Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Drone Kombatan MALE CH-4 Rainbow, Kabarnya Telah Tiba di Indonesia

Foto: Instagram military_buzz

Meski masih menanti kabar kontrak pengadaan, pertanda drone kombatan MALE (Medium Altitude Long Endurance) bakal dipasok oleh Cina kian menguat. Dalam sebuah postingan di akun Instagram military-buzz, diperlihatkan sosok drone yang diduga dari jenis CH (Chang Hong)-4 Rainbow telah tiba di Indonesia untuk serangkaian uji coba. Nama drone produksi China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) ini memang santer bakal diakuisisi Indonesia, khususnya setelah sempat diungkapkan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam buku “Anak Sersan Jadi Panglima.”

Baca juga: Pertama Kali, Drone MALE “Wing Loong II” Ditembak Jatuh Senjata Laser!

Selain pada tahap awal berkompetisi dengan drone kombatan asal Turki, Anka dari Turkish Aerospace Industries. Dari dalam negeri Cina sendiri, CH-4 tak melenggang sendiri untuk memasok UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) di Indonesia. Setidaknya CASC harus bersaing dengan Chengdu Aircraft Industry Group yang memproduksi drone Wing Loong I/II. Bahkan dulu sempat ada berita Indonesia telah mengakuisisi empat unit UCAV Wing Loong untuk Skadron Udara 51 di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Baik CH-4 dan Wing Loong series sudah berstatus kenal perang alias battle proven, khususya dalam palagan di Timur Tengah. Khusus CH-4, CASC meluncurkan dua varian, yakni CH-4A sebagai pesawat intai dengan endurance hingga 30 jam. Dan CH-4B yang punya kemampuan pengintaian bersenjata dan mampu melakukan serangan ke darat, dengan payload senjata penuh, drone ini punya endurance maksimal 14 jam.

CH-4 punya kemampuan ISTAR (Intelligence, Surveillance, Target Acquisition and Reconnaisance), pernyergapan di udara dan perang elektronik. Drone ini mengusung sensor Electro Optic Turet yang menggabungkan Forward Looking Infrared (FLIR), Laser Range Finder dan Laser Designation Function (sistem penanda laser dan pencarinya) dengan kemampuan hingga 15 km.

CH-4 juga dapat dilengkapi dengan Syntetic Aperture Radar (SAR) yang mampu menembus awan dan memiliki jarak jangkau deteksi hingga 30 km. Tak itu saja, CH-4 dibekali fitur Anti Jamming Data Link System dan bisa diupgrade menggunakan Satelite Data Link.

CH-4 memiliki bentuk menyerupai MQ-9 Reaper dan MQ-1 Predator. Bukan satu dua kali CH-4 digunakan Irak untuk bertempur melawan ISIS, termasuk dalam penggunaan rudal udara ke permukaan AR-1/AR-2.

Baca juga: Rudal AR-1/AR-2 – Opsi Senjata Utama Untuk Drone Tempur MALE Indonesia

Dari spesifikasi, CH-4 punya panjang 9 meter dan bentangan sayap 18 meter. Jarak operasi maksimum mencapai 250 km (Line of Sight) dan mampu terbang selama 40 jam dengan beban muatan maksimum 250 – 345 kg serta bahan bakar 165 kg. Ketinggian terbang maksimum CH-4 dipatok 8.000 meter dan mampu menembak dari ketinggian 5.000 meter. (Gilang Perdana)

19 Comments