Sea/Ice Breaker Tampil di Singapore Airshow 2024 – Rudal Jelajah Generasi Kelima Buatan Israel

(edrmagazine)

Untuk pertama kalinya di Asia Tenggara, Israel memperlihatkan mockup rudal jelajah udara ke permukaan generasi kelima – Sea/Ice Breaker di pameran dirgantara Singapore Airshow 2024 (20-25 Februari). Seperti pada pernyataan terdahulu, pihak produsen Rafael Advanced Defense Systems, memastikan bahwa rudal dengan jangkauan jelajah 300 km ini akan diserahkan kepada negara pemesan pada tahun 2025.

Baca juga: Rafael Israel Perkenalkan “Ice Breaker” – Rudal Jelajah Udara ke Permukaan Generasi Kelima

Pada tahun 2023, Rafael melakukan dua pengujian besar yang memungkinkan memperoleh pengetahuan yang konsisten tentang perilaku sistem, dan memungkinkan untuk mengurangi risiko pada tahap akhir pengembangan. Rudal sepanjang 4 meter, dengan berat sekitar 400 kg, 110 kg diwakili oleh hulu ledak, berisi beberapa modul yang dapat digunakan dalam pertempuran.

“Di Singapore Airshow kami memamerkan rudal yang matang,” kata sumber Rafael, seperti dikutip dari European Defence Review – edrmagazine. “Pada saat kami selesai memproduksi rudal pertama, kami berharap dapat memiliki lebih banyak pelanggan.” Saat ini manufaktur dan perakitan dilakukan di Israel, namun sumber perusahaan menggarisbawahi bahwa Rafael siap mendukung lokalisasi produksi parsial jika pelanggan memerlukannya.

(edrmagazine)

Rudal dirancang dengan very low observable untuk menembus gelembung anti-akses/penolakan area, dengan sistem navigasi berdasarkan platform inersia, GPS anti-jam, dan pencocokan kontur medan – terrain contour matching (TERCOM), yang membuatnya mampu beroperasi pada skenario sinyal GPS yang mendapatkan gangguan.

Rudal dengan kecepatan high subsonic ini dilengkapi dengan data-link dua arah yang memungkinkan kontrol man-in-the-loop, pembaruan misi dalam penerbangan dan penilaian kerusakan pertempuran, fase terakhir serangan dilakukan di bawah bimbingan sensor pencitraan inframerah dengan algoritma kecerdasan buatan.

TERCOM tidak hanya memungkinkan penerbangan tanpa peningkatan GPS pada sistem inersia, tetapi juga memungkinkan untuk beroperasi pada tingkat yang sangat rendah, menyediakan navigasi di darat dan menjaga rudal serendah mungkin di laut. Rafael menganggap “penghancur” ini sebagai solusi hemat biaya terhadap berbagai jenis target utama.

Ice Breaker merupakan varian dari Sea Breaker, dan Sea Breaker adalah rudal jelajah anti kapal yang diluncurkan dari platform laut (ship based launched) dan plaform darat (land based launched). Sementara Ice Breaker adalah varian dari Sea Breaker yang diluncurkan dari platform udara.

Rafael mengklaim Ice Breaker nantinya akan beroperasi dengan mengadopsi kecerdasan buatan, teknologi pembelajaran mendalam (deep-learning technology), dan “big data based scene-matching yang memungkinkan berjalannnya fitur Automatic Target Acquisition (ATA) dan Automatic Target Recognition (ATR).

Rafael menyebut rudal generasi kelima ini dapat diluncurkan dari berbagai pesawat dan helikopter, seperti helikopter Puma dan jet tempur Gripen, FA-50, M-346 dan F-16. Gripen dapat membawa enam rudal Ice Breaker, dan F-16 dapat membawa tujuh unit Ice Breaker. (Gilang Perdana)

Rudal Jelajah Jarak Jauh Hoveizeh: Hasil Reverse Engineering Terbaru dari Iran