Israel Diam-diam Pasok Citra Satelit dan Informasi Seputar Drone Buatan Iran ke Ukraina

Shahed-136.

Lantaran punya kepentingan strategis dengan Rusia, Israel mengambil sikap netral dalam konflik di Ukraina. Meski ada tekanan dari Amerika Serikat, Negeri Yahudi tetap pada pendiriannya, yakni tidak ingin terlibat atau dilibatkan dalam perang yang meletus sejak 24 Februari 2022. Sebagai bukti, Israel menolak penggelaran sistem hanud Iron Dome oleh AS di Ukraina.

Baca juga: Tak Enak dengan Rusia, Israel Tolak Penggelaran Iron Dome di Ukraina

Selain itu, untuk menjaga hubungan baik dengan Yerusalem, Tel Aviv juga melakukan embargo penjualan Pegasus Spyware ke Ukraina. Pegasus spyware merupakan aplikasi yang dibuat oleh NSO Group dan beroperasi di sistem operasi iOS dan Android. Pegasus mampu membaca pesan teks, melacak panggilan, mengumpulkan kata sandi, melacak lokasi, mengakses mikrofon dan kamera perangkat target, dan mengumpulkan informasi dari aplikasi.

Namun, ada kabar yang sebenarnya tidak terlalu mengherankan datang dari The New York Times. Seperti dilansir dari israelhayom.com (13/10/2022), disebut bahwa Israel telah memberi akses informasi kepada Ukraina, khususnya tentang drone buatan Iran yang digunakan oleh Rusia.

Pejabat senior Ukraina mengatakan kepada New York Times bahwa tim swasta Israel memasok Ukraina dengan citra satelit seputar posisi pasukan Rusia. Jaringan intelijen Israel baru-baru ini mulai mengambil peran yang jauh lebih aktif dalam perang Ukraina.

Yerusalem sejauh ini mempertahankan posisi yang relatif netral dan bahkan menolak permintaan Ukraina untuk sistem pertahanan udara agar Rusia tidak membatasi serangan udaranya di Suriah, di mana Rusia memiliki kehadiran militer.

Namun menurut pejabat itu, Israel baru-baru ini mulai memasok Ukraina dengan intelijen tentang drone Iran, yang sekarang digunakan Rusia di medan perang, dan sebuah perusahaan swasta Israel bahkan memberi Ukraina citra satelit posisi pasukan Rusia.

Baca juga: Jaga Hubungan dengan Rusia, Israel Embargo Penjualan Pegasus Spyware ke Ukraina dan Estonia

Sejak awal operasi militer khusus Rusia pada 24 Februari lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah menyesali kurangnya dukungan militer dari Israel, termasuk bantuan yang akan membantu melindungi warga sipil dari serangan udara Rusia. (Gilang Perdana)

2 Comments