Kamboja dan Thailand Saling Serang di Perbatasan, Kamboja Unggul dengan ‘Hujan’ Artileri Roket MLRS

Dua negara bertetangga di Asia Tenggara kini tengah jual beli serangan akibat konflik di perbatasan, meski Thailand punya keunggulan air superiority dan air to ground attack, namun, Kamboja tak bisa dipandang sebelah mata, pasalnya arsenal artileri roket Angkatan Darat Kamboja lebih unggul ketimbang Thailand, dan pada eskalasi 24 Jul 2025, serangan roket MLRS Kamboja telah menelan kerugian besar disisi Thailand.

Baca juga: Respon Bentrokan dengan Kamboja, Thailand Kerahkan F-5TH Super Tigris, Jet Tempur Retro dengan Teknologi Israel

Sebagai balasan atas serangan udara dari jet tempur F-16 Fighting Falcon, militer Kamboja melancarkan serangan masif dengan roket balistik kaliber 122 mm, dari kendaraan peluncur BM-21 dan RM70. Yang disebut terakhir, RM70 Grad adalah alutsista artileri buatan Ceko, yang juga digunakan oleh Batalyon Roket Korps Marinir.

Bagaimana daya hancur roket 122 mm yang dilepaskan secara salvo oleh MLRS Kamboja? Dampak kerusakan dari roket 122 mm (seperti BM‑21 Grad) terhadap sasaran di area terbuka atau bangunan sangat signifikan, terutama karena hulu ledaknya yang berjenis HE-FRAG (High Explosive – Fragmentation).

Radius mematikan (lethal radius) dapat mencapai 30 meter dari titik ledak, sementara radius cedera serius (severe injury radius) dapat mencapai 50–70 meter, tergantung medan terbuka atau tertutup. Lebih sadis, fragmen menyebar tidak merata dalam sudut sekitar 60–90° (tumbukan tanah menyebabkan sebagian fragmen naik dan menyebar ke samping).

Dalam salvo serentak (misal 40 roket dalam satu peluncuran), efeknya bisa menutupi area lebih dari 500 × 500 meter, menyebabkan korban massal.

BM-21 MLRS

Sementara, dampak pada kendaraan ringan seperti truk, jip militer, dan pick-up bakal hancur atau terbakar total dalam radius <15 m, ban pecah, kaca pecah, mesin rusak parah akibat tekanan ledakan. Artileri yang tidak terlindungi atau radar lapangan bisa lumpuh hanya dari shockwave dan fragmentasi.

Dari spesifikasi, berat total satu roket 122 mm sekitar 65–66 kg dengan berat hulu ledak 18,4 kg, dan membawa fragmen 3.500 – 4.000 serpihan.

RM70 Grad

Dengan jarak tembak maksimum 20 km dan jarak tembak minimum 1,5 – 5 km, roket 122 mm adalah senjata area suppression yang kuat, ideal untuk menyerang pasukan terbuka atau area target luas. Dengan warhead dan fragmentasi tinggi, daya hancurnya melebihi peluru arteleri setara. Meski tidak cocok untuk serangan presisi tinggi, roket ini tetap efektif untuk penyergapan massal, ofensif cepat, dan penekanan musuh melalui volume tembak yang besar.

Akibat serangan MLRS Kamboja, media lokal menyebut serangan pada 24 Maret menyebabkan 11 warga sipil dan satu tentara Thailand tewas. Sebagian besar korban berada di provinsi Sisaket, termasuk dalam serangan roket di SPBU dan fasilitas publik.

Kamboja Borong Tiga Jenis Senjata Armed Berat dari Norinco Cina, Satu Diantaranya Juga Dioperasikan Korps Marinir

Berdasarkan data terbaru dari IISS dan laporan media pertahanan, Angkatan Darat Kamboja memiliki beberapa jenis MLRS, terdiri dari BM‑21 Grad (122 mm) – 200 unit, RM70 (122 mm) – 50 unit, Norinco Type 90B / Type 81 (122 mm) – 125 unit , PHL‑01 / PHL‑81 (300 mm) – 125 unit, AR‑2 (300 mm) – versi ekspor dari PHL‑03 – 6 unit. Sebagai catatan, Norinco Type 90B, juga dioperasikan oleh Korps Marinir TNI AL. (Gilang Perdana)

Kinerja Buruk Self Propelled MLRS Norinco Type 90B ‘Bayangi’ Militer Peru, Jenis yang Sama Digunakan Korps Marinir

4 Comments