HMAS Jerves Bay “Dili Express,” Kapal Katamaran Legendaris Andalan INTERFET

Di awal September 1999, yaitu pasca berlangsungnya jejak pendapat di Timor Leste (d/h Timor Timur) terjadi kesibukan luar biasa di Dermaga Pelabuhan Dili. Kala itu terjadi mobilisasi kekuatan besar-besaran dari militer Australia yang menjadi pentolan INTERFET (International Force for East Timor).  Selain mengandalkan jalur udara, deployment material tempur, pasukan dan logistik juga dipercayakan lewat jalur laut.  Dan diantara elemen armada AL Australia (RAN) yang terlibat aktif dalam misi di Timor, ada sosok kapal yang sangat futuristik pada zamannya.

Baca juga: Nyaris Disengat Torpedo Kapal Selam Cakra Class, Inilah Profil HMAS Kanimbla

Punya tampilan besar dan berlunas ganda (katamaran – Wave-piercing catamaran), menjadikan kapal yang diketahui sebagai HMAS Jervis Bay berhasil mencuri perhatian dalam babak pengerahan kekuatan militer Negeri Kangguru di Bumi Lorosae. Boleh dikata, tidak ada yang mampu menandingi ‘keunikan’ HMAS Jervis Bay diantara lalu lalang kapal sipil dan militer di Perairan Dili saat itu.

Meski jauh di mata, HMAS Jervis Bay (AKR 45) yang beberapa kali muncul di layar televisi nasional (TVRI), terasa lekat dalam benak pikiran, maklum dua tahun sebelum jejak pendapat di Timor Timur, meluncur film James Bond – Tommorow Never Dies (1997) yang memperlihatkan ikon kapal stealth katamaran milik tokoh antagonis Elliot Carver. Sudah barang tentu HMAS Jerves Bay bukan kapal yang punya kemampan siluman, HMAS Jerves bay juga bukan kapal kombatan, melainkan asasi dari kapal berbobot 1.250 ton ini adalah wahana angkut pasukan dan logistik.

Pengisian bahan bakar di lepas pantai Dili.

Berbeda dengan status kapal perang Australia pada umumnya, HMAS Jervis Bay memang ‘didatangkan’ khusus untuk menunjang misi militer Australia di Timor Timur. Dari sumber Australian War Memorial, disebutkan HMAS Jervis Bay baru masuk struktur kekuatan AL Australia pada Mei 1999. Karena didatangkan untuk mendukung misi khusus, AL Australia tidak membeli kapal ini, melainkan hanya menyewa dengan nilai Aus$16 juta. Pun setelah operasi lintas laut ke Timor Timur dirasa sukses, kapal ini dikembalikan ke pemiliknya, yaitu manufaktur pembuat kapal asal Hobart, Tasmania – INCAT.

Dirunut dari sejarahnya, HMAS Jervis Bay diluncurkan INCAT pada November 1997. Di awal operasionalnya, kapal ini lebih banyak melayani ruter charter Melbourne – Devenport. Kecepatan tinggi dan load factor yang besar menjadi pertimbangan AL Australia untuk mengakuisisi kapal katamaran ini. Dengan panjang lambung 88,6 meter, lebar 26 meter dan draught 3,6 meter, kapal ini sanggup membawa 500 pasukan infanteri berikut perlengkapan dan kendaraan tempur ringan.

Embarkasi pasukan Australia dari Pelabuhan Darwin.

HMAS Jerves Bay ditenagai 4 × Ruston 20RK270 medium-speed diesels dan 4 × Lips waterjets, menjadikan kapal ini dapat melaju dengan kecepatan 48 knots (89 km per jam). Dengan kapasitas bahan bakar penuh, kapal futuristik ini dapat menjelajah sampai 1.900 km. Dalam misi pelayaran dari Darwin ke Dili, kapal ini menempuh jarak 800 km yang ditempuh dengan kecepatan 45 knots. Pelayaran dari Darwin ke Dili dalam sekali trip membutuhkan waktu 11 jam.

Selama dua tahun melayani rute Darwin – Dili, HMAS Jervis Bay dengan 20 awaknya telah mencapai 107 trip dan menghantarkan total 20.000 penumpang, 430 kendaraan dan 5.600 ton bahan logistik. Dikenal sebagai kuda beban yang sangat diandalkan pada masa itu, kemudian HMAS Jervis Bay mendapatkan nickname “Dili Express,” melengkapi motto kapal ini – “Strive Valiantly.”

Suasana kacau Pelabuhan Dili dengan latar buritan (ramp door) HMAS Jerves Bay.

Sebagai kapal sipil yang ‘terkena’ wajib militer, HMAS Jerves Bay tidak spesifik dipersenjatai. Namun dalam babak awal pendaratan di Dili, terlihat pasukan di kapal ini bersiaga penuh dengan senapan mesin sedang FN MAG ber-bipod yang steling di geladak haluan. Lantaran situasi di Timor Timur kian kondusif, pelayaran terakhir Darwin – Dili terakhir dilakukan pada 26 April 2001. Kemudian pada 11 Mei 2001, kapal ini resmi ‘dilepas’ dari kedinasan AL Australia, dan kembali sebagai kapal sipil.

Pada tahun 2002, kapal ini dilayarkan ke Eropa secara ferry, dan dioperasikan sebagai kapal angkut ferry oleh perushaan Speed Ferries yang melayani rute di Laut Mediterania. Status terakhirnya kini eks HMAS Jerves Bay dioperasikan oleh Condor Ferries dengan menyandang nama HSC Condor Rapide yang melayani rute Channel Islands – Saint-Malo.

Saat ini menjadi kapal sipil dengan nama HSC Condor Rapide (Wikipedia)

Baca juga: KRI Karang Pilang 981 – Nasib Kapal Angkut Sipil yang Terkena “Wajib Militer”

Serupa tapi tidak sama, TNI AL juga pernah mengoperasikan kapal ferry cepat yang awalnya adalah kapal angkut sipil, yang terakhir kemudian dikembalikan lagi fungsinya sebagai kapal sipil, yang dimaksud adalah KRI Karang Unarang 985 (sejenis KRI Karang Pilang 981) yang dihibahkan TNI AL kepada Pemerintah Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara. (Haryo Adjie)

4 Comments