Inggris Ciptakan (Lagi) Sistem Hanud Anti Drone Berbiaya Murah, Bukan Berbasis Laser Tapi Frekuensi Radio

Guna meladeni perang asimetris dengan pelibatan drone kamikaze dalam jumlah besar, maka hadirnya sistem hanud (pertahanan udara) yang efektif namun berbiaya murah telah menjadi tuntutan. Inggris dalam hal ini menjadi salah satu yang terdepan. Setelah uji coba DragonFire sukses dan rencana pemasangan di kapal perang Angkatan Laut pada tahun 2027, maka Angkatan Darat Inggris juga mengidamkan jenis senjata anti drone yang hemat ongkos.

Baca juga: Inggris Sukses Uji Coba DragonFire – Sistem Hanud Berbasis Laser Berbiaya Murah, Sekali Tembak ‘Hanya’ Rp160.000

Bila DragonFire adalah senjata anti drone berbasis laser yang dalam sekali tembak diklaim hanya butuh biaya kurang dari 10 poundsterling per tembakan, maka solusi lain yang ditawarkan untuk kebutuhan Angkatan Darat Inggris (Royal Army) adalah Low Cost – Radio Frequency Directed Energy Weapon (RFDEW). Berbeda dengan DragonFire yang mengenai sasaran dengan sinar laser, maka Low Cost RFDEW mengandalkan energi terarah dari gelombang radio untuk menjatuhkan drone.

Dikutip dari siaran pers gov.uk (16/5/2024), Kementerian Pertahanan Inggris dan Defence Science and Technology Laboratory (Dstl) meluncurkan pengembangan berkelanjutan dari RFDEW sebuah sistem serbaguna yang dapat mendeteksi, melacak, dan menghadapi berbagai ancaman di darat, udara, dan laut. Sistem ini dimaksudkan sebagai alternatif penggunaan rudal hanud berbiaya rendah ketika berhadapan dengan target kecil seperti drone.

Peristiwa baru-baru ini di Timur Tengah dan Ukraina sekali lagi menunjukkan kesenjangan antara biaya sistem yang digunakan oleh pihak penyerang dan pengguna sistem hanud yang bertahan, di mana rudal berharga ribuan dolar harus digunakan untuk menghancurkan drone kecil atau rudal jelajah yang harganya sangat jauh lebih murah.

“Dengan biaya per tembakan hanya seharga secangkir kopi (10 poundsterling), maka RFDEW adalah alternatif yang sangat hemat biaya dibandingkan sistem pertahanan udara berbasis rudal tradisional, yang mampu menjatuhkan kawanan drone berbahaya dengan efek instan,” kata Kementerian Pertahanan. RFDEW memancarkan gelombang radio untuk mengganggu atau merusak komponen elektronik penting pada drone yang menyebabkan wahana nirawak tersebut terhenti di jalurnya atau jatuh dari langit.

Low Cost RFDEW memiliki jangkauan 1 km dan sedang dikembangkan untuk meningkatkan jangkauannya, dapat dengan cepat menembakkan tembakan berurutan ke sasaran individu atau diperluas untuk secara bersamaan menghadapi semua ancaman dalam jangkauan tersebut.

RFDEW dapat dioperasikan secara otomatis dan dapat dioperasikan hanya oleh satu operator. Modul senjata anti drone ini dapat dipasang pada berbagai kendaraan militer, seperti truk terbuka, dan dapat dihubungkan ke sumber listrik bergerak (mobile power source).

Sistem RFDEW rencananya akan menjalani uji lapangan ekstensif dengan tentara Inggris selama musim panas, sebelum dikirim ke angkatan bersenjata Inggris. (Gilang Perdana)

Dronebuster Block 3: Tactical Drone Jammer Gun Ringkas Laksana Pistol