Program “Make in India”: Safran dan India Sepakati Produksi Amunisi HAMMER Rafale Secara Lokal

Di tengah dorongan India untuk mencapai swasembada pertahanan melalui inisiatif “Make in India,” kabar mengenai kesepakatan co-produksi amunisi udara ke permukaan antara konglomerat Perancis, Safran, dan industri pertahanan India telah mencuri perhatian global.

Baca juga: Bukti Pertama Sukhoi Su-27 Ukraina Mampu Luncurkan Bom Pintar AASM-250 HAMMER

Proyek ini bertujuan untuk memproduksi senjata canggih secara domestik, memastikan pasokan amunisi taktis yang stabil untuk armada jet tempur Rafale milik Angkatan Udara India (IAF).

Kesepakatan ini menyoroti tren penting di antara pengguna jet Rafale (termasuk Indonesia) untuk tidak hanya membeli platform, tetapi juga mengamankan rantai pasokan senjata.

Jenis amunisi yang menjadi fokus utama kerjasama ini adalah AASM (Highly Agile Modular Munition) – kondang disebut HAMMER. Amunisi ini diproduksi oleh anak perusahaan Safran, Safran Electronics & Defense.

Pindad dan Safran Kembangkan Bom MK82 Sebagai Basis Bom Pintar Hybrid AASM HAMMER

AASM HAMMER adalah kit pemandu modular yang mengubah bom standar (konvensional) menjadi senjata presisi jarak jauh (stand-off range). Sistem ini sangat diminati karena akurasinya yang tinggi (didukung oleh panduan GPS/INS dan, untuk beberapa varian, panduan laser atau pencitraan termal).

Relevansi dengan Rafale, pasalnya HAMMER adalah senjata kunci yang diintegrasikan penuh pada jet tempur Dassault Rafale. Kemampuan serangannya yang fleksibel sangat dibutuhkan oleh IAF dan negara operator Rafale lainnya. Sebagai catatan, IAF telah menggunakan AASM HAMMER pada armada Rafale-nya, terutama dalam skenario ketegangan di perbatasan, dan inilah yang mendorong kebutuhan produksi lokal yang berkelanjutan.

Setelah MiG-29 dan Sukhoi Su-27, Ukraina Pamer Kemampuan Sukhoi Su-25 Luncurkan ‘Bom Pintar Hybrid’ AASM-250 HAMMER

Meskipun detail nilai kontrak spesifik tidak diungkap, namun sifat kesepakatan ini sebagian besar berupa Transfer Teknologi (ToT) dan Joint Venture (JV) atau kerjasama industri, yang mana Safran akan menyediakan teknologi, komponen kritis, dan know-how (pengetahuan teknis) untuk memungkinkan perakitan akhir, pengujian, dan, pada akhirnya, produksi komponen amunisi HAMMER di fasilitas India.

Untuk proyek produksi amunisi presisi tinggi seperti AASM HAMMER, mekanisme yang paling efisien dan paling mungkin dilakukan adalah melalui sebuah Joint Venture baru yang berfokus pada perakitan akhir, pengujian, dan produksi komponen kit pemandu HAMMER, meskipun Bharat Electronics Limited (BEL) tetap menjadi partner utama di pihak India, yang akan bertanggung jawab untuk merakit, menguji, dan secara bertahap memproduksi komponen HAMMER secara lokal di India (di bawah inisiatif Make in India)

Ukraina Konfirmasi Integrasi Bom Pintar Hybrid AASM-250 HAMMER di Jet Tempur MiG-29 Fulcrum

Keberhasilan joint venture membuka kemungkinan bagi negara pengguna Rafale di Asia untuk menjalin kerjasama dengan India untuk mendapatkan pasokan amunisi atau bahkan melakukan pemeliharaan (Maintenance, Repair, and Overhaul / MRO) di masa depan. Saat ini, Indonesia melalui PT Pindad baru pada tahap awal penjajakan dan kerjasama dengan Perancis. Keberhasilan program Make in India ini dapat menjadi studi kasus dan tolok ukur bagi Indonesia dalam menjalin kemitraan serupa di masa mendatang.

Meskipun fokusnya pada Rafale, secara teknis, dimungkinkan untuk mengintegrasikan AASM HAMMER pada platform pesawat tempur lain di masa depan, seperti untuk Mirage 2000 dan jet tempur domestik (Tejas).

Berbeda dengan di Indonesia, Safran di India telah memiliki rekam jejak pada beberapa produk, seperti mesin Rafale (M88) dan mesin helikopter (Shakti). Safran adalah penyedia sistem navigasi inersia (Inertial Navigation System/INS) presisi tinggi untuk berbagai platform, termasuk jet tempur warisan Perancis seperti Mirage 2000 dan jet tempur Rafale itu sendiri. (Bayu Pamungkas)

Lengkapi Kemunculan Rafale F5, Safran Perkenalkan Bom Pintar Hybrid Generasi Terbaru AASM HAMMER XLR