India Pensiunkan MiG-21 di Tahun 2025, Pecahkan Rekor 200 Pilot Tewas dalam 400 Kecelakaan

Sejak tahun 2019 pemerintah India telah mengumandangkan niatnya untuk memensiunkan armada jet tempur MiG-21, termasuk varian MiG-21 Bison yang diproduksi di dalam negeri oleh Hindustan Aeronautics Limited (HAL). Selain karena telah berusia uzur, niat tersebut didasarkan karena begitu banyak insiden kecelakaan yang terkait MiG-21. Tapi faktanya, Angkatan Udara India (Indian Air Force/IAF) sampai saat ini masih terus mengoperasikan MiG-21.

Baca juga: Setelah Mengudara 40 Tahun, AU India Akhirnya Pensiunkan MiG-21 Bison Mulai September 2019

Namun, sebuah tekad baru telah diungkapkan oleh Angkatan Udara India, bahwa jadwal untuk memensiunkan MiG-21 telah dimatangkan, yakni dengan penerbangan terakhir dijadwalkan pada tahun 2025, sekaligus menutup babak panjang yang sarat masalah dalam sejarah MiG-21 di Angkatan Udara India.

MiG-21 adalah salah satu jet tempur yang paling banyak diproduksi dalam sejarah, dengan lebih dari 11.000 unit diproduksi antara tahun 1959 dan 1985. Sejarah MiG-21 sangat menarik, bertransisi dari salah satu pesawat paling canggih di angkasa menjadi “peti mati” dan saat ini, semacam fosil usang dalam pertempuran udara.

MIG-21 versi Latih dengan dua kursi, milik AU India

MiG-21 mulai dioperasikan Angkatan Udara India pada tahun 1963. Pada saat itu, pesawat tersebut merupakan pesawat tempur tercanggih di kelasnya dan menjadi tulang punggung udara Negeri Anak Benua dari tahun 1970an hingga pertengahan tahun 2000an. MiG-21 khususnya bersinar selama Perang Indo-Pakistan tahun 1971.

Namun saat ini, MiG-21 telah menjadi peninggalan sejarah di sebagian besar angkatan udara di seluruh dunia. Bahkan MiG-21 tidak pernah digunakan oleh Angkatan Udara Rusia, karena sudah pensiun dari dinas saat masih menjadi Angkatan Udara Soviet. Namun, Angkatan Udara India terus menerbangkan MiG-21 dalam jumlah terbatas meskipun ada upaya untuk menggantinya lebih awal.

Seperti dikutip Armyrecognition.com, salah satu permasalahannya adalah postur Angkatan Udara India secara signifikan berada di bawah kebutuhan kekuatan minimalnya. Angkatan Udara India seharusnya memiliki 42 skadron tempur, tetapi saat ini hanya terdapat sekitar 31 skadron tempur. Komposisi armada dari 31 skuadron tempur ini adalah salah satu yang paling menarik di dunia. Angkatan Udara India memiliki segalanya mulai dari jet tempur modern Rusia seperti Su-30MKI dan pesawat tempur multirole Perancis Dassault Rafale, Mirage 2000, hingga BAE Hawk dan MiG-21. Kesenjangan antara kemampuan generasi pesawat tertua dan terbaru sangat mencengangkan.

Angkatan Udara India menghadapi tugas berat: mengganti platform lamanya, seperti MiG-21, sambil mencoba meningkatkan jumlah skadron tempurnya agar mendekati 42 skadron yang resmi. Saat ini, Angkatan Udara India masih memiliki sekitar 40 unit dari ratusan MiG-21 yang telah dioperasikannya. Pesawat ini telah ditingkatkan agar sesuai dengan jet tempur generasi ketiga.

Jadi Korban di Langit Kashmir, Inilah Sosok MiG-21 Bison yang Legendaris

Selama 60 tahun bertugas di Angkatan Udara India, 200 pilot dan setidaknya 60 warga sipil telah tewas dalam setidaknya 400 kecelakaan yang terkait MiG-21. Terkadang, pilot yang mengendalikan pesawat ini bukanlah personel militer yang baru direkrut, melainkan veteran berpengalaman yang sudah terlatih sepenuhnya. Lebih dari separuh dari 840 pesawat yang dibuat di India antara tahun 1966 dan 1984 hilang karena kecelakaan. Sebagian besar MiG-21 India dibuat di bawah lisensi oleh perusahaan milik negara Hindustan Aeronautics Limited di Bangalore.

Kecelakaan terus menimpa IAF, bahkan dalam beberapa tahun terakhir. Dua pilot tewas di negara bagian Rajasthan, India setelah kecelakaan pada 28 Juli 2022. Pilot lainnya terpaksa keluar pada 8 Mei 2023; pilotnya tidak terluka, tetapi dua warga sipil tewas di darat. Lebih dari 20 MiG-21 telah jatuh sejak 2010.

Setiap skadron tempur memiliki sekitar 20 unit MiG-21. Baru-baru ini, The Wire melaporkan bahwa salah satu dari tiga skuadron MiG-21 yang tersisa akan dipensiunkan dari layanan, meninggalkan dua skuadron yang masih beroperasi dengan pencegat lama. Saat ini, hanya ada 40 pesawat yang melengkapi dua skadron.

Dua skadrin terakhir ini diperkirakan akan pensiun dari layanan pada tahun 2025. Hal ini akan mengakhiri sejarah panjang dan penuh gejolak MiG-21 di Angkatan Udara India. Pada akhirnya, MiG-21 akan dipensiunkan dari layanan di India, sekitar 40 tahun setelah Angkatan Udara Soviet mempensiunkannya pada tahun 1985. Saat ini, pesawat ini terutama digunakan sebagai pencegat dan memiliki peran terbatas sebagai pesawat tempur dan digunakan untuk misi latihan.

India telah lama berupaya mengembangkan pesawatnya sendiri, namun seperti program Tejas mengalami banyak penundaan dan memiliki sejarah yang rumit, yang kemudia memaksa India untuk lebih bergantung pada armadanya yang menua. (Gilang Perdana)

Lawan F-16, Mengapa India Kerahkan MiG-21? Ini Kata KSAU India