Setelah Kasus C-295, Indonesia Bakal Disalip India (Lagi) dalam Kesempatan Produksi ATR Series, Padahal Status Pengguna Terbesar di Dunia

Untuk kedua kalinya Indonesia bakal ‘disalip’ India dalam kesempatan produksi pesawat angkut sedang. Setelah menggeser predikat Indonesia sebagai operator terbesar C-295 di Asia Pasifik yang berbuah pembukaan fasilitas perakitan dan produksi C-295 oleh perusahaan dirgantara India, maka ada kasus yang serupa tapi tidak sama, yakni terkait pesawat angkut komuter turboprop ATR-72 series yang dikenal sebagai karya dari Perancis dan Italia, produksinya juga akan dibuka di India.
Baca juga: ATR-72 600 MPA, Berjaya di Regional Airliner Kini Bertarung di Pasar Intai Maritim
Padahal status Indonesia saat ini adalah negara dengan populasi ATR-72 terbesar di dunia, dengan sekitar 100 unit ATR yang dioperasikan oleh berbagai maskapai, terutama oleh Wings Air, anak perusahaan dari Lion Air Group.
Sebagai catatan, Wings Air adalah maskapai regional berbiaya rendah yang sepenuhnya mengoperasikan armada pesawat ATR. Menurut data terbaru, Wings Air mengoperasikan 77 unit pesawat ATR, terdiri dari 20 unit ATR-72-500 dan 57 unit ATR-72-600. Dengan jumlah ini, Wings Air menjadi operator ATR terbesar secara global.
Dikuitip dari Financialexpress.com, India diperkirakan akan melampaui indonesia sebagai operator pesawat ATR 72 terbesar di dunia selama beberapa tahun ke depan, “Dasarnya India bersiap untuk menggandakan jumlah bandara,” kata Jean Pierre Clercin, kepala komersial ATR Asia Pasifik.

Berbicara di sela-sela Rapat Umum Tahunan IATA, Clercin mengatakan, “Ada diskusi berkelanjutan yang sedang kami lakukan dengan berbagai pemain. Dari perspektif pasar, selama 5-10 tahun ke depan, kami dapat menempatkan hingga 300 pesawat di India.”
IndiGo, maskapai penerbangan terbesar di India, mengoperasikan 48 unit ATR-72, sementara Alliance Air menerbangkan 22 di antaranya dan Fly 91 mengoperasikan 2 sisanya. Dengan jumlah 70 unit, India merupakan pasar ATR-72 terbesar kedua di dunia setelah Indonesia sebagai yang terbesar dengan 100 pesawat ATR-72.
Geser Posisi Indonesia di Asia Pasifik, India Resmi Akuisisi 56 Unit Airbus C-295
India bertujuan untuk memiliki 350 bandara pada tahun 2047, naik dari sekitar 157 saat ini, sebagai bagian dari visi Viksit Bharat.
“Ini adalah masa keemasan bagi kami. Kami memiliki 1.450 pesawat ATR-72 yang terbang di seluruh dunia dan dari perspektif itu (India) 70 adalah angka yang sangat kuat. Ini adalah pasar terbesar kedua di dunia setelah Indonesia dan akan menjadi yang terbesar sebelum 2030,” tambah Clercin.
Airbus Kirim Unit Perdana C-295 Pesanan AU India, Jadi Contoh Program ToT Maksimal
Clercin lebih lanjut mengatakan bahwa ATR-72 dapat menjajaki kemungkinan memiliki pabrik manufaktur di India jika ada jalur yang jelas tentang permintaan. Basis produksi dan perakitan ATR-72 berada di Toulouse, Perancis.
“Kami melihat bahwa ada pasar yang kuat dan kami juga melihat bagaimana kami memanfaatkannya. Kami tidak dapat menambah sumber daya jika kami tidak memiliki visibilitas yang jelas. Ini adalah situasi ayam dan telur. Kami hanya memiliki satu fasilitas perakitan secara global, yaitu di Toulouse dan kami terbuka untuk berdiskusi untuk memiliki fasilitas produksi di India,” tambah Clercin.
Bukan di Indonesia, Nantinya MRO Pesawat Angkut C-295 Dilakukan di Singapura
Dibandingkan dengan jet komersial, ATR-72 lebih kecil dan biasanya digunakan untuk menghubungkan daerah pedalaman dengan kota yang lebih besar. Pesawat ini biasanya digunakan untuk rute regional dan penerbangan feeder, yang menghubungkan kota dan bandara yang lebih kecil ke hub yang lebih besar.
Meski sama-sama pesawat angkut bermesin dua turboprop dengan desain high wing, namun ada perbedaan segmen pasar antara C-295 dan ATR. C-295 dengan ramp door lebih ideal untuk pasar militer dan kepolisian, sementara ATR dengan konfigurasi kabin yang lebih nyaman, identik sebagai pesawat angkut penumpang.
Dalam pasar militer, baik C-295 dan ATR-72 series sama-sama berkompetisi sebagai pesawat intai maritim yang dapat dipersentai untuk meluncurkan torpedo. (Gilang Perdana)



yah….biarlah….. mereka mempunyai rencana dan tujuan sendiri. di kita juga punya rencana dan tujuan sendiri. pasar CN235 pasti besar juga ….utk masa datang serta n219. …repotlah kalau harus selalu mengikuti atau menyamakan tujuan dan kesuksesan mereka.
NAIFNYA PARA-PARA PEMIMPIN KITA……PUNYA PELUANG MERANCANG BANGUN PESAWAT KOMUTER TIPE TERLARIS DIDUNIA (KELAS ATR-72), WEEEEEEH MALAH ASYIK MENGEJAR MIMPI PEPESAN KOSONG YG BERNAMA BOROKMAE 😤🤕😤