Iran Tampilkan Aras 4×4 dengan Howitzer M101 – Self Propelled Howitzer dengan Mobilitas Tinggi

Dikenal sebagai self propelled howitzer paling fleksibel dengan manuver tinggi, menjadikan Humvee 2-CT Hawkeye 105 mm MHS (Mobile Howitzer System) menarik untuk diadopsi dalam gelar operasi peperangan modern. Dan rupanya desain Humvee 2-CT Hawkeye 105 mm MHS menarik perhatian negeri rival Amerika Serikat, dimana Iran telah merilis sebuah light self propelled howitzer dari rantis jip Aras 4×4 yang dikawinkan dengan howitzer tarik M101 kaliber 105 mm.

Baca juga: Humvee 2-CT Hawkeye 105mm MHS – Self Propelled Howitzer Paling Fleksibel dengan Manuver Tinggi

Aras 4×4 disebut juga sebagai Iranian Hummer/Humvee dan dikenal sebagai salah satu kendaraan taktis (rantis) yang banyak digunakan satuan militer/sipil di Iran. Aras sendiri bukan rantis pertama buatan Iran, yang pertama adalah Safir 4×4 yang diluncurkan pada tahun 2001. Aras 1 4×4 kemudian meluncur pada tahun 2011, dan tujuh tahun kemudian ditingkatkan menjadi Aras 2 4×4.

Aras 1 diresmikan pada tahun 2011 oleh Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi. Kendaraan ini mirip dengan Hummer buatan AS dan dilengkapi dengan mesin diesel Z24 turbocharge 3153 cc yang menghasilkan tenaga 133 hp.

Aras mengusung sasis yang dimodifikasi dari Toyota Land Cruiser FJ40. Kendaraan ini mampu menahan beban 1.450 kg pada poros depan dan 2.700 kg pada poros belakang. Suspensi rantis ini di bagian depan menggunakan pegas roller all-float dengan mekanisme tiga tuas, dan di bagian belakang menggunakan pegas all-float dengan mekanisme lima sumbu.

Aras mengadopsi sistem kemudi hidrolik, sementara sistem pengeremannya adalah two hydraulic circuit yang dilengkapi dengan ABS anti-lock braking system dan EBS electronic braking system (EBS).

Aras dengan dua kabin terintegrasi dapat dibuat dalam varian komando, kendaraan tempur dan logistik ringan. Aras dapat dilengkapi proteksi lapis baja pada kompartemen penumpang, mesin dan area tangki bahan bakar.

Aras 2 4×4 diresmikan pada tahun 2019, beberapa fitur pada Aras 2 mencakup kemampuan mobilitas tinggi di medan berat, pemasangan senjata dan peralatan militer dengan bobot yang ditingkatkan, memiliki peningkatan daya dan torsi, rasio kekuatan terhadap bobot yang tinggi dibandingkan generasi sebelumnya dalam hal mesin, tinggi radius operasional (750 km), konsumsi bahan bakar lebih rendah, standar emisi, akselerasi dan daya dukung beban.

Aras 2 adalah produksi bersama Iran Defense Industries Organization dan beberapa perusahaan otomotif. Sebagai versi upgrade dari Aras 1, Aras 2 punya tenaga 200 hp dengan torsi 470 Nm, Aras 2 memiliki tenaga dan torsi 50 persen lebih besar dari Aras 1.

Sementara senjatanya adalah M101, tak pelak merupakan towed howitzer klasik buatan Amerika Serikat. Mengawali kiprah di tahun 40-an, meriam ini sudah pasti diikutkan dalam kancang Perang Dunia Kedua, digunakan oleh AS baik saat melawan Nazi Jerman dan Jepang di palagan Pasifik.

Hingga akhir Perang Dunia II, meriam M101 telah diproduksi sebanyak 8.536 pucuk. Dari informasi yang didapat, hingga 1953, meriam yang laris manis ini telah diproduksi 10.202 pucuk. Dengan kecepatan proyektil 427 meter per detik, jarak tembak maksimum howitzer ini mencapai 11.270 meter.

Baca juga: M2A2 105mm – Howitzer Tua Yon Armed TNI AD

Satu hal yang menjadi pertanyaan dari adopsi howitzer M101 pada rantis Aras 4×4, adalah bagaimana kemampuan rantis ringan menahan efek tolak balik saat tembakan dilepaskan. (Bayu Wisnu)