Crazy Rich Ukraina Pamer BMW Seri 6 dengan Senapan Mesin Berat

Sedan mewah sekelas BMW dipersenjatai sudah jamak kita lihat, beberapa kali ditampilkan dalam film laga James Bond. Tapi itu film, tentu saja bekal senjata seperti roket di BMW 750iL di James Bond “Tomorrow Never Dies” atau rudal Stinger di BMW Z8 di James Bond “Golden Eye” tidak pernah ada dalam kehidupan nyata.

Baca juga: Intip Chevrolet Camaro Helge Meyer – Sedan Tempur Lapis Baja yang Berjasa Saat Perang Bosnia

Namun, dalam laga Perang di Ukraina, crazy rich dari Kiev menampilkan sesuatu yang berbeda tapi nyata. Diposting akun Twitter @UAWeapons, ditampilkan video singkat yang memperlihatkan sebuah BMW seri 6 pada bagian bagasinya telah dimodifikasi untuk dudukan sebuah senjata. Yang dimaksud tak main-main, pasalnya yang dipasang pada dudukan bagasi adalah sebuah senapan mesin berat (SMB).

Dari video diperlihatkan bahwa SMB pada BMW seri 6 dengan automatic roof top adalah NSV kaliber 12,7×108 mm. Sejauh ini belum terlihat gaya penembakan yang dilakukan pada sedan mewah asal Jerman ini. Tapi melihat desain pemasangan dudukan, besar kemungkinan NSV dapat ditembakkan saat mobil melaju, yaitu dengan tembakan mengarah ke belakang dengan posisi gunner berdiri di area tempat duduk penumpang.

NSV adala SMB era Soviet yang dihadirkan sebagai pengganti DShK-38. Dirancang oleh Central Design Bureau of Sports and Hunting Weaponry di Tula pada tahun 1969, senjata ini mulai diproduksi pada tahun 1971 sampai saat ini. Kenyang dalam banyak peperangan, menjadikan NSV laris manis dipasaran. Bahkan NSV telah diproduksi secara lisensi oleh beberapa negara, di antaraya oleh Serbia, Vietnam, Polandia, India, Bulgaria dan Kazakhstan.

Secara umum, NSV punya berat 25 (hanya senjata) dan 41 kg (dengan tripod). SMB kaliber 12,7 mm ini dioperasikan dengan pola gas operated, dimana kecepatan tembak NVT mencapai 700 – 800 proyektil per menit.

Baca juga: Rusia Rilis β€œDrozd,” Rantis Amfibi Super Cepat Berdesain ala Mobil James Bond

Kecepatan luncur proyektil NSV adalah 845 meter per detik, dengan jarak tembak efektif 1.500 meter (target udara) dan 2.000 meter (target permukaan). Pasokan munisi mengadopsi feed system dengan kapasitas 50 peluru untuk tiap belt. (Bayu Pamungkas)

11 Comments