Dianggap Uzur, Angkatan Darat AS Berencana Pensiunkan Rudal Hanud MANPADS Stinger

FIM-92-Stinger (Foto: istimewa)

Rudal hanud MANPADS (Man Portable Air Defence System) terpopuler sejagad, FIM-92 Stinger, diwartakan akan dipensiunkan secara bertahap dari inventaris AD Amerika Serikat. Meski battle proven dalam banyak laga peperangan, namun usia rudal produksi Raytheon Missile Systems ini sudah terbilang tua dan dikhawatirkan tidak adaptif pada tantangan hanud di masa depan.

Baca juga: Mistral Atam – Dari MANPADS Jadi Rudal Udara ke Udara

Hal tersebut diutarakan oleh pihak AD AS yang sedang mencari sistem hanud MANPADS sebagai pengganti Stinger. Dikutip dari Janes.com (11/11/2020), disebutkan AD AS telah mengajukan request for information (RFI) atas maksud tersebut pada 10 November lalu.

“Stinger Reprogrammable Microprocessor (RMP) akan menjadi usang pada tahun fiskal 2023, dan Stinger Block I saat ini sedang menjalani perpanjangan masa pakai untuk terakhir kalinya. Dan persediaan Stinger saat ini sedang menurun,” ujar nara sumber dari AD AS. Dan saat ini, AD AS tengah melakukan studi untuk mencari pengganti Stinger, termasuk beragam spesifikasi yang dibutuhkan.

Menurut RFI, AD AS berencana untuk memberikan kontrak kompetitif penuh dan terbuka selambat-lambatnya pada tahun anggaran 2026 untuk produksi 8.000 rudal MANPADS pengganti Stinger. Sebagai informasi, Stinger Block I lewat program Reprogrammable Microprocessor dapat di-upgrade hingga masa aktif selama 10 tahun. Upgrade tersebut mencakup modernisasi pada proximity fuse dan perangkat untuk mendeteksi sasaran berupa drone.

Ribuah Stinger dalam beberapa varian telah ada dalam inventaris AD AS sejak awal dekade 80-an. Dirancang oleh General Dynamics pada tahun 1967, Stinger mulai masuk fase produksi pada tahun 1978 dan sejak 1981 resmi mulai dioperasikan oleh militer AS.

Rudal berpemandu infrared ini mulai naik pamor saat digunakan Inggris dalam Perang Malvinas, dan di puncak era Perang Dingin, Stinger memperlihatkan tajinya di laga Perang Afghanistan, dimana Stinger yang dipasok AS ke pejuang Mujahidin berhasil merontokan banyak pesawat dan helikopter militer Uni Soviet.

Baca juga: 9K333 Verba – Generasi Keeempat Rudal MANPADS Terbaru Rusia

Rudal dengan tenaga dari solid fuel rocket motor ini dapat melesat hingga Mach 2.54 dan jarak jangkau ke sasaran sejauh 4.800 meter. Secara keseluruhan, produksi Stinger mencapai 70.000 unit, dimaan rudal ini juga telah diproduksi secara lisensi oleh Jerman dan Turki. Resminya ada 29 negara yang mengoperasikan rudal Stinger. (Gilang Perdana)

7 Comments