Kata Jenderal Iran: “Sudah 22 Negara Tertarik Mengakuisisi Drone Kamikaze (Shahed-136)”

Urusan politik dan bisnis kerap saling terkait dalam operasi militer dan berkecamuknya konflik. Dalam segmen drone misalnya, debut Bayraktar TB2 produksi Baykar Makina dari Tukri, menjadi contoh yang menarik. Ketika Bayraktar TB2 diikutkan dalam banyak laga pertempuran dan mencetak sukses, maka ‘promo’ di medan perang berbuah manis, yakni Bayraktar TB2 laris dipesan banyak negara.

Baca juga: Di Tangan Rusia, Drone Kamikaze Shahed-136 Mendapat Upgrade Sistem Pemandu Satelit GLONASS

Medan perang tak pelak menjadi promosi gratis untuk pemasaran alutsista. Industri dirgantara penghasil drone Iran rupanya punya kasus yang serupa tapi tidak sama dengan Turki. Seperti diketahui, Shahed-136 saat ini menjadi trending topik atas keterlibatan drone kamikaze ini dalam serbuan udara ke Ukraina.

Meski tingkat keberhasilan dan akurasi Shahed-136 mengundang kontroversi, namun bila mendengar ‘keluhan’ dari pihak Ukraina atas hancurnya berbagai fasilitas di kota-kota besar, menyiratkan misi yang diemban Shahed-136, terutama dalam formasi swarm drone telah mencapai tujuan.

Dan mirip dengan kasus Bayraktar TB2 yang banjir order setelah sukses di palagan Suriah, Libya, Nagorno-Karabakh dan Ukraina, kini Iran pun mengklaim bahwa sejumlah negara telah mengutarakan ketertarikannya untuk memborong Shahed-136.

Dikutip dari eurasiantimes.com (22/10/2022), disebutkan seorang pejabat militer Iran mengungkapkan bahwa 22 negara secara serius mengajukan permintaan resmi untuk membeli drone bersenjata, termasuk drone kamikaze produksi Iran. Informasi tersebut diumumkan selama pertemuan di Universitas Imam Hussein oleh Mayor Jenderal Yahia Rahim Safavi, mantan komandan Korps Pengawal Revolusi Islam dan ajudan militer terkemuka Pemimpin Tertinggi Iran.

Shahed-136 (Geran-2) melintas di langit Ukraina.

Drone buatan Iran telah mengumpulkan banyak perhatian karena keberhasilan mereka melawan target Ukraina selama beberapa minggu terakhir. Pengerahan drone dalam konflik Rusia-Ukraina telah didokumentasikan dengan baik, menyebabkan para analis menyimpulkan bahwa konflik ini mengindikasikan dimulainya jenis peperangan baru.

Rahim Safavi mengatakan, “22 negara meminta untuk membeli drone Iran”. Ia menyebut di antara negara itu adalah Venezuela, Aljazair, Armenia, Tajikistan, Serbia, dan negara-negara lain saat ini menjadi kandidat untuk membeli drone Iran. Jenderal tertinggi Iran itu juga menekankan bahwa sebagian besar peralatan pertahanan sekarang dibangun secara lokal, mencatat bahwa sebelum Revolusi Islam, Iran sangat bergantung pada peralatan impor.

Safavi menekankan dengan menunjukkan bahwa salah satu persyaratan perang modern yang tidak dapat dihindari adalah pengembangan sistem pesan yang andal dan aman yang dapat secara instan mengirimkan video, voice notes, teks, dan foto.

Meski tak diakui secara resmi, Iran telah ‘memasarkan’ Shahed-136 sebagai salah satu drone yang paling berperan, dan para ahli telah mencatat bahwa operasi militer Rusia mendapat manfaat dari penempatan drone ini. Dalam arti lain, drone tempur Iran bisa menjadi pilihan yang baik untuk negara-negara yang bukan sekutu AS atau tidak dapat menerima drone buatan Turki karena berbagai alasan.

Sementara drone buatan Iran dan Turki berbeda secara signifikan, ini tidak meniadakan kemungkinan bahwa drone buatan Iran akan segera menjadi tantangan signifikan bagi drone Turki di pasar ekspor.

Shahed-136 buatan Iran dan Bayraktar TB-2 buatan Turki, secara signifikan berkontribusi pada penghancuran senjata yang digunakan oleh pasukan saingan dalam perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung.

Penjualan ekspor drone Turki meningkat secara signifikan karena kinerja Bayraktar TB2. Sebelumnya dilaporkan bahwa Baykar Makina telah menandatangani kontrak dengan 24 negara untuk ekspor drone Bayraktar TB2.

Drone produksi Iran yang digunakan oleh pasukan Rusia menunjukkan keefektifannya di Ukraina. Pada 19 Oktober, drone kamikaze Rusia yang menghantam fasilitas listrik mengakibatkan diadakannya konferensi darurat oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk mencegah apa yang dia sebut sebagai “kerusakan sistem energi [Ukraina].”

Baca juga: Shahed-136 – Drone Kamikaze Produksi Iran yang Tampil di Laga Perang Ukraina

Secara keseluruhan, kebangkitan Iran sebagai produsen drone dapat mengarah ke era baru perang drone dan meningkatkan posisi Iran di sektor pertahanan dunia, memberikannya kesempatan untuk bersaing langsung dengan Turki. (Gilang Perdana)

8 Comments