Rudal Hanud Jarak Pendek “358” Diluncurkan dari Truk Isuzu Komersial, Gaya ‘Pengelabuan’ Khas Iran

Nama rudal hanud (pertahanan udara) buatan Iran ini sempat membetot perhatian, pasalnya pertama kali diperlihatkan ke publik saat lawatan Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu pada 25 Juli 2023. Rudal yang disebut “358” diklaim sebagai rudal hanud jarak pendek berbiaya murah.
Baca juga: Iran Pamer ke Menhan Rusia, Rudal Hanud Misterius “358” yang Disebut Berbiaya Murah
Namun, debut rudal 358 seolah tenggelam, terlebih tak ada pemberitaaan atas rudal ini saat berlangsungnya serangan udara Israel ke wilayah Iran beberapa waktu lalu.
Belakangan nama rudal hanud 358 kembali menjadi sorotan komunitas pertahanan, khususnya setelah rudal ini diluncurkan dari platform truk Isuzu komersial, yang artinya Iran mengedepankan unsur pengelabuan dalam penggelaran sistem rudal hanud ini, seperti yang diperlihatkan dalam rekaman video rudal 358 saat “The Great Prophet-19” exercise, yang dihelat pada bulan Januari 2025. Dalam satu truk, dual peluncur rudal disematkan di dalam boks kontainer.
Video of launch of the Iranian 358 SAM during “The Great Prophet-19” exercise, Jan 2025.
Two missile launchers are inside a commercial Isuzu truck. The missiles seem to have imaging IR seekers.
Surprisingly, I didn’t see any record of this SAM during the 12-day war with Israel. pic.twitter.com/VYKIc83jMW— Mehdi H. (@mhmiranusa) August 10, 2025
Rudal 358 memiliki panjang sekitar 2,75 meter dan memiliki bodi utama berbentuk silinder. Rudal tersebut dapat bermanuver selama penerbangan dan juga memiliki sistem panduan inersia dengan navigasi satelit. Sejumlah komponen dari 358 juga telah ditemukan pada drone buatan Iran.
Rudal ini dilengkapi dengan mesin berbahan bakar padat dan diluncurkan dari peluncur berbasis darat. Kemudian menggunakan sistem propulsi air-jet. Rudal 358 menuju ke lokasi tertentu dengan kecepatan rendah, lalu mulai terbang dalam pola angka delapan hingga menemukan target.
Bagaimana tepatnya target ditemukan masih belum jelas pada saat ini. Lamanya waktu di udara untuk rudal ini juga belum diketahui.

Sampai saat ini, 358 dilaporkan telah sukses menembak jatuh beberapa drone Israel, meski yang menggunakan adalah milisi Hizbullah di Lebanon. Sebelumnya, seorang pejabat militer Amerika Serikat mengatakan “bahwa 358 rudal dari Iran telah ditembakkan terhadap drone MQ-9 Reaper milik AS yang terbang di wilayah udara Yaman,” menurut laporan New York Times tahun 2020.
Secara keseluruhan, kelayakan konsep rudal hanud ini masih menjadi pertanyaan terbuka. Kecepatan rudal yang rendah berarti rudal tersebut tidak berguna untuk melawan jet tempur yang bergerak cepat dalam banyak skenario dan lebih cocok untuk mencoba mencegat target yang lebih lambat seperti helikopter dan drone. (Gilang Perdana)
Setelah Hermes 450, Hizbullah Tembak Jatuh Drone Hermes 900 Israel dengan Rudal Hanud 358


