Seputar DSEI 2019Klik di Atas

BRP Conrado Yap (Filipina): Korvet ‘Second’ dengan Bekal Senjata Maksimal

Melihat percepatan pembangunan armada laut Filipina saat ini, seolah mengingatkan pada pembangunan postur kekuatan TNI AL di dekade 80/90-an, dimana guna mendapatkam proyeksi armada laut yang relatif memadai, murah dengan proses cepat, maka akuisisi kapal perang bekas pakai menjadi pilihan yang paling mujarab. Seperti baru-baru ini AL Filipina resmi menerima kedatangan BRP Conrado Yap, yang tak lain adalah eks korvet AL Korea Selatan (ROKS Chungju).

Baca juga: Jose Rizal Class – Frigat Multirole Semi Stealth Kebanggaan AL Filipina

Meski tidak ada yang terlalu istimewa dari korvet produksi Korea Tacoma Shipyard ini, namun tak bisa dipungkiri bahwa ada kesan tersendiri dari korvet yang berjaya di dekade 80-an ini.

Meski status bekas pakai, BRP Conrado Yap adalah korvet yang mengandalkan tenaga dari Combined diesel or gas (CODOG), ini artinya ada mesin turbin gas dan mesin diesel di kapal perang berbobot 1.220 ton ini. Mesin turbin gas-nya mengandalkan 1 × General Electric LM2500 PB yang menghasilkan tenaga 27.820 shp (20.700 kW). Sementara mesin dieselnya berupa 2 × MTU 12V956 TB82 dengan totan tenaga yang dihasilkan 6,260 shp (4.670 kW). Mirip dengan korvet Parchim Class milik TNI AL, desain korvet BRP Conrado Yap awalnya dirancang untuk misi anti kapal selam.

Dengan mengadopsi CODOG, BRP Conrado Yap dapat melesat dengan kecepatan maksimum 32 knots. Dalam kondisi bahan bakar penuh, korvet dapat berlayar sejauh 7.400 km pada kecepatan jelajah 15 knots. Sementara untuk endurance adalah 20 hari tanpa harus bekal ulang.

Bekal utama untuk mengeliminasi monster bawah laut addalah Raytheon AN/SQS-58 hull mounted passive/active sonar, dan untuk peran penghancuran kapal selam andalan korvet ini adalah 2 x Mk. 32 triple torpedo launchers yang meluncurkan torpedo ringan 324 mm. Tidak itu saja, ada bom laut dalam 12 × Mk.9 Depth Charge Racks. Lain dari itu, Korea Selatan nampak ingin menonjolkan kemampuan fire power pada senjata permukaan. Seperti dapat dilihat pada bagian haluan terdapat meriam reksi cepat OTO Melara 76 mm dan kanon laras ganda Otobreda 40mm L/70 twin naval guns.

Nah ada yang tak lazim, kedua paket senjata di haluan tersebut ternyata juga diadopsi dalam konfigurasi yang sama di bagian buritan, jadilah ada kanon kembar untuk OTO Melara 76 mn dan Otobreda 40mm L/70 twin naval. Konfigurasi tersebut menjadikan postur kekuatan kapal perang ini merata pada bagian depan dan belakang. Sementara untuk perlindungan terhadap ancaman serangan udara, Filipina telah menyiapkan dudukan untuk peluncur Simbad untuk rudal MANPADS Mistral.

Selain pemasangan peluncur Mistral Simbad, Filipina juga memasangkan crane untuk proses loading dan unloading RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat), dimana ada dua unit RHIB yang disiapkan pada lambung kapal.

Saat dioperasikan AL Korea Selatan, korvet ini masuk dalam Pohang-class corvette. Generasi awal kapal perang ini dilengkapi empat peluncur rudal anti kapal Harpoon, meski seiring uzurnya penggunaan kapal perang ini, menjadikan opsi Harpoon dihapus di Pohang Class. Uniknya, Pohang Class tergolong korvet laris, total ada 24 unit korvet ini yang berhasil dibuat, dimana 18 unit saat ini masih beroperasi, bukan hanya oleh Korea Selatan dan Filipina, Pohang Class juga digunakan oleh Vietnam, Mesir dan Peru.

Baca juga: Frigat Hamilton Class Cutter Filipina Dilengkapi Radar Saab Sea Giraffe AMB

Kembali ke BRP Conrado Yap, korvet ini diluncurkan pada Mei 1987 dan masuk masa purna tugas pada 27 Desember 2016. Dan etelah lama mangkrak di pelabuhan, baru pada 5 Agustus 2019 kapal ini resmi berpindah tangan ke AL Filipina dengan identifikasi nomer lambung PS-39. Pada 18 Agustus 2019, BRP Conrado Yap diwartakan telah sandar di Pelabuhan Manila. (Gilang Perdana)

Spesifikasi BRP Conrado Yap:
– Displacement: 1,220 tons
– Length: 88 meter
– Beam: 3 meter
– Draft: 0,88 meter
– Crew: 118
– Sensors and processing systems: X-band & S-band navigational radars/ Raytheon AN/SPS-64(V)5B surface search radar/ Signaal (Thales Nederland) WM-28 Fire Control System/ Signaal (Thales Nederland) LIOD optronic director dan Raytheon AN/SQS-58 hull mounted passive/active sonar
– Electronic warfare & decoys: 2 × Loral Hycor Mk.34 Rapid Blooming Offboard Countermeasures (RBOC) Chaff and Decoy Launching System

23 Comments