Rusia Menyangkal, Ukraina Klaim Hancurkan Raptor Patrol Craft, Pernah Ditawarkan untuk Indonesia

Saling klaim kemenangan dalam peperangan menjadi hal yang lazim, entah itu benar atau hasil manipulasi, yang jelas pernyataan kemenangan atau keberhasilan diperlukan guna memacu semangat juang bagi prajurit yang ada di garda terdepan. Dan belum lama ini, ada pernyataan dari militer Ukraina yang mengklaim telah menghancurkan kapal patroli cepat – fast patrol craft Raptor.

Baca juga: Pernah Ditawarkan di Indo Defence 2018, Rusia Luncurkan Raptor Patrol Craft

Dikutip dari portal militer Ukraina – mil.in.ua (22/3/2022), disebutkan Detasemen Operasi Khusus Azov telah berhasil menghancurkan kapal patroli Project 03160 (Raptor Patrol Craft) di daerah Mariupol. Detasemen Pasukan Khusus Ukraina tidak memberikan rincian tentang kehancuran kapal yang dimaksud.

Sebaliknya,saluran telegram Rusia Moryachok, yang berspesialisasi pada teman Angkatan Laut Rusia, mengkonfirmasi bahwa tembakan pasukan pertahanan pantai Ukraina telah mengenai kapal tersebut patroli tersebut. Namun, pihak Rusia menyangkal bahwa Raptor telah tenggelam.

Laporan yang beredar menyebut bahwa kapal tersebut rusak dan sedang ditarik ke Yeisk (pelabuhan Rusia di Laut Azov, wilayah Krasnodar). Hal itu menyiratkan tingkat kerusakannya sedemikian serius dan menyebabkan kapal tidak dapat melakukan operasi pertempuran. Rusia diketahui menggunakan Raptor Patrol Craft untuk mendarat di pelabuhan Berdyansk.

Ada yang menarik dari Raptor Patrol Craft, pasalnya Rusia secara khusus pernah menawarkan kapal patroli cepat ini ke Indonesia. Persisnya, Rusia lewat Rosoboronexport pernah menawarkan desain kapal berkemampuan serbu ini pada Indo Defence 2018.

Raptor Patrol Craft dirancang untuk peran multirole, yaitu mulai dari operasi penyerbuan, pendaratan pasukan, patroli dan misi penyusupan. Bahkan kapal ini juga dirancang ideal untuk misi pencarian dan penyelamatan, dan tentunya ikut meronda guna melindungi fasilitas pangkalan angkatan laut.

Guna mendukung operasi pendaratan, Raptor Patrol Craft dengan 3 awak dapat membawa 20 pasukan infanteri, dimana dalam pendaratan, pasukan dapat keluar dengan cepat lewat pintu (ramp door) yang terdapat pada haluan, mirip dengan yang ada di KMC Komando dan CB90.

Sebagai persenjataan, kapal dengan kemampuan serbu cepat ini dibekali senapan mesin berat Urava-Kord kaliber 14,5 mm yang dikendalikan secara remote dengan modul optical electronik (thermal imaging) yang didukung gyro stabilizer dan bisa mendeteksi sasaran di jarak 3.000 meter. Kemudian pada bagian belakang, terdapat dua dudukan untuk senapan mesin sedang Pecheneg kaliber 7,62 mm yang dioperasikan secara manual.

Beberapa bagian di Raptor Patrol Craft dilengkapi perlindungan khusus, seperti pada kompartemen kemudi, kaca setebal 39 mm sudah disiapkan untuk mampu menahan terjangan proyektil dari senapan mesin kaliber sedang. Tidak itu saja, material di sekitaran ruang kemudi juga dilengkapi proteksi kelas 5 dan 5A untuk menahan serangan proyektil.

Baca juga: Inilah “Persamaan” Antara KMC Komando dan Combat Boat 90 Malaysia

Raptor Patrol Craft punya panjang 16,9 meter, lebar 4,1 meter dan draft 0,9 meter. Raptor Patrol Craft ditenagai mesin 2.000 hp, dimana mampu membawa kapal ini melesat hingga kecepatan 48 knots atau setara 88 km per jam. (Haryo Adjie)

7 Comments