Ada Retakan di Sambungan Sayap, 132 Unit C-130 Hercules AU Amerika Serikat di Grounded

Jagad dunia pesawat angkut kini tengah dibuat heboh dengan kabar adanya keretakan yang ditemukan pada armada C-130 Hercules. Bukan satu atau dua pesawat, persisnya ada 123 unit dari total 450 unit C-130 Hercules yang dioperasikan Air Mobility Command (AMC) Angkatan Udara AS terpaksa di grounded sementara karena temuan retakan yang dianggap “tidak biasa.”

Baca juga: Setelah 3 Tahun Absen, Pesawat Tanker KC-130B Hercules A-1309 Kembali Perkuat TNI AU

Dikutip dari defensenews.com (8/8/2019), disebutkan selama pemeliharaan terjadwal di depot, AU AS menemukan keretakan pada sambungan sayap tengah bawah – atau juga yang dikenal sebagai “rainbow fitting.” Temuan tersebut membuat kepala Air Mobility Command Jenderal Maryanne Miller memerintahkan pemeriksaan sebagian armada, menurut pernyataan yang dirilis AMC pada Rabu malam.

Sebanyak 123 dari 450 pesawat C-130H dan C-130J sementara ini akan di-grounded-kan saat inspeksi ini dilakukan. “Penghentian operasi sejumlah besar pesawat tidak akan memengaruhi dukungan C-130 yang sedang berlangsung untuk operasi darurat di luar negeri,” kata AMC dalam pernyataannya.

Keputusan untuk menghentikan operasi sementara dan melakukan inspeksi ini diambil setelah ditemukannya retak di bagian sambungan sayap tengah bawah pada satu pesawat C-130, kata juru bicara AMC Mayor Jonathan Simmons. Adapun risiko yang ditimbulkan dari masalah ini adalah kemungkinan sayap bisa terlepas dari pesawat – ini bisa menjadi satu masalah yang serius sehingga Angkatan Udara memutuskan untuk bergerak maju dengan melakukan inspeksi terhadap semua pesawat yang berpotensi ‘mengidap’ masalah serupa.

Sebanyak 123 pesawat yang dipilih untuk menjalani inspeksi ini belum dilengkapi dengan extended service life center wing box dan telah terbang lebih dari 15.000 jam.

C-130J Super Hercules USAF.

Para petugas maintenance akan mencari retak di sayap, dan jika ditemukan akan diganti dengan rainbow fitting yang baru dan tidak retak. Perbaikan itu membutuhkan “kira-kira satu hingga dua bulan,” untuk dilakukan dan “tergantung pada ketersediaan dan kapasitas di depot maintenance,” kata Simmons melalui email. Saat ini, AMC percaya bahwa mereka memiliki pasokan rainbow fitting yang memadai dan tidak berpotensi terjadi kekurangan.

Jika tidak ditemukan cacat, maka pesawat akan kembali mengudara. Sejauh ini, sebanyak delapan pesawat telah melalui tahap inspeksi dan dapat kembali mengudara, kata Simmons.

Setiap inspeksi memakan waktu sekira delapan jam, tetapi waktu yang diperlukan untuk melakukan inspeksi dan perbaikan (jika diperlukan) terhadap 123 pesawat bisa dibilang masih tentatif.

Baca juga: Indonesia Bakal Beli 5 Unit C-130J Super Hercules, Pilihan ada di Varian Short atau Long Body

“Angkatan Udara mengutamakan keselamatan para penerbang dan pesawatnya. Kami akan menginspeksi dan melakukan perbaikan terhadap pesawat yang terdampak sesegera mungkin,” tutur pihak AMC dalam sebuah pernyataan. (Nurhalim)

41 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *