Cina Turun Tangan, Bantu Pakistan Genjot Produksi Jet Tempur JF-17 Thunder

Berkat dukungan penuh dari Cina, Pakistan lewat Pakistan Aeronautical Complex kini telah mampu memproduksi jet tempur, yaitu JF-17 Thunder, jet tempur singlet engine yang namanya fenomenal dalam duel udara di atas Kashmir pada 27 Februari 2019. Dan harus diakui, saat ini JF-17 Thunder adalah backbone dari kekuatan udara Pakistan, tentunya setelah andalan utamanya berupa 80-an unit varian F-16 Fighting Falcon. Meski telah mampu memproduksi JF-17 Thunder, namun rupanya Pakistan menghadapi tantangan pada kapasitas produksi.

Baca juga: “The Man Behind The Gun,” Mungkinkah JF-17 Thunder Mampu Menembak Jatuh Sukhoi Su-30MKI?

Entah karena kebutuhan pesanan yang harus segera dipenuhi, Cina rupanya ‘harus’ turun tangan untuk membantu langsung produksi JF-17 Thunder. Mengutip sumber dari GlobalTimes.cn (15/7/2020), disebutkan selama ini Pakistan Aeronautical Complex mampu memproduksi 25 unit JF-17 Thunder per tahunnya.

Namun berdasarkan laporan dari China Aviation News – media milik Aviation Industry Corporation of China (AVIC), dikatakan pada 30 Juni 2020, jalur produksi JF-17 telah ditangani Cina untuk mempercepat waktu pengerjaan, dimana satu unit JF-17 dapat ‘dibuat’ per 15 hari. Produksi JF-17 di Cina ditangani oleh Chengdu Aircraft Corporation (CAC). Sampai saat ini, 58 persen bagian airframe telah dibuat oleh Pakistan dan sisanya, 42 persen masih berupa komponen asli dari Cina.

Meski telah di ekspor ke Myanmar dan Nigeria, namun pengguna JF-17 Thunder terbesar adalah Pakistan. Sampai saat ini 124 unit JF-17 telah dioperasikan AU Pakistan, komposisinya terdiri dari JF-17A Block1 (50 unit), JF-17A Block2 (62 unit) – punya kemampuan air refueling, JF-17B Block2 (tandem seat) dengan 12 unit telah dikirim dan 14 unit dalam status order.
Lepas dari itu, AU Pakistan juga telah memesan 50 unit JF-17A Block3 – yang merupakan varian paling mutakhir dengan radar AESA (Active Electronically Scanned Array) KLJ-7A.

Walau secara desain tak berbeda dengan block sebelumnya, pada JF-17A Block3 sudah mengalami loncatan jauh dalam hal teknologi avionik, diantaranya adopsi helmet-mounted display and sight (HMD/S) system dan penggunaan single panel multi-functional display (MFD). Selain dipasangi radar AESA, JF-17A Block3 juga akan dipasangi infrared search and track (IRST) dan kontrol kendali penerbangan kabarnya akan menggunakan model flight-control stick on the side.

JF-17A Block3 akan dibuat dengan material komposit dan jenis mesin baru, dimana dengan bobot yang akan lebih ringan, kecepatan pesawat akan mampu melesat hingga Mach 2. Dengan segala penambahan fiturnya, pejabat pertahanan Pakistan mengklaim bahwa JF-17A Block3 sebagai “fourth generation plus” fighter jet.

Baca juga: JF-17 Thunder Multirole Fighter – Bukti Kebangkitan Pakistan dari Belenggu Embargo Alutsista

Prototipe JF-17A Block3 telah sukses terbang perdana pada Desember 2019 dan saat ini statusnya sedang dalam produksi untuk pesanan AU Pakistan. (Bayu Pamungkas)

53 Comments