Foto Satelit Google Maps Ungkap Dimensi Drone ‘Ikan Pari’ Manta Ray yang Luar Biasa

Citra atau foto satelit punya makna strategis dalam aspek pertahahan, selain mampu menguak sesuatu yang selama ini dirahasiakan, citra satelit juga dapat dimanfaatkan sebagai ajang propaganda, terutama untuk ‘memamerkan’ suatu pencapaian besar atas jenis alutsista yang dirahasiakan. Sebut saja salah satunya adalah prototipe Manta Ray, jenis Unmanned Underwater Vehicle (UUV) yang dikembangkan bersama Northrop Grumman.

Baca juga: DARPA dan Northrop Grumman Sukses Uji Coba Manta Ray UUV – Drone ‘Ikan Pari Raksasa’ yang Bisa Menyelam di Berbagai Kedalaman

Manta Ray termasuk pogram pengembangan senjata masa depan AS yang sangat dirahasiakan kemampuannya. Apalagi DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), badan penelitian dan pengembangan yang berada di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat, belum lama ini telah mengumumkan keberhasilan uji coba prototipe Manta Ray, yakni pengujian skala penuh di air. Pencapaian ini menunjukkan bahwa drone bawah air secara efektif menunjukkan kinerja hidrodinamik di laut, menggunakan semua mode operasional – daya apung, baling-baling, dan mekanisme kontrol permukaan.

Lepas dari fitur-fiturnya, Manta Ray menarik perhatian lantaran dimensinya yang sangat besar untuk ukuran UUV berdesain ikan pari ini. Dari spesifikasi, Manta Ray UUV punya berat maksimum 30 ton, dengan 10 ton di antaranya adalah kapasitas payload. Dimensi Manta Ray – panjang 18 meter, lebar 6 meter dan tinggi 3 meter. Beragam sensor yang dibawa Manta Ray seperti sonar, camera, radar dan advanced sensors lainnya.

Seolah melepaskan dahaga para netizen global, prototipe Manta Ray telah diidentifikasi pada foto di Google Maps oleh pengguna yang jeli dan melihat desain futuristiknya dan dengan cepat menyebarkan berita tersebut.

Foto yang menunjukkan Manta Ray tampaknya berlabuh di pangkalan angkatan laut Port Hueneme di California, dan telah menjadi viral pada hari Minggu ketika para penggemar militer terbetot perhatiannya melihat ‘pemandangan langka’ tersebut.

Nama Manta Ray diambil dari nama makhluk laut tersebut, karena kemiripan fisiknya dan kemampuannya untuk bersembunyi dalam waktu lama di bawah air.

Kyle Woerner, manajer program di DARPA mengatakan, Manta Ray dapat tetap berada di dasar laut untuk waktu yang lama tanpa perlu mengisi bahan bakar. DARPA menekankan kemampuan khas Manta Ray, menyoroti perpaduan unik antara modular transcontinental transport, on-site assembly dansubsequent deployment sebagai yang pertama dalam kategori drone bawah laut berukuran besar.

Dengan tujuan untuk menginovasi kategori baru UUV yang tahan lama, memiliki jangkauan jauh, dan berkemampuan muatan yang dirancang untuk operasi jangka panjang di lingkungan laut yang dinamis, proyek Manta Ray disebut sangat mengesankan. Berkolaborasi dengan Angkatan Laut AS (US Navy) dalam pengujian dan transisi tingkat berikutnya, DARPA kini menantikan prosesnya lebih lanjut. Sementara itu, PacMar Technologies, kontraktor sekunder Manta Ray, telah menjadwalkan pengujian sistem pemanenan energi skala penuh pada tahun 2024.

Manta Ray dilengkapi dengan sensor dan sistem komunikasi canggih, memungkinkannya melakukan berbagai tugas, termasuk pengawasan bawah air, deteksi dan netralisasi ranjau, penelitian oseanografi, dan pemetaan dasar laut.

Keistimewaan yang patut diperhatikan dari Manta Ray UUV adalah daya tahannya yang lama. UUV ini dirancang untuk beroperasi dalam jangka waktu lama tanpa perlu sering melakukan perawatan atau mengisi ulang baterai, sehingga ideal untuk misi yang memerlukan penerapan jangka panjang. (Bayu Pamungkas)

Cina Tampilkan “Robo-Shark” – Drone Berdesain Ikan Hiu dengan Sirip Ekor Bionik

2 Comments