Kekurangan Pelaut, Frigat HMAS Perth Tak Melaut Selama 2 Tahun

Masyarakat pembayar pajak di Australia belum lama ini dibuat kaget, lantaran baru mengetahui bahwa frigat HMAS Perth (FFH 157) – Anzac Class sudah dua tahun ini berada di dok kering (dry dock) Henderson shipyard, Australia Barat. Padahal frigat canggih dengan bobot mati 3.810 ton ini sudah merampungkan proses upgrade pada sistem elektronik dan persenjataannya. Tidak beroperasinya frigat ini tentu mengundang pertanyaan besar bagi khalayak di Negari Kangguru. Memang ada rencana untuk memesiunkan frigat Anzac Class secara bertahap, tapi itu baru dilakukan mulau tahun 2030, seiring dengan diterimanya frigat anyar Hunter Class untuk AL Australia (RAN).

Baca juga: Frigat Hunter Class – Jurus Australia Hadapi Ekspansi Kekuatan Bawah Laut Cina

Berbeda dengan kasus yang dialami di negara berkembang, ketidaksiapan tempur HMAS Perth bukan lantaran ketiadaan suku cadang dan biaya. Dikutip dari navaltoday.com (7/6/2019), HMAS Perth tak kunjung melaut dikarenakana kurangnya sumber daya manusia, alias kurangnya pelaut atau jumlah pengawak kapal perang yang punya panjang 118 meter ini.

Dari informasi yang ada, disebutkan HMAS Perth terakhir menjalani misi pada November 2016 dan siklus perawatan serta upgrade pun sudah dituntaskan pada Oktober 2017. Nah, sejak November 2017 itulah HMAS Perth justru tak beroperasi.

Marcus Hellyer dari Australian Strategic Policy Institute’s (ASPI) dalam laporan “The Cost of Defence” menjelaskan bahwa kekurangan personel kini sedang menjadi ‘permasalahn’ pada angkatan bersenjata Australia. Berdasarkan laporan Australian National Audit Office (ANAO) pada April 2019, pihak AL Australia berharap pemenuhan jumlah awak untuk HMAS Perth dapat dipenuhi antara Juli 2019 dan Januari 2020.

Buntut dari laporan yang digelontorkan ASPI, pihak Maritime Union of Australia (MUA) menyarankan agar AL Australia agar kekurangan tenaga pelaut dapat diambil dari tenaga pelaut sipil. Selama ini , AL Australia telah mempekerjakan awak sipil, terutama untuk mengawaki armada kapal riset, kapal tanker, dan kapal penyelamat kapal selam. Namun, perlu dicatat HMAS Perth adalah kapal kombatan, yang kualifikasi awaknya tentu membutuhkan pertimbangan lebih dalam.

Sekretaris Nasional MUA Paddy Crumlin punya pendapat, bahwa perekrutan dan pelatihan tambahan merupakan solusi jangka panjang, tetapi dalam jangka pendek AL Australia harus menggunakan pelaut sipil dalam mendukung operasional kapal perang. Merujuk informasi dari Wikipedia.org, jumlah awak HMAS Perth mencapai 170 orang.

Baca juga: [Polling] MH-60R Seahawk RAN – Lawan Tanding Terberat Heli AKS AS 565 Panther TNI AL

HMAS Perth diluncurkan pada Maret 2004 dan resmi masuk arsenal AL Australia pada 26 Agustus 2006. Populasi kapal perang ini ada 10 unit, 8 unit digunakan oleh AL Australia, dan 2 unit digunakan oleh Selandia Baru.

Soal kelengkapan senjata, Anzac Class memang bukan tandingan SIGMA TNI AL, sebut saja ada bekal CIWS Phalanx, rudal Sea Sparrow, rudal anti kapal Harpoon, dan torpedo MK46. Seperti halnya Formidable Class, ANZAC Class juga membawa helikopter anti kapal selam S-70B-2 Seahawk. (Gilang Perdana)

7 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *