Sarisa SRS-1A – Drone Quadcopter dengan Peluncur Roket Hydra

Roket Hydra dikenal sebagai salah satu senjata andalan di helikopter serang AH-64E Apache Guardian Puspenerbad. Namun, senjata FFAR (Folding Fin Aerial Rocket) kaliber 70 mm ini rupanya tak hanya digunakan di helikopter serang saja, di tangan perusahaan asal Yunani, SAS Technology ( Spirit Aeronautical System), roket Hydra berhasil dipasangkan pada drone quadcopter.

Baca juga: Roket Hydra 70 โ€“ Satu dari Tiga Kombinasi Senjata Maut AH-64E Apache Guardian

Dikutip dari doureios.com (14/7/2021), disebutkan drone quadcopter yang diberi label Sarisa SRS-1A, ditampilkan ke publik dalam ajang DEFEA 2021, Pameran Pertahanan Internasional di Yunani. Sarisa SRS-1A adalah drone yang punya berat maksimum saat tinggal landas 60 kg, sementara payload yang bisa dibawa 25 kg.

Disokong empat motor propeller listrik dengan bilah ganda, Sarisa SRS-1A punya panjang 165 cm, lebar 218 cm dan tinggi 45 cm. Dengan tenaga baterai, drone ini sanggup terbang dengan endurance selama 20 menit.

Dalam gelar operasinya, Sarisa SRS-1A dibawa oleh kendaraan taktis (rantis) dan dirancang untuk terbang guna melakukan misi bantuan tembakan udara. Selain dapat meluncurkan dua roket Hydra, Sarisa SRS-1A juga dapat di setup untuk misi dukungan kargo udara.

Sekilas tentang roket Hydra, roket ini dipandang efektif untuk menghantam kendaraan lapis baja ringan dan bunker. Pada helikopter AH-64 Apache, Hydra dibawa dengan subsistem tabung peluncur M261 yang mampu menyimpan 19 roket per tabung.

Baca juga: Integrasikan Roket C90-CR, TNI AD Tampilkan Drone Copter Penghancur Tank

Roket Hydra punya berat 6,2 kg, panjang 1,39 meter dan diameter 70 mm (2,75 inchi). Kecepatan luncur roket ini 739 meter per detik dan punya jarak tembak efekif 8.000 meter, serta jarak tembak maksimum 10.500 meter. (Bayu Pamungkas)

4 Comments