Drone Copter Airbus VSR700 AL Perancis Uji Operasional Penuh di Atas Lautan

Setelah melewati tahap uji terbang di atas lautan pada Desember 2022, kini Airbus Helicopters dan Direktorat Jenderal Persenjataan Prancis (DGA) menguji sistem pada drone copter VSR700 untuk pertama kalinya dalam konfigurasi operasional penuh dari kapal di lautan lepas. Persisnya, pada awal Mei lalu, VSR700 melakukan 80 lepas landas dan pendaratan yang sepenuhnya otonom dari kapal sipil yang dilengkapi dengan dek helikopter, kapal tersebut berlayar di lepas pantai Brittany di barat Perancis.

Baca juga: Drone Copter Airbus VSR700 AL Perancis Sukses Uji Coba Terbang di Atas Lautan

Dari siaran pers yang diterima Indomiliter.com (15/5/2023), disebutkan kampanye uji terbang ini merupakan langkah penting untuk program VSR700, karena memungkinkan bagi Airbus untuk memvalidasi kinerja drone dalam kondisi operasional, yang mewakili misi masa depannya.

“Prototipe VSR700 membuka selubung penerbangannya dengan kecepatan angin di atas 40 knots (74 km per jam), mengumpulkan delapan jam pengujian dalam 14 penerbangan, dan berhasil mendarat di beberapa bagian laut yang berbeda,” ujar Nicolas Delmas, Head of VSR700 programme Airbus Helicopters.

Pada tahun 2022, kemampuan lepas landas dan pendaratan otonom dari VSR700 diuji dari kapal yang sama menggunakan wahana yang dipiloti secara opsional – optionally piloted vehicle (OPV) berdasarkan Guimbal Cabri G2 yang dimodifikasi yang dilengkapi dengan sistem lepas landas dan pendaratan otonom (ATOL) yang dikembangkan untuk VSR700.

Kali ini kampanye pengujian dilakukan dengan demonstran SDAM dan sepenuhnya memvalidasi kemampuan sistem sebagai bagian dari studi SDAM (Système de Drone Aérien pour la Marine) yang diberikan kepada Airbus Helicopters and Naval Group pada tahun 2017.

Kemampuan lepas landas dan mendarat secara otonom adalah aset utama VSR700 dan dimungkinkan dengan berkat adopsi sistem Airbus DeckFinder, yang memungkinkan peluncuran otonom dan pemulihan drone dengan akurasi 10-20cm selama operasi yang menantang dalam kondisi lingkungan yang keras, terlepas dari GNSS/GPS dan terlepas dari kondisi visual yang menurun.

Kampanye pengujian baru ini mengikuti dua rangkaian uji coba yang dilakukan dengan DGA pada akhir 2022 dan awal 2023 dari pusat pengujian Pulau Levant yang terletak di selatan Perancis. Selama uji coba ini, prototipe SDAM mendemonstrasikan kemampuannya untuk beroperasi di lingkungan maritim. Kualitas penanganan pesawat diuji serta kemampuan sensor (radar pengawasan maritim, sensor elektro optik, dan penerima AIS) di samping sistem misi yang dikembangkan oleh Naval Group.

Langkah pengembangan selanjutnya adalan melihat kemampuan prototipe VSR700 kedua, yakni dalam melakukan penerbangan perdananya sebelum uji terbang di frigat FREMM Angkatan Laut Perancis pada semester kedua tahun ini.

Airbus VSR700 ditenagai mesin tunggal Continental CD-155 jet fuel piston yang dapat menghasilkan tenaga 155 hp. Rotor utamanya mengusung tiga bilah baling-baling dan disokong rotor ekor lansiran Fenestron.

Baca juga: Drone Copter Airbus VSR700 Uji Coba Take-off dan Landing Otonom di Atas Kapal

Dari sisi performa, VSR700 dapat melesat hingga kecepatan maksimum 185 km per jam dengan kemampuan menanjak 366 meter per menit. VSR700 dapat terbang sampai ketinggian 4.000 meter dan punya kemampuan jelajah hingga 700 km. Dari dimensi, VSR700 punya panjang 6,3 meter, lebar 7,2 meter dan tinggi 2,75 meter.

Bobot kosong drone helikopter ini adalah 400 kg dan bobot maksimum saat tinggal landas bisa mencapai 1.000 kg. (Gilang Perdana)