Lakukan Prank, Inilah Kisah Frigat Inggris HMS London yang Nekat Berlayar di Lepas Pantai Soviet

(HMS London)

Belum lama ini telah terjadi insiden di Laut Hitam yang melibatkan frigat AL Inggris HMS Defender dan frigat AL Belanda HNLMS Evertsen yang ‘berhadapan’ dengan Angkatan Laut Rusia. Aksi provokasi antara elemen NATO dan Rusia tersebut bahkan telah memicu ketegangan baru yang dapat memicu kontak senjata. Dan di dekade 80-an nyatanya pernah terjadi ketegangan serupa antara Inggris dan Rusia.

Baca juga: Insiden di Laut Hitam, Inggris Tuduh Rusia Lakukan ‘Spoofing’ GPS pada Koordinat Kapal Perang

Mengutip dari nationalinterest.org, kejadian tersebut terjadi pada saat era Perang Dingin masih berlangsung. Di akhir dekade 80-an, ketegangan antara NATO dan Uni Soviet mulai mereda dan itu menyisakan ruang untuk melakukan kegiatan pengintaian dengan cara yang lebih rileks.

Sebagai latar dari kegiatan itu adalah tercapainya kesepatakan antara Presiden AS Ronald Reagan dan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev pada tahun 1987 dalam perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) yang melarang penggunaan rudal jelajah berhulu ledak nuklir dengan jangkauan 300-3.400 mil di Eropa.

Di masa tersebut, AL Inggris (Royal Navy) tetap menjalankan beberapa misi pengumpulan intelijen stategis. Bedanya, bila dahulu dilakukan dengan cara mengirimkan kapal selam bertenaga nuklir yang menyusup ke wilayah Soviet, maka ada perubahan skenario, dimana Inggris justru mengirimkan kapal perang permukaan yang sangat gamblang terlihat, sampai disini modusnya mirip dengan yang dilakukan HMS Defender beberapa waktu lalu.

Persisnya yang dilakukan Inggris adalah mengirimkan kapal perang keluaran baru, HMS London (Frigat Type 22). Di frigat dengan bobot 5.300 ton dan panjang 148 meter, terdapat sosok yang fenomenal, yaitu Kapten Douglas Littlejohns. Ia adalah mantan komandan kapam selam dan menjadi komandan kedua HMS London yang bertugas pada periode 1987-1989.

Sebagai frigat keluaran terbaru, saat itu HMS London menjadi kebanggaan Inggris karena dilengkapi perangkat terbaru untuk pengumpulan intelijen elektronik. Kabarnya yang jadi unggulan adalah sistem kecerdasan elektronik buatan AS yang sangat mumpuni dengan kemampuan pelacakan hingga 500 kontak radio.

Pada Januari 1988, HMS London dikerahkan ke Laut Baltik, wilayah terpencil yang diakui sebagai milik Soviet. Misi utamanya adalah untuk menguji sistem dan sensor HMS London terhadap target potensial yang nyata.

Di tengah malam, HMS London melayari rute antara Denmark dan Swedia. Untuk perlindungan lebih lanjut, lampu HMS London diatur untuk meniru kapal dagang dan saat fajar frigat tersebut akan berada di lepas pantai Uni Soviet.

KCR (Kapal Cepat Rudal) Matka Class milik AL Soviet.

Dan, akhirnya Soviet menyadari kehadiran kapal perang NATO tersebut di lepas pantai mereka. Lalu dikirim pesawat dan helikopter untuk mencegat HMS London. Salah satunya adalah pengerahan hydrofoil bersenjata rudal Matka Class untuk mencegat frigat Inggris itu.

Alih-alih kabur, justru Littlejohns membawa HMS London bermanuver meladeni kapal cepat rudal Rusia tersebut. Bahkan Littlejohns melakukan ‘pelecehan’ terhadap kru hidrofoil Rusia. Mantan kapten kapal selam itu berpakaian seperti seorang pendeta, meminta bengkel kapalnya membuat peti mati, kemudian mengorganisir pemakaman tiruan di geladak dengan pandangan penuh ke arah kapal Soviet. Selanjutnya awak fregat melepaskan peti mati ke laut.

Peti mati itu dirancang untuk mengapung, selanjutnya HMS London berlayar menjauh peti mati yang terombang-ambing di lautan. Littlejohns mengambil sepasang teropong dan menyaksikan awak Soviet mengambil apa yang tampaknya mereka harapkan akan menjadi ‘hadiah’ intelijen.

Tapi bukannya berisi tubuh seorang pelaut Inggris, peti mati itu justru memberikan kejutan lain bagi prajurit Soviet. Isi peti tersebut terdiri dari Sebotol wiski, majalah porno, dan salinan novel favorit Littlejohns, The Hunt for Red October. Ada juga catatan dari Littlejohns yang berbunyi, “Apakah Anda tidak melakukan sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan?”

Di masa-masa berikutnya, Inggris dan Rusia kerap terlibat kegiatan saling intai di lautan. Sebelum insiden HMS Defender pada 23 Juni 2021, pada 6 November 2020, Vishnya Class intelligence ship milik AL Rusia terendus keberadaannya tak jauh dari lepas pantai Skotlandia.

Baca juga: Vishnya Class – Kapal Mata-mata Rusia yang Nekad Dekati Basis P-8 Poseidon Inggris

Keberadaan kedua spy ship yang kondang di era Uni Soviet tersebut, diketahui posisinya lewat citra satelit sipil. Seperti terlihat dalam ilustrasi maps, posisi Vishnya Class hanya berjarak 88 km dari pangkalan udara AU Inggris – RAF Lossiemouth. RAF Lossiemouth adalah instalasi militer penting bagi AU Inggris, pasalnya disanalah terdapat armada P-8 Poseidon MRA1, berikut empat skadron tempur Eurofighter Typhoon FGR4. (Bayu Pamungkas)

7 Comments