Rusia Klaim Sistem Hanud S-350 Vityaz Berhasil Hancurkan 12 Roket HIMARS dalam Satu Kali Respon

Ketimbang sistem pertahanan udara (hanud) berbasis rudal generasi terbaru Rusia, S-350 Vityaz, masih belum dioptimalkan dalam laga perang di Ukraina. Namun belum lama ini, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa sistem hanud S-350 Vityaz berhasil menghancurkan 12 unit roket HIMARS dalam satu kali respon.

Baca juga: Menhan Rusia: “Sistem Pertahanan Udara di Moskow Segera Dimodernisasi”

Bersamaan dengan klaim tersebut, Kementerian Pertahanan Rusia untuk pertama kalinya memperlihatkan video pendek tentang penggunaan tempur S-350 Vityaz. Seperti dikutip Sputnik Globe, “sistem rudal S-350 Vityaz di zona operasi khusus (Ukraina) berhasil menghantam 12 roket HIMARS MLRS sekaligus,” kata komandan divisi rudal anti-pesawat Battlegroup Yug kepada Sputnik.

Kementerian Pertahanan Rusia untuk pertama kalinya mendemonstrasikan penggunaan tempur sistem pertahanan udara Vityaz. Video tersebut menunjukkan awak sistem SAM Pantsir-S1 dan S-350 sedang dalam siaga tempur gabungan di arah Donetsk untuk melindungi pasukan Rusia dari serangan udara.

“Belum lama ini kami berhasil mencegat ‘paket besar’ HIMARS MLRS, ada sekitar 12-16 target, sistem ini berhasil, tidak ada satupun target (rudal/roket MLRS) yang mencapai sasarannya, dan karenanya sistem hanud ini (S-350) tidak mengalami kesulitan baik dalam mendeteksi,” kata sang komandan.

Menurut sang komandan baterai rudal S-350, sasaran berhasil ditangkap pada jarak kurang lebih 90 kilometer. Sistem rudal tersebut kemudian mempertahankan pelacakan yang stabil dan akhirnya mencapai target pada jarak sekitar 70 kilometer dari lokasi peluncuran. Rudal S-350 memiliki jangkauan yang lebih jauh dibandingkan dengan sistem sebelumnya, mencapai 120 km, serta memiliki kecepatan hingga Mach 5.

“Keuntungan utama dari rudal dalam sistem ini adalah kemampuan mengarahkannya, yang membuat target yang bermanuver mudah untuk mengenainya. Rudal akan bermanuver sejajar dengan target,” tambah komandan tersebut.

Keunggulan sistem rudal Vityaz dibandingkan sistem lain dapat dengan mudah ditunjukkan melalui sejumlah keunggulan utama. Ini termasuk mobilitas dan kemampuan manuvernya yang luar biasa, serta kemampuannya untuk menavigasi medan yang sulit dan tahan terhadap kondisi cuaca buruk. Hal ini memungkinkan pengaturan yang lebih cepat di sepanjang posisi peluncuran. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan catu daya otonom, sehingga menghilangkan kebutuhan akan sumber daya eksternal.

“Mode otomatis sistem ini bekerja dengan sempurna. Tidak ada satu pun rudal yang tidak perlu diluncurkan dalam mode ini. Semua rudal telah mencapai targetnya,” kata komandan. Pada bulan Juni 2023, Menteri Perindustrian Rusia Denis Manturov mengatakan kepada Sputnik, bahwa sistem rudal anti-pesawat S-350 Vityaz, mencapai target di area operasi khusus (di Ukraina) dalam mode otomatis untuk pertama kalinya di dunia, yakni dengan menggunakan kecerdasan buatan tanpa partisipasi manusia.

S350 dapat dipasang di berbagai jenis kendaraan, termasuk truk dan kereta api, sehingga mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain dan ditempatkan di daerah-daerah yang membutuhkan perlindungan udara. S-350 dapat terintegrasi dengan sistem pertahanan udara lainnya, termasuk sistem rudal S-400 dan S-500, untuk memberikan perlindungan udara yang lebih efektif dan komprehensif. (Gilang Perdana)

Tutup Celah Pertahanan Udara di Sekitar Moskow, Sistem Hanud Pantsir Ditempatkan di “Flakturm”

3 Comments