Perusahaan Swasta Australia Luncurkan Kontainer Mobile untuk Deteksi Objek Asing di Luar Angkasa

(Silentium Defence)

Australia, negara di selatan Indonesia ini terbilang komprehensif untuk urusan pertahanan. Bukan saja mengantisipasi pada ancaman konvensional dari negara di utara, melainkan Australia sejak lama sudah bersiap merespon ancaman yang berasal dari luar angkasa. Bukan untuk menghadapi alien, melainkan Negeri Benua itu telah beradaptasi untuk melakukan pengamatan pada objek asing di luar angkasa yang berpotensi mengancam kepentingan nasional.

Baca juga: Deteksi Objek Asing di Ruang Angkasa, AS Gelar Space Surveillance Telescope di Australia Barat

Yang dimaksud objek asing dalam hal ini adalah satelit mata-mata yang mengintai di orbit rendah Bumi, sampai kesiapan untuk mengantisipasi serangan rudal balistik antarbenua. Bersama dengan Amerika Serikat, Australia kini mengoperasikan Space Surveillance Telescope (SST).

SST memberi kemampuan deteksi Australia pada objek yang jauh berada di luar angkasa. SST dirancang untuk mendeteksi, melacak dan mengidentifikasi puing-puing dan satelit di ketinggian lebih dari lebih dari 22.000 mil (35.405 km) di atas permukaan bumi.

Dan masih terkait dengan space situational awareness (SSA) Australia pada objek asing di luar angkasa. Dikutip dari Breakingdefense.com (24/10/2022), perusahaan pertahahan swasta Australia yang berbasis di Adelaide, Silentium Defence, telah meluncurkan jenis passive space radar dalam sebuah kontainer pelacakan untuk objek di orbit rendah.

“Kita berbicara tentang sebuah kontainer observatorium luar angkasa yang isinya sudah mencakup komponen catu daya, generator, baterai, semua komputer, semua antena yang muat di dalamnya,” kata CEO Silentium, James Palmer. Ia menambahkan, sistem ini dapat ditempatkan di area di mana Anda ingin mendapatkan cakupan, menyebarkan aperture dan dalam setengah hari Anda berdiri dan berjalan, mengamati elemen di orbit rendah Bumi secara diam-diam. Karena sifatnya adalah radar pasif yang tidak memancarkan gelombang radio apa pun untuk menjadikannya sasaran.

Space Fence buatan Lockheed Martin di Atol Kwajalein di Kepulauan Marshall.

Silentium Defence berencana untuk mengungkap sistem barunya pada Australian Space Forum di Adelaide. Radar pasif bekerja dengan melacak pantulan objek dari gelombang radio FM. Kelipatan dari sistem yang relatif murah dapat diterapkan di seluruh dunia untuk melacak beragam objek saat mereka terhubung ke jaringan.

Untuk perspektif, ada sistem yang jauh lebih maju di luar sana, seperti Space Fence buatan Lockheed Martin di Atol Kwajalein di Kepulauan Marshall. Spance Fence dapat melacak objek sekecil kelereng, sementara sistem Silentium dirancang untuk melacak objek yang lebih besar dari 10 sentimeter.

Namun, Space Fence milik AS menggunakan pembangkit listrik 10 megawatt, bersifat statis dalam ground station dan memberikan emisi yang dapat digunakan musuh untuk melacak dan menargetkannya. Space Fence menggunakan radar S-band bertenaga Gallium Nitrida (GaN). Transistor beroperasi pada suhu, frekuensi, dan tegangan yang lebih tinggi. Sebagai informasi, stasiun 10 megawatt itu dapat memberi daya pada 1.640 rumah di Amerika.

Sementara sistem space tracking dari Silentium punya keunggulan dalam mobilitas dan tidak dapat dilacak keberadaanya oleh lawan. Sistem Silentium menggunakan generator portabel yang relatif kecil untuk tenaganya.

Namun, solusi dari Silentium Defence bukan tanpa kelemahan, sistem ini bergantung pada sumber eksternal sinyal radio FM, katakanlah dari stasiun radio terestrial, yang memantul dari satelit Itu berarti mungkin sulit untuk digunakan di daerah yang sangat terpencil di mana sinyal-sinyal itu sedikit dan jarang, dan itu tidak akan melacak benda-benda kecil.

Melacak wilayah ruang angkasa yang semakin padat yang di orbit rendah Bumi telah menjadi jauh lebih penting karena satelit komersial, sipil, dan militer tersebar dalam jumlah besar.

Baca juga: ‘Intip’ Sebagian Besar Wilayah Indonesia, Jindalee Bukan Over The Horizon Radar Pertama di Dunia

Satu fakta menarik, sistem pelacakan objek keluaran Australia ini gratis lisensi kepada negara lain, karena telah dikembangkan sepenuhnya di Australia. Artinya, bisa langsung diekspor ke negara mana pun yang disetujui Australia, tanpa terlebih dahulu mendapat izin dari Amerika Serikat. (Gilang Perdana)