Perusahaan Turki Rancang Drone Anti Kapal Selam yang Dibekali Torpedo dan Sonobuoy

Ada yang menarik dari Hari Kedaulatan Nasional Turki yang jatuh pada 23 April lalu, pasalnya telah dirilis desain drone kapal permukaan yang dirancang untuk misi anti kapal selam (AKS). Model drone kapal permukaan (USV) kini sudah tak asing lagi, namun, untuk peran AKS masih terbilang langka, pasalnya jenis sensor yang dibawanya pun berbeda dan lebih rumit untuk cara pendeteksiannya.

Baca juga: Perusahaan Turki Rilis “FAC55,” Desain Kapal Cepat Rudal dengan Kadar Stealth Tinggi

Dikutip dari Navalpost.com (29/4/2021), dua perusahaan pertahanan asal Turki – Ares Shipyard and Meteksan, telah memperkenalkan desain Unmanned Surface Combat Vehicle (USCV) yang diberi label Ulaq. Drone dengan kemampuan anti submarine warfare (ASW) ini punya panjang 11,8 meter dan dapat melaju 45 km per jam. Sementara untuk tugas AKS, Ulaq dilengkapi dengan sonar pendeteksi kapal selam, sonobuoy dan dua unit torpedo ringan kaliber 324 mm.

Phak pengembang menyebut, Ulaq nantinya dapat dikendalikan dari stasiun kendali di pantai, sampai dapat mengandalkan relay dari drone di udara. Saat ini, Ares Shipyard and Meteksan telah menyelesaikan fase desain Ulaq, rencananya prototipe perdana drone anti kapal selam ini akan dirilis pada akhir tahun ini (2021). Sementara uji tembak torpedo diharapkan dapat dilakukan pada semester kedua tahun 2022.

Ulaq muncul sebagai hasil kerjasama dua perusahaan Turki, Meteksan Defense yang dikenal dengan produk sonar, sistem kontrol drone dan sistem datanya. Sementara Ares shipyard adalah pembuat kapal komposit yang mengirimkan banyak kapal ke beberapa angkatan laut dan penjaga pantai.

Baca juga: Singapura Akuisisi Empat Unit USV Terbaru, Selat Singapura Bakal Dijaga Drone Laut

Dari brosur yang dipamerkan, disebut Ulaq akan dilengkapi self destruction capability, WAIS (Warship Automatic Identification System), encrypted communication, serta day and night vision system. Tidak diketahui, jenis pasokan mesin yang nantinya akan digunakan, namun, Ulaq dirancang untuk dapat berlayar sejauh 500 km. (Bayu Pamungkas)

Tags:, ,
13 Comments