Dapatkan Alih Teknologi dari Korea Selatan, Mesir Produksi Fire Control System K9 Self Propelled Howitzer

Seperti diwartakan sebelumnya, Hanwha Defense dari Korea Selatan berhasil meraih kontrak pengadaan alutsista ‘berat’ ke salah satu negara di Afrika, yakni penjualan self propelled howitzer K9 Thunder ke Mesir senilai lebih dari 2 triliun won (US$1,65 miliar) dan menandai untuk pertama kalinya K9 dijual ke pelanggan di Afrika. Seperti pada lazimnya kontrak pertahanan dalam nilai besar, Korea Selatan juga memberikan transfer teknologi, dan dipastikan paket self propelled howitzer tracked K9 akan dibuat secara lokal di Mesir.

Baca juga: Dibeli Mesir, K9 Self Propelled Howitzer Korea Selatan Tembus Pasar Afrika

Dan belum lama ada kabar, sebagai bentuk alih teknologi (ToT), perusahaan pertahanan Mesir, Arab International Optronics Company telah menandatangani perjanjian dengan Hanwha Defense Group untuk memproduksi secara lokal Automatic Fire Control System (FCS) dan komponen elektronik lainnya untuk K9A1 155 mm yang akan diproduksi di Mesir.

Dikutip dari Armyrecognition.com (23/10/2022), dengan perjanjian baru di atas, maka industri pertahanan Mesir akan memiliki kemampuan untuk memproduksi secara lokal 70 persen dari howitzer self-propelled K9 dengan produksi pertama pada tahun 2023. Dengan produksi howitzer K9 di Mesir, Negeri Piramid tersebut juga diharapkan dapat mengekspor K9 ke negara-negara Arab dan Afrika.

Pengadaan SPH K9 berhasil dicapai setelah negosiasi bertahun-tahun antara Hanwha Defense dan Kementerian Pertahanan Mesir. Negosiasi dilaporkan dimulai pada tahun 2017, sementara Mesir telah mengincar K9 setidaknya sejak 2010. Sejauh ini, Defense Acquisition Program Administration (DAPA) – Badan Pengadaan Pertahanan di bawah Kemhan Korea Selatan, tidak memberikan rincian berapa unit K9 yang akan diakuisisi oleh Angkatan Darat Mesir.

K9 Thunder adalah produk persenjataan ‘berat’ asal Korea Selatan yang paling sukses di pasaran global. Betapa tidak, self tracked propelled howitzer (SPH) ini terbilang laris digunakan oleh beberapa negara besar yang punya reputasi militer kelas dunia.

Varian K9 Thunder telah diakuisisi oleh Estonia, Finlandia, Norwegia, India, Polandia dan Turki. Lantaran dibeli oleh negara-negara besar yang kuat di lini produksi alutsista, maka beberapa K9 Thunder telah diciptakan dengan kustomisasi, menyesuaikan kebutuhan user dan tentunya ada permintaan untuk memproduksi K9 Thunder di negara pembeli. Hanwha Defense telah mengumumkan dimulainya pembicaraan dengan Kementerian Pertahanan Inggris untuk memasok K9 ke Negeri Britania.

Baca juga: Goyang Pasar Afrika, Korea Selatan Tawarkan Jet Latih Tempur FA-50 ke Mesir

Dirunut dari sejarah pengembangannya, K9 mengambil rancangan M109 Paladin, self tracked propelled howitzer buatan AS yang saat ini digunakan oleh Armed TNI AD. Sebagai sekutu AS, sejak lama Korea Selatan sudah menjadi pengguna setia M109 Paladin. (Gilang Perdana)

One Comment