Hancurkan Jet Tempur Lawan dari Jarak 300 Km, Iran Luncurkan Rudal Hanud Sayyad 4B

Buntut dari penguatan kemampuan serangan udara Israel yang kini menggelar jet tempur stealth F-35A Lightning II, telah direspon Iran dengan meningkatkan sistem rudal hanud jarak jauh Bavar-373, yang diklaim Iran sebagai kompetitor dari sistem rudal hanud S-300 buatan Rusia. Bavar-373 tentu tak bisa dilepaskan dari keberadaan elemen rudal Sayyad series yang telah dibuat hingga tiga varian sejak tahun 2015.

Baca juga: Tak Peroleh S-400 dari Rusia, Iran Rilis Sistem Rudal Hanud Khordad 15

Dikutip dari Janes.com (8/11/2022), disebutkan militer Iran pada 6 November lalu telah meluncurkan rudal hanud jarak jauh Sayyad 4B untuk melengkapi sistem hanud Bavar-373. Rudal tersebut diluncurkan dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Mohammad Reza Ashtiani dan Komandan Angkatan Pertahanan Udara Republik Islam Iran (IRIADF) Brigadir Jenderal Alireza Sabahifard.

Media Iran melaporkan bahwa rudal Sayyad 4B telah berhasil menyerang target dengan jarak lebih dari 300 km selama uji coba.Yang artinya meningkat 200 km dari yang dicapai varian rudal Sayyad sebelumnya. Dilaporkan juga bahwa ketinggian maksimum rudal telah ditingkatkan dari 27 km menjadi 32 km.

Tidak itu saja, radar pada sistem hanud Bavar-373 juga telah ditingkatkan, dan selama pengujian mampu mendeteksi target pada jarak 450 km, naik 350 km dari varian sebelumnya, dan melacak sasaran pada jarak 405 km, atau naik dari sebelumnya 260 km.

Kantor Berita Tasnim mengutip keterangan dari Brigjen Sabahifard yang mengatakan bahwa target drone berhasil dihancurkan pada ketinggian 40.000 kaki (12,2 km). Pada bulan Oktober 2022, komandan IRIADF dikutip mengatakan bahwa uji coba Bavar-373 telah dimulai pada jarak 300 km.

Militer Iran belum mengumumkan bahwa sistem hanud tersebut telah memasuki layanan, meski begitu Bavar-373 telah dipromosikan sebagai produk ekspor dengan nama AD-200. Keterangan pada brosur menyebutkan bahwa rudal Sayyad 4 dengan solid fuel memiliki panjang 7,5 meter, diameter 515 mm, berat total 2.050 kg dengan hulu ledak Frag-HE seberat 180 kg.

Baca juga: Setelah Drone Kamikaze, Iran Disebut Bakal Pasok Rudal Balistik Fateh-110 dan Zolfaghar ke Rusia

Sayyad 4B menggunakan sistem pemandu mid-course inersia yang diperbarui oleh sistem melalui datalink dan menggunakan homing radar semi-aktif atau aktif penuh di fase terminal. Belum diketahui kecepatan maksimum dari Sayyad-4B, namun varian sebelumnya Sayyad 3 kecepatannya mencapai Mach 4.5 – 5.1. (Bayu Pamungkas)

5 Comments