Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Perancis Validasi Tempur Rafale F4.3, Standar ‘Terbaru’ yang Digadang Perdana Untuk UEA

Uni Emirat Arab (UEA) secara de facto menandatangani kontrak lebih dulu (daripada Indonesia) untuk pembelian jet tempur Rafale, namun Indonesia dijadwalkan akan lebih dulu menerima batch perdana Rafale pada awal tahun 2026. Sementara UEA baru akan menerima bacth perdana Rafale pada tahun 2027.

Baca juga: Dengan Nomer Seri T-0301, Rafale B Pertama Untuk TNI AU Dikabarkan Terlihat di Bordeaux

Meski terkesan ‘terlambat’, namun Rafale pesanan UEA ternyata bakal mengadopsi sub-varian (standar) terbaru, yakni Rafale F4.3.

Dan mengacu pada informasi yang dipublikasikan oleh Kementerian Angkatan Bersenjata Perancis pada 30 Juli 2025, Direktorat Jenderal Persenjataan (DGA) telah menyelesaikan kampanye untuk meninjau kemampuan operasional pesawat tempur Rafale dalam konfigurasi standar F4.3 di masa mendatang.

Kampanye tersebut dilakukan di Pusat Uji Terbang DGA di Istres, menandai langkah penting menuju kualifikasi formal standar baru ini pada pesawat tempur andalan Dassault Aviation.

Tujuan utama dari kampanye peninjauan ini, yang dikenal sebagai RAU (Revue d’Aptitude à l’Utilisation – Tinjauan Kelayakan Penggunaan), adalah untuk mengevaluasi tingkat kematangan standar Rafale F4.3 saat ini dalam kondisi simulasi misi operasional dunia nyata.

Evaluasi itu mencakup berbagai skenario misi, termasuk ranah misi udara-ke-udara, udara-ke-darat, dan udara-ke-laut, dengan fokus khusus pada kinerja sistem, fusi sensor, integrasi senjata, dan konektivitas yang ditingkatkan. Fase ini penting untuk memvalidasi peningkatan teknologi sebelum definisi final dan kualifikasi penuh konfigurasi F4.3.

Standar 4.3 yang baru akan memungkinkan Rafale untuk membawa rudal udara ke udara MICA NG (Next Generation). Pesawat ini juga akan dilengkapi dengan sistem perlindungan diri SPECTRA yang ditingkatkan, radio yang ditentukan perangkat lunak CONTACT, dan nacelle TALIOS, yang dilengkapi dengan algoritma kecerdasan buatan, dan akan memiliki mode ‘penunjukan/pengenalan target otomatis.

Kampanye RAU terbaru memungkinkan DGA dan mitranya untuk menilai potensi operasional real-time dari sistem onboard Rafale F4.3, komunikasi taktis, dan rangkaian sensor. Hasilnya akan menjadi dasar untuk fase pengembangan selanjutnya dan mendukung langkah menuju kualifikasi penuh standar Rafale F4.3.

Baru Dikirim Tahun 2027, Dassault Aviation Luncurkan Unit Perdana Rafale F4 Pesanan UEA

Pengembangan ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam kemampuan tempur udara Perancis dan membantu memastikan keberlanjutan peran Rafale sebagai aset inti dalam kekuatan udara nasional.

Rafale F4.3 saat ini sangat erat kaitannya dengan pesanan dari Uni Emirat Arab (UEA). Meskipun F4.3 adalah bagian dari evolusi standar Rafale F4 secara keseluruhan, varian awal F4.3 yang sedang diuji dikembangkan khusus untuk memenuhi kebutuhan UEA.

Meski versi awal F4.3 dikembangkan untuk UEA, Angkatan Udara Perancis juga akan mengadopsi F4.3 dalam waktu dekat sebagai bagian dari roadmap Rafale. Namun Perancis terlebih dulu mengoperasikan F4.1. Sedangkan F4.3 untuk Perancis akan diadopsi setelah evaluasi sukses dan modifikasi yang sesuai. Bisa disebut, F4.3 bukan hanya untuk UEA, tapi UEA adalah pengguna perdana.

AU Perancis Umumkan Full Operational Capability (FOC) Jet Tempur Rafale F4.1

Sebelumnya, pada bulan Maret 2023, standar F4.1 telah dikualifikasi oleh DGA. Standar ini mencakup serangkaian kemampuan dan sistem onboard baru, termasuk sensor IRST yang ditingkatkan yang menyediakan deteksi pasif siang/malam dan meningkatkan pelacakan pesawat yang kurang teramati di seluruh spektrum inframerah; mode kolaboratif baru untuk meningkatkan deteksi, pelacakan, dan koordinasi pertempuran; penglihatan helm Thales SCORPION untuk akuisisi target yang cepat; dan layar kokpit lateral beresolusi tinggi yang lebih besar untuk mendukung kesadaran dan efisiensi pilot.

Sementara untuk Indonesia, akan mengadopsi standar Rafale F4, lebih tepatnya F4.1 dengan opsi untuk di-upgrade ke F4.2 atau F4.3 di masa depan. Dassault menyebut Indonesia memesan Rafale dalam konfigurasi F4 yang scalable, artinya bisa di-upgrade ke F4.2 atau F4.3 tanpa harus membeli pesawat baru.

Ciri yang membedakan di antara F4.1 dan F4.3 di antaranya pada Rafale F4.3 telah dipersiapkan untuk integrasi dengan loyal wingman, ada dukungan kecerdasan buatan (AI) dan mendukung integrasi senjata buatan lolal, serta sistem baru yang terkait. (Gilang Perdana)

Thales Upgrade Pod Penargetan TALIOS dengan Kecerdasan Buatan, Bikin Rafale Makin Canggih