Raih Pesanan Ke-300, Airbus Ungkap 20 Fakta Tentang C-295, Nomer Delapan Anda Harus Tahu

Pada 12 Maret 2024, Airbus mengumumkan pencapaian pesanan ke-300 unit pesawat angkut sedang C-295, atau ada yang menyebutnya CN-295 di Indonesia. Di momen pencapaian pesanan ke-300 unit, Airbus menyebut bahwa C-295 telah sukses beroperasi dari Samudera Pasifik hingga gurun Arab, dari hutan tropis hingga Sahel dan padang rumput Kazakh, C-295 dan pangsa pasarnya telah menjadi kisah sukses bagi industri dirgantara Eropa dan Spanyol.

Baca juga: Bukan di Indonesia, Nantinya MRO Pesawat Angkut C-295 Dilakukan di Singapura

Menyambut pesanan ke-300 unit C-295, Airbus mengungkapkan beberapa dan angka menarik tentang pesawat twin engine yang dikembangkan dari rancangan CN-235, dan 20 fakta tentang C-295 kami paparkan di bawah ini.

1. Airbus C-295 telah mencapai 300 pesanan setelah Kazakhstan mengakuisisi pesawat ketiga dalam konfigurasi transportasi, untuk Layanan Penerbangan Komite Keamanan Nasional. Pesawat baru ini bergabung dengan dua unit C-295 yang sudah dioperasikan lembaga tersebut.

2. Pada tahun 1999, Angkatan Udara dan Luar Angkasa Spanyol menjadi pelanggan pertama C-295 dengan mengakuisisi sembilan pesawat dalam konfigurasi transportasi, dengan pesawat pertama dikirimkan pada tahun 2000.

3. C-295 adalah pemimpin pasar dalam kategori transportasi taktis menengah dengan lebih dari 80% pasar. Saat ini terdapat 41 operator dari 37 negara di Eropa, Amerika, Afrika dan Asia. Dari 41 operator tersebut, 19 sudah melakukan repeat order.

4. India merupakan pelanggan terbesar C-295, sebanyak 56 unit, 16 unit dirakit di Seville dan sisanya dirakit Tata di Vadodara, India. Pada bulan September 2023, Angkatan Udara India (IAF) menerima pengiriman pesawat pertama. Pengiriman pesawat kedua dijadwalkan pada Mei 2024 dan 14 pesawat berikutnya akan dikirimkan dengan kecepatan satu kali per bulan hingga Agustus 2025.

5. Sejauh ini, C-295 telah mengumpulkan 610.000 jam terbang di seluruh operatornya. Operator dengan jumlah jam terbang terbanyak adalah Angkatan Udara dan Luar Angkasa Spanyol dengan lebih dari 90.000 jam terbang. Angkatan Udara Brasil memiliki C-295 dengan jumlah jam terbang terbanyak, mengumpulkan lebih dari 9.000 jam terbang.

(Airbus.com)

6. Menyusul kesuksesan C-212 dan CN-235, Construcciones Aeronáuticas (C.A.S.A.), asal Airbus di Spanyol, memutuskan untuk meluncurkan C-295, evolusi alami dari CN-235, pesawat yang sedikit lebih besar dengan kemampuan 50% lebih banyak

7. Dibandingkan pendahulunya (CN-235), C-295 memiliki ciri mesin yang lebih bertenaga, Pratt & Whitney Canada PW100 berkekuatan 2645 hp, baling-baling baru, sayap yang didesain ulang, dan perubahan lainnya, namun tetap menjaga kesamaan semaksimal mungkin antara kedua platform.

8. Nama C-295 adalah singkatan dari C untuk CASA, 2 untuk jumlah mesin dan 95 untuk muatan maksimum yang direncanakan semula: 9,5 ton.

9. Program ini resmi diluncurkan pada tahun 1996, pembangunan prototipe pertama dimulai pada awal tahun 1997 dan penerbangan pertama dilakukan pada bulan November tahun itu di Getafe, Madrid. Pada bulan November 1999, Spanish National Institute for Aerospace Technology (INTA) memberikan sertifikasi militer pada pesawat tersebut untuk pertama kalinya.

10. Pengembangan pesawat ini dilakukan oleh para insinyur Airbus, sebagian besar berasal dari Spanyol, namun masih merupakan kisah sukses upaya Airbus di Eropa.

11. Pekerjaan desain dan rekayasa pada C-295 dilakukan di fasilitas Airbus di Getafe, Spanyol.

12. Pabrik Tablada di Seville melakukan pra-perakitan komponen besar untuk C-295, seperti badan pesawat, yang kemudian dirakit di jalur perakitan akhir – final assembly line (FAL).

13. Perakitan pesawat terbang merupakan proses kompleks yang bergantung pada banyak variabel manufaktur, namun sebagai perkiraan, dapat dikatakan bahwa C-295 dalam konfigurasi transportasi dikirimkan dalam jangka waktu antara satu hingga dua tahun. Waktu pengiriman untuk versi misi standar adalah 2 tahun.

[Polling] Airbus C-295 AEW Jadi Pilihan AEW&C Terpopuler, Tapi Ada Poin yang Kurang Menguntungkan

14. Antara 200 dan 250 orang terlibat langsung dalam proses pembuatan C-295.

15. Proses perakitan akhir dibagi menjadi empat bagian: integrasi, pengujian, pengecatan dan penerbangan.

16. Desain C-295 dicirikan oleh keserbagunaannya, baik dalam hal misi maupun konfigurasi. Versi C-295 yang paling laris adalah versi angkut yang mampu membawa 70 personel militer atau 48 pasukan terjun payung, personel VIP, muatan kontainer, kendaraan atau palet.

[Polling] Airbus C-295 AEW Jadi Pilihan AEW&C Terpopuler, Tapi Ada Poin yang Kurang Menguntungkan

17. Misi C-295 dilengkapi dengan sistem misi FITS (Fully Integrated Tactical System), yang dikembangkan oleh Airbus Defence and Space, yang memungkinkan C-295 melakukan peran mulai dari perang anti-kapal selam dan anti-permukaan (ASW) hingga pencarian dan penyelamatan (SAR), patroli maritim (MPA), intelijen sinyal (SIGINT), dan perlindungan lingkungan, antara lain.

18. C-295 juga dapat digunakan sebagai pesawat tanker untuk pengisian bahan bakar udara pada pesawat atau helikopter lain, baik dalam operasi siang maupun malam. Hal ini memerlukan instalasi kit roll-on/roll-off.

19. C-295 mampu lepas landas dan mendarat di landasan pendek (STOL), permukaan lunak, dan tidak beraspal, menjadikannya pesawat ideal untuk ruang operasi di seluruh dunia, dari gurun dan gersang hingga iklim dingin dan tropis.

20. Sejak pengiriman pesawat C-295 pertama, sekitar 700 pilot dan 1.700 teknisi pemeliharaan telah dilatih dan memenuhi syarat di International Training Centre (ITC) di San Pablo, Seville,Spanyol.

Indra Tawarkan Paket Airborne EW Systems untuk C-295M TNI AU

3 Comments