Lupa Tutup Palka, India Hampir ‘Kehilangan’ INS Arihant, Kapal Selam Nuklir Seharga US$3 Miliar

Dengan karakteristik yang serba khusus, awak kapal selam ibarat bekerja lebih dekat dengan maut. Risiko kehilangan tenaga penggerak, kebakaran, kebocoran, sampai masalah pada persenjataan, semuanya berpotensi memicu insiden fatal di bawah permukaan air. Maka tak heran, bila kualifikasi awak kapal selam dituntut serba lebih tinggi dibanding pelaut di kapal permukaan. Namun tak semua insiden tentang kapal selam bersumber dari masalah-masalah di atas.

Baca juga: Misi Anti Kapal Selam, TNI AL Waspadai “Shadow Zone”

Dikutip dari nationalinterest.org (13/4/2019), disebutkan kapal selam nuklir milik AL India ternyata pernah mengalami kerusakan lumayan parah. Pangkal musababnya adalah karena ‘kelalaian manusia,’ dimana awak kapal lupa menutup salah satu pintu palka (hacth). Alhasil air dari luar membanjiri berbagai ruangan penting di kapal selam yang berharga US$3 miliar itu. Apesnya air laut yang korosif kadung mengalir ke ruang propulsi kapal.

Peristiwanya sendiri disebutkan terjadi pada Februari 2017, namun baru mencuat ke permukaan setelah media nasional India mewartakan kisah ini beberapa waktu lalu. INS Arihant dibangun oleh galangan Shipbuilding Centre (SBC), Visakhapatnam, India. Kapal selam nuklir dengan bobot 6.000 ton ini resmi masuk jajaran AL India pada Agustus 2016.

Sejak insiden yang memalukan terebut, INS Arihant harus masuk dock selama 10 bulan untuk program perbaikan dan pembersihan. Disebut pembersihan lantaran air laut yang korosif ternyata berakibat fatal, banyak pipa yang kemudian harus dipotong dan diganti. Pihak berwenang India memerintahkan penggantian pipa karena pipa yang terkena air laut tidak dapat diandalkan lagi kualitasnya, terutama pipa yang membawa pendingin air bertekanan ke dan dari reaktor nuklir 83 megawatt kapal.

INS Arihant saat ini dalam status beroperasi penuh dengan mengandalkan turbin yang berasal dari reactor nuklir. Kapal selam ini punya panjang 111 meter dan lebar 15 meter. Saat di bawah permukaan kapal dapat melesat 24 knots (44 km per jam) dan saat di atas permukaan dengan kecepatan maksimum 15 knots (28 km per jam). Kemampuan menyelam sampai kedalaman 350 meter.

Baca juga: Sasar Pengadaan Pasca 2024, Turki Tawarkan Kapal Selam Type 209 dan Type 214 untuk TNI AL

Dengan diawaki 100 personel, INS Arihant dilengkapi enam peluncur torpedo kaliber 533 mm dan 12 peluncur rudal balistik K-15 Sagarika SLBM. Dengan pasokan energi nuklir, kapal selam ini punya daya jelajah tidak terbatas. (Gilang Perdana)

10 Comments