Terancam Delay Tiga Tahun, Program Akuisisi Kapal Selam Nuklir Virginia Class untuk Australia

Menyongsong era kapal selam bertenaga nuklir, Australia telah mencanangkan beberapa persiapan, selain pemilihan basis pangkalan, tak kalah penting adalah menggenjot program pengadaan kapal selam transisi, mengingat kapal selam rancangan Australia-Inggris AUKUS class baru akan diluncurkan pada awal tahun 2040. Dan guna mengisi masa transisi operasional kapal selam nuklir, maka pemerintah Australia berdasarkan pakta pertahanan AUKUS memutuskan untuk membeli tiga unit kapal selam nuklir Virginia class Block IV dan VII.

Baca juga: Proyek Kapal Selam Nuklir Australia – Selain Borong Virginia Class, Disepakati Pembagunan AUKUS Class

Namun, ada kabar dari internal Angkatan Laut AS, bahwa ada kemungkinan program akuisisi kapal selam Virginia claas untuk Australia akan mengalami penundaan. Seperti dikutip Financial Review (4/4/2024), disebut bahwa penyelidkan dari internal Angkatan Laut AS menyebut penundaan tersebut bisa mencapai tiga tahun.

Penilaian tersebut menemukan realita bahwa kapal selam Virginia class yang saat ini sedang dibangun berjalan dua hingga tiga tahun terlambat dari jadwal, yang semakin meningkatkan keraguan mengenai kapasitas Washington untuk mengirimkan tiga kapal selam bekas pakai ke Australia pada tahun 2032.

 

Sekretaris Angkatan Laut AS, Carlos Del Toro, menugaskan peninjauan tersebut pada bulan Januari 2024 untuk menilai tantangan pembuatan kapal selam yang dihadapi Amerika Serikat menyusul kekhawatiran para pembuat kapal yang terlambat dari jadwal dan gagal memenuhi permintaan lokal.

Kongres AS sebelumnya tela menyetujui penjualan kapal selam Blok IV bekas ke Australia antara tahun 2032 dan 2035, dan penjualan kapal selam Blok VII baru pada tahun 2038. Namun, pengaturan tersebut akan bergantung pada pemenuhan target AS untuk kebutuhannya sendiri.

Wakil Menteri Luar Negeri Kurt Campbell mengakui pada hari Rabu, bahwa AS menghadapi tantangan rantai pasokan bagi pembangunan unit kapal selam nuklir.

“Salah satu hal penting dari pakta AUKUS adalah mengingatkan kita bahwa perlu berberbuat lebih banyak, baik untuk membangun lebih banyak kapal selam secara umum, tetapi juga untuk membuat kapal selam yang berada di dok kering dan membutuhkan perbaikan dapat kembali ke air (beroperasi) lebih cepat,” kata Campbell yang l mengatakan kepada audiensi di lembaga think tank Center for New American Security yang berbasis di Washington.

“Kami memiliki jumlah kapal selam yang belum pernah terjadi sebelumnya di dok kering atau memerlukan servis. Jelas bahwa rantai pasokan terkena dampaknya secara global, tetapi juga secara khusus untuk proyek-proyek kapal selam selama masa Covid,” katanya.

Ketua peninjauan, kepala akuisisi Angkatan Laut AS Nickolas Guertin dan Wakil Laksamana James Downey,, mengatakan kepada wartawan bahwa ada penundaan yang signifikan. Namun rencana peningkatan kinerja yang dibuat untuk kapal-kapal Blok IV akan mempersingkat waktu konstruksi untuk kapal-kapal lain.

Kapasitas galangan kapal
Tinjauan tersebut juga menunjukkan bahwa proyek-proyek lain terlambat, seperti SSBN Columbia class pertama dijadwalkan selesai 12 hingga 16 bulan lebih lambat dari yang diharapkan. Kapal selam Virginia class Blok IV Angkatan Laut AS, yang dibeli dari tahun fiskal 2014 hingga 2018, terlambat 36 bulan dari jadwal. Kapal selam serang ini dibangun oleh Electric Boat milik General Dynamics dan Newport News Shipbuilding milik Huntington Ingalls Industries.

AS perlu meningkatkan produksi dua kapal selam Virginia class per tahun untuk memenuhi kebutuhan angkatan lautnya sebelum siap menjual kapal bekas ke Australia, namun kendala pendanaan dan kapasitas produksi telah menimbulkan keraguan mengenai hal tersebut.

Bulan lalu, anggaran pertahanan pemerintahan Biden pada tahun 2025 menunjukkan bahwa dana tersebut hanya dialokasikan untuk satu kapal selam baru pada tahun depan, sebelum kembali pengadaandua unit kapal selam pada tahun 2026.

Pada 13 Desember 2023, Senat Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional – National Defense Authorization Act (NDAA), yang sekaligus menyetujui penjualan tiga unit kapal selam bertenaga nuklir Virginia class ke Australia. Persetujuan penjualan kapal selam nuklir menjadi implementasi dari aliasi pertahanan trilateral AUKUS antara Amerika Serikat, Inggris dan Australia. NDAA menetapkan pengecualian bagi Australia dan Inggris dari perizinan kontrol ekspor pertahanan AS dan menambahkan Australia dan Inggris ke dalam Undang-Undang Produksi Pertahanan AS.

Berdasarkan perjanjian AUKUS, Angkatan Laut AS akan menjual kapal selam Virginia class bekas pakai Block IV ke Australia pada tahun 2032 dan 2035, dan kapal selam Virginia class Block VII pada tahun 2038. Kapal selam Block IV dilengkapi dengan sistem sonar canggih dan rudal jelajah Tomahawk, varian Virginia class ini memiliki pengalaman operasional yang signifikan. (Gilang Perdana)

Senat AS Beri Lampu Hijau ‘Penjualan’ Tiga Unit Kapal Selam Nuklir Virginia Class Block IV dan VII ke Australia

6 Comments