Jadi Korban di Langit Kashmir, Inilah Sosok MiG-21 Bison yang Legendaris

Konfrontasi udara antara India dan Pakistan di Kashmir dalam beberapa hari ini tengah menjadi headline. Aksi saling klaim membuat urutan kejadian sebenarnya masih simpang siur. Seperti India yang mengklaim telah menembak jatuh F-16 Fighting Falcon, sebaliknya Pakistan mengklaim telah menembak jatuh MiG-21 Bison. Namun dari penelurusan dan bukti foto, berikut pilot yang menjadi tawanan, maka besar kemungkinan salah satu jet tempur yang menjadi korban adalah MiG-21 Bison milik India.

Baca juga: JF-17 Thunder Multirole Fighter – Bukti Kebangkitan Pakistan dari Belenggu Embargo Alutsista

Dikutip dari The Diplomat, malah menyebut nama jet tempur JF-17 Thunder sebagai pesawat yang digunakan Pakistan dalam dogfight dan yang menembak jet tempur MiG-21 Bison India “Dengan bangga mengumumkan, saya adalah direktur proyek untuk program JF-17 Thunder yang diproduksi bersama oleh Pakistan dan China selama masa jabatan Jenderal Pervez Musharraf,” kata pensiunan PAF Marsekal Udara Shahid Latif dalam sebuah pernyataan di media sosial.

“Hari ini Rabu kemarin (27/2/2019), jet yang sama menargetkan dan menembak jatuh jet India yang memasuki wilayah udara Pakistan,” ujarnya. Beberapa laporan mengklaim bahwa jet Pakistan menembakkan rudal udara-ke-udara BVRAAM di luar jangkauan visual. Namun, klaim bahwa JF-17 yang menembak jatuh MiG-21 Bison India belum bisa diverifikasi secara independen.

MiG-21 Bison di Aero India 2017

Pada artikel terdahulu kami pernah mengupas sosok JF-17 Thunder yang pernah kokpitnya dinaiki Presiden Joko Widodo saat kunjungan kenegaraan di Pakistan. Sementara yang menarik perhatian lain saat ini adalah sosok MiG-21 Bison. Tentu bukan tanpa sebab, pasalnya nama MiG-21 pernah mengharumkan nama Indonesia, mengangkat citra Indonesia di era 60-an sebagai kekuatan udara terbesar di Asia Selatan.

MiG-21 Bison memang identik dengan MiG-21 yang dioperasikan TNI AU (d/h AURI), model fuselage dan air intake tak berubah, hanya yang nampak berbeda adalah model canopy pada kokpit. Yang kita kenal di museum Satria Mandala misalnya, adalah MiG-21 F-13 (Fishbed C) yang merupakan salah generasi awal dari MiG-21. Varian MiG-21 F-13 mengadopsi pintu kokpit yang dibuka dengan mendorong kedepan. Sebaliknya pada varian MiG-21 Bison, pintu kokpit dibuka dengan mendorong ke samping kanan, mirip dengan mekanisme pada pintu kokpit di jet tempur Hawk 109/209.

Sudah barang tentu bukan hanya soal desain pintu kokpit, lebih dari itu MiG-21 Fishbed mewakili level teknologi jet tempur era 50-an, sementara MiG-21 Bison merupakan representasi teknologi jet tempur era 80-an. Bison sendiri mewakili generasi terakhir dari keluarga MiG-21, sejumlah upgrade dan peningkatan kemampuan sudah dibenamkan pada MiG-21 Bison, kode resminya adalah MiG-21โ€“93. Beberapa fitur yang ada di MiG-21 Bison mencakup new multimode radar with improved avionics, navigation IFF (Identification Friend or Foe) dan communications equipment. Untuk meladeni duel jarak dekat, Bison dapat membawa stock chaff dan flare lebih banyak.

Baca juga: Sisi Lain MiG-21F-13 Fishbed C, โ€œAK-47 of The Airโ€ TNI AU

Bila diperhatikan, windshield pada kanopi Bison mengkuti model MiG-29 Fulcrum. Untuk urusan persenjataan, MiG-21 Bison dapat melepaskan rudal udara ke udara jarak dekat R-73 Archer dan rudal udara ke udara jarak medium R-77 yang dipandu radar. Tidak itu saja, Bison juga dirancang mampu melepaskan bom pintar.
Pilot MiG-21 Bison juga telah dilengkapi Helmet Mounted System, dengan jenis yang serupa pada MiG-29. Dan untuk urusan keselamatan, kemampuan dan kinerja kursi lontar sudah mengalami peningkatan.

Pengguna MiG-21 Bison yang terbesar saat ini adalah India, dalam arsenal AU India, Bison merupakan hasil upgrade dari MIG-21Bis Fishbed-N. Jumlah MiG-21 Bison yang dioperasikan India saat ini mencapai 125 unit. Secara bertahap Bison memang akan dipensiunkan pada tahun 2019, sebagai gantinya adalah HAL Tejas MK1. (Bayu Pamungkas)

15 Comments