Proyek AUKUS, Inilah Tiga Lokasi Kandidat Bakal Basis Kapal Selam Nuklir Australia

Port Kembla (abc.net.au)

Proyek pengadaan kapal selam bertenaga nuklir Virginia class dan AUKUS class telah disepakati oleh petinggi Australia, Amerika Serikat dan Inggris di San Diego pada 13 Maret 2023. Meski Australia harus menanti hingga tahun 2030, AS dan Inggris mulai tahun 2027 sepakat menempatkan sejumlah kapal selam nuklirnya secara bergantian di Australia. Dan menyongsong era kapal selam nuklir, maka pertanyaan kemudian, akan ditempatkan dimanakah kapal selam nuklir Australia nantinya?

Baca juga: Proyek Kapal Selam Nuklir Australia – Selain Borong Virginia Class, Disepakati Pembagunan AUKUS Class 

Dikutip dari abc.net.au (19/3/2023), Port Kembla (69 km dari Sydney) di Negara Bagian New South Wales dikukuhkan sebagai opsi yang paling mungkin sebagai home base bagi pangkalan kapal selam nuklir pertama Australia, tetapi hal tersebut masih jauh dari kesepakatan.

Selain Port Kembla yang berada di selatan Wollongong, Departemen Pertahanan Australia juga mempertimbangkan pangkalan kapal selam nuklir di Brisbane (Queensland) dan Newcastle (New South Wales/NSW).

Pelabuhan Newcastle (abc.net.au)

Ketiga lokasi tersebut dikatakan memiliki fitur umum yang membuatnya ideal dan menjadi calon kuat untuk penempatan sebagai basis bagi kapal selam nuklir. Setidaknya ada tiga poin penting yang menjadi pertimbangan pemilihan lokasi basis kapal selam nuklir, yakni ketersediaan tenaga kerja yang terampil, dukungan fasilitas nuklir dan akses langsung ke perairan dalam.

Ketersediaan Tenaga Kerja yang Terampil
Dr Paul Di Pietro, pimpinan strategi pertahanan di Universitas Wollongong, mengatakan semua kandidat memiliki akses ke tenaga kerja yang sesuai. Hingga 5.000 pekerja akan dibutuhkan di pangkalan tersebut.

Pelabuhan Brisbane (abc.net.au)

“Ketiga [lokasi] memiliki akses ke basis industri yang sangat kuat, mereka memiliki akses ke populasi besar dengan universitas yang luar biasa,” katanya. Port Kembla memiliki Garden Island di dekatnya, juga dekat dengan pangkalan laut HMAS Albatross dan HMAS Creswell, berarti sudah ada kemampuan yang sangat dekat dengan Wollongong.

Pelabuhan Newcastle juga diposisikan dekat dengan fasilitas pertahanan, pangkalan Angkatan Udara Williamtown. Kedekatannya dengan pangkalan udara menawarkan perlindungan yang lebih baik untuk kapal selam.

Dukungan Fasilitas Nuklir
Port Kembla juga terletak dekat dengan satu-satunya reaktor nuklir Australia, yang dijalankan oleh Organisasi Sains dan Teknologi Nuklir Australia (ANSTO) di Lucas Heights. Pietro mengatakan memiliki akses ke tenaga kerja ANSTO kemungkinan akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah.

“Memiliki reaktor di dekatnya tidak diperlukan karena kapal selam terisi penuh dan reaktor nuklir disegel di atasnya, tetapi memiliki keahlian di ANSTO akan sangat membantu,” katanya.

Akses Langsung ke Perairan Dalam
Terlepas dari profil populasi yang sama dari ketiga lokasi tersebut, ada perbedaan yang signifikan ketika mempertimbangkan kesesuaian geografisnya. Pelabuhan Luar Port Kembla memiliki akses termudah ke keamanan perairan dalam. Hal tersebut menawarkan kemampuan untuk menyelam dengan sangat cepat.”

Mengedepankan kemampuan siluman, maka salah satu persyaratannya adalah kapal selam harus bergerak dari dermaga dan menyelam secepat mungkin. Dan bisa menjangkau perairan dalam secara cepat, tak pelak merupakan keuntungan strategis.

Untuk Brisbane, dikenal dengan kehadiran angkatan laut di pelabuhannya, dengan (Lanal) HMAS Moreton memberikan dukungan administratif dan logistik untuk mengunjungi kapal-kapal angkatan laut. Namun, insinyur sipil Universitas Queensland Dr Alistair Grinham mengatakan salah satu masalah terbesar di pelabuhan Brisbane adalah risiko banjir dan penumpukan sedimen yang dapat merusak kapal selam.

Baca juga: Realisasi Pakta AUKUS, AS Akan Tempatkan Jet Tempur dan Pembom Stealth di Australia

Lantas bagaimana dengan Newcastle? Membangun pangkalan kapal selam di Pelabuhan Newcastle akan menghadapi tantangan tersendiri, pasalnya 50 persen aset pelabuhan dimiliki oleh perusahaan Cina. Ketika pemerintah NSW memprivatisasinya pada tahun 2014 seharga US$1,75 miliar, China Merchants Port Holdings Company membeli 50 persen saham. (Gilang Perdana)

4 Comments