Setelah Isu Spionase dan Ganggu Radar Altimeter Pesawat, Teknologi 5G Kembali Tersandung Masalah, Interferensi Satelit Pentagon!

Di Amerika Serikat, debut teknologi 5G seolah tak pernah lepas dari masalah. Setelah kisruh dengan Huawei terkait tuduhan aksi spionase Cina, kemudian muncul masalah deployment jaringan 5G yang diprotes otoritas bandara, lantaran dikatakan frekuesi 5G dapat mengganggu komunikasi di wilayah ring satu. Malahan, Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) menyebut jaringan 5G bisa berpengaruh negatif pada kinerja radar altimeter pesawat.

Baca juga: Diduga Lakukan Spionase Lewat Jaringan Seluler, Inilah Kisah Redupnya Huawei di AS 

Namun, meski disana-sini mendapat ‘penolakan’, tetap saja pasar di AS mengidamkan kehadiran teknologi mobile broadbad 5G. Hal itu dibuktikan dengan rencana Ligado Networks yang akan membangun jaringan 5G pada spektrum radio L-band, yang notabene berdekatan dengan spektrum yang digunakan untuk komunikasi GPS dan satelit. Nah, disinilah masalah kembali mencuat seputar 5G di AS.

Dikutip dari nextgov.com (12/9/2022), sebuah studi yang dilakukan National Academies of Sciences, Engineering and Medicine (NASEM) menganalisis adanya potensi gangguan yang disebabkan oleh deployment jaringan 5G terestrial Ligado Networks yang beroperasi di dekat pita frekuensi GPS dan layanan satelit lainnya. Studi, yang dilakukan oleh komite ahli dan didanai oleh Departemen Pertahanan AS, telah diamanatkan oleh Kongres sebagai bagian dari Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 2021.

Konstelasi satelit Iridium.

Dari tinjauan teknis independen terhadap rencana penyebaran jaringan nirkabel 5G terestrial Ligado Networks menemukan bahwa sistem tersebut dapat mengganggu layanan komunikasi satelit Departemen Pertahanan (Pentagon) yang selama ini menggunakan jasa satelit dari Iridium Communications. Tidak itu saja, beberapa perangkat penerima GPS yang berusia tua dapat terkena dampak dari penggelaran 5G.

Di sisi lain, Federal Communications Commission (FCC) pada tahun 2020 telah menyetujui proposal Ligado untuk mengembangkan jaringan terestrial 5G dalam spektrum radio L-band yang berdekatan dengan yang digunakan untuk komunikasi GPS dan satelit.

Satelit Iridium.

Saat itu, National Telecommunications and Information Administration (NTIA), Departemen Pertahanan dan lembaga federal lainnya mendesak FCC untuk tidak menyetujui permohonan Ligado, yaitu dengan alasan kekhawatiran tentang potensi gangguan pada operasi GPS. Namun FCC menolak permintaan dari NTIA pada Januari 2021 untuk tetap menyetujui penggelaran 5G.

Dephan AS mengatakan dalam siaran pers bahwa temuan penelitian ini konsisten dengan “pandangan lama agensi bahwa sistem Ligado akan mengganggu penerima GPS penting dan tidak praktis untuk mengurangi dampak gangguan itu.”

Seorang juru bicara Iridium mengatakan bahwa penelitian ini dengan jelas menunjukkan apa yang telah diketahui oleh industri lainnya selama bertahun-tahun, keputusan FCC telah gagal untuk mempertimbangkan risiko gangguan berbahaya yang ditimbulkan pada sistem satelit yang sangat penting. Iridium mendesak FCC untuk mengambil tindakan cepat untuk merubah keputusan sebelum Ligado memulai demonstrasi teknisnya pada musim gugur ini.

Satelit Iridium merupakan satelit dengan orbit rendah dan merupakan salah satu type satelit LOW (Low Earth Orbital). Konstelasi satelit iridium terdiri dari 66 satelit aktif di orbitnya, yang menyediakan pelayanan suara dan data, serta transceiver terintegrasi di seluruh permukaan bumi.

Pihak Ligado Networks dalam tanggapannya mengatakan, bahwa telah mengkonfirmasi apa yang telah ditentukan oleh para ahli FCC sebelumnya, yaitu bahwa hanya sebagian kecil perangkat GPS yang sangat tua yang mungkin terkena dampak. “Sekarang setelah peninjauan selesai, kami sangat berharap Dephan dan NTIA akan berhenti memblokir otoritas lisensi Ligado dan fokus bekerja dengan Ligado untuk menyelesaikan dampak potensial yang berkaitan dengan semua sistem komunikasi pertahanan,” kata juru bicara Ligado kata dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Jadi Momok dalam Dunia Penerbangan, Teknologi 5G Komersial Kini Diusung Pentagon Sebagai Solusi Jaringan Taktis Masa Depan

Penelitian sejauh ini menentukan bahwa penerima GPS navigasi umum, pengaturan waktu, seluler atau penerbangan bersertifikat yang paling banyak diproduksi secara komersial tidak akan mengalami gangguan berbahaya yang signifikan dari emisi Ligado. Sementara penerima GPS presisi tinggi yang digunakan untuk aplikasi seperti pertanian, geodesi dan survei yang dijual sebelum sekitar tahun 2012, dapat rentan terhadap gangguan yang signifikan dari jaringan 5G Ligado. (Gilang Perdana)

2 Comments