omnidirectional, interseptor drone MBDA HTK (Hit-to-Kill), dan rudal Mistral 3, dengan tingkat keberhasilan lebih dari 96%.
HELMA-P – Senjata Laser Anti Drone untuk Amankan Olimpiade Paris 2024
Sensor dan efektor dipilih berdasarkan kinerja intrinsik dan persyaratan misi. Oleh karena itu, Sky Warden merupakan sistem yang skalabel dan sangat cocok untuk ancaman udara asimetris saat ini dan di masa mendatang.
Sky Warden dapat berevolusi seiring waktu sesuai dengan kebutuhan pengguna dan evolusi ancaman berkat arsitektur yang sepenuhnya modular dan kemudahan integrasi efektor baru. Sistem ini sangat fleksibel, dapat dipasang untuk melindungi lokasi tetap, maupun dipasang di kendaraan untuk perlindungan bergerak. Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan kemampuan pertahanan udara jarak menengah lainnya seperti VL Mica atau CAMM-ER, atau dihubungkan ke sistem yang lebih tinggi.
Kontrak perdana ini, meskipun ditutup rapat-rapat, menggarisbawahi urgensi negara-negara Timur Tengah dalam mencari solusi canggih untuk mempertahankan fasilitas vital, seperti instalasi minyak dan bandara, yang terbukti rentan terhadap serangan drone jarak jauh. (Gilang Perdana)
VAB 4×4 ARLAD – Ranpur Anti Drone Baru ‘Baru’ Angkatan Darat Perancis



“ditujukan untuk negara mitra di Timur Tengah yang identitasnya dirahasiakan.”
Sudah tentu tuan rumah dong, atau bisa juga tetangganya yang kini getol belanja alutsista gede-gedean 😅