Percepat Pengiriman, Lobi Israel Desak Washington Alihkan Slot Produksi Jet Tempur F-15EX

(image credit: Jerry McGrath/cryonic_photography)

Tak ada yang meragukan kemampuan lobi Yahudi dalam mempengaruhi kebijakan politik dan pertahanan Amerika Serikat, terlebih dalam kondisisi ‘kepepet’ atas konflik terbukanya dengan Iran. Setelah pada bulan April lalu Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant meminta percepatan pengiriman 25 unit jet tempur F-15EX produksi Boeing, maka ada kabar lanjutan bahwa Israel kian menekan Washington, kali ini dengan meminta pengalihan slot produksi F-15EX.

Baca juga: Bersiap Perang dengan Iran, Israel Minta ke AS Percepat Pengiriman 25 Unit Jet Tempur F-15EX

Permintaan Israel atas pengalihan slot produksi F-15EX bisa dipastikan terkait dengan lobi Tel Aviv untuk mempercepat pengiriman F-15EX untuk Israel. Dikutip Bulgarianmilitary.com, Tel Aviv dikabarkan mendesak Washington untuk mempercepat pengiriman F-15EX untuk Angkatan Udara Israel. Dengan meningkatnya ketegangan dengan Iran, maka Angkatan Udara Israel telah meminta bantuan Kementerian Pertahanannya untuk memfasilitasi percepatan pengiriman.

Untuk mencapai hal tersebut, maka Tel Aviv perlu membujuk Washington untuk menyesuaikan jadwal produksi yang direncanakan dan memprioritaskan Israel. Awal tahun ini, Washington menyetujui pembelian 25 unit tempur F-15EX untuk Israel setelah awalnya diblokir oleh dua anggota Kongres dari Partai Demokrat. Setelah negosiasi, penolakan tersebut dicabut, yang memungkinkan kesepakatan senilai US$18 miliar untuk dilanjutkan. Meskipun ada lobi-lobi Yahudi, perkiraan menunjukkan bahwa F-15EX pertama untuk Israel mungkin tidak akan dikirimkan sebelum tahun 2028, atau mungkin tahun 2029.

Meningkatnya ancaman militer dari Iran menggarisbawahi urgensi bagi IAF untuk memperluas armada Boeing F-15IA menjadi 50 unit, dengan pengiriman dimulai pada kesempatan paling awal. Meskipun kontrak F-35 telah dilaksanakan, kesepakatan untuk F-15 belum terwujud. Israel memiliki kebutuhan langsung untuk F-15 tambahan yang dilengkapi dengan sistem senjata yang dikembangkan Israel untuk menargetkan lokasi yang dibentengi, seperti fasilitas nuklir Iran.

Mantan Kepala Staf Umum Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Aviv Kohavi, menyoroti peran penting pesawat ini dalam melaksanakan misi menyerang fasilitas nuklir Iran dan mengatasi ancaman dari kelompok-kelompok seperti Hizbullah. Dilengkapi dengan senjata yang dirancang khusus untuk menghancurkan target yang diproteksi sistem hanud, F-15EX diharapkan dapat memperkuat keunggulan strategis Israel di kawasan tersebut.

Pejabat Israel menekankan bahwa hubungan pertahanan  antara Iran dan Rusia, khususnya potensi pengiriman sistem pertahanan udara S-400 ke Iran, memperkuat urgensi untuk memperoleh F-15EX. Analis militer Israel menggarisbawahi bahwa pesawat ini tidak hanya membawa lebih banyak persenjataan daripada pesawat lain dalam kategorinya, tetapi juga dilengkapi untuk meluncurkan rudal hipersonik, sehingga sangat diperlukan untuk konflik berisiko tinggi di masa mendatang. Mempercepat perolehan F-15EX sangat penting bagi Israel, karena menghadapi ancaman dari Iran dan serangan rudal dari kelompok teroris seperti Hizbullah.

Boeing, produsen utama F-15EX, berada di bawah tekanan yang cukup besar untuk mempercepat produksi. Pesawat ini sangat diminati tidak hanya oleh Israel tetapi juga oleh Angkatan Udara AS. Permintaan ini dapat menyebabkan persaingan untuk mendapatkan slot produksi, yang berpotensi menunda pengiriman ke klien internasional kecuali prioritas diubah. Tekanan lebih lanjut mungkin datang dari sekutu regional Israel, yang ingin memperbarui angkatan laut mereka.

KSAU Tentang F-15EX: “Jika Ada Kontrak Hari ini, Pesawat Baru Diterima Pada Tahun 2027”

Sekutu AS lainnya di kawasan tersebut, seperti Arab Saudi dan Qatar, sangat ingin memperbarui angkatan udara mereka dan sedang mengupayakan perjanjian serupa untuk pengiriman jet tempur secara cepat. Negara-negara ini mungkin juga mendesak Washington untuk mempercepat pasokan, terutama dengan meningkatnya ancaman dari Iran. Persaingan untuk sistem persenjataan AS ini dapat semakin mempersulit negosiasi, karena masing-masing pihak ingin mendapatkan prioritas atas pihak lainnya.

Angkatan Udara Israel membanggakan F-15IA, varian khusus dari F-15EX yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan uniknya. Pesawat yang mengesankan ini berukuran panjang 19,43 meter, dengan lebar sayap 13,05 meter dan tinggi 5,63 meter. Berat lepas landas maksimumnya mencapai 37.000 kg, memungkinkannya membawa muatan senjata dan peralatan yang cukup besar.

AS Tawarkan Polandia F-15EX dengan Mesin F100 dari Pratt & Whitney, “Lebih Irit Bahan Bakar pada Penerbangan Jelajah”

F-15IA ditenagai oleh dua mesin turbojet Pratt & Whitney F110-GE-129 yang tangguh. Mesin ini memungkinkan pesawat mencapai kecepatan tertinggi lebih dari 2.500 km/jam, atau Mach 2,5. Kemampuan tersebut memastikan F-15IA dapat mencapai ketinggian tinggi dan mempertahankan kelincahan yang luar biasa, terbukti efektif dalam berbagai skenario pertempuran.

Dilengkapi dengan rangkaian sensor canggih, F-15IA dilengkapi radar AESA AN/APG-82, yang memungkinkan deteksi dan pelacakan target jarak jauh. Pesawat ini juga mampu dilengkapi dengan sistem Infrared Search and Track (IRST) canggih untuk pelacakan pesawat musuh pasif.

[the_ad id=”77299″]

Israel dikenal berpengalaman dalam mengembangkan sistem persenjataannya sendiri, dan kuat diduga berencana untuk menggabungkan beberapa kemajuan ini ke dalam pesawat F-15EX pesanannya. Khususnya, ini termasuk sistem peperangan elektronik canggih dan rudal udara-ke-permukaan dari seri “SPICE”. Senjata-senjata ini terkenal karena sensor canggih dan navigasi GPS-nya, yang secara efektif dapat menyerang target yang dibentengi sambil meminimalkan kerusakan tambahan. (Gilang Perdana)

Dubai Airshow 2023: Tampilkan F-15QA Ababil, Boeing Incar Penjualan Jet Tempur F-15EX ke Arab Saudi