AU AS Kembangkan Drone Mikro dengan Tampilan dan Manuver Mirip Serangga

(Photo by Marcus Morton)

Militer Amerika Serikat rupanya masih penasaran dengan pengembangan drone intai taktis berukuran nano atau mikro, setelah mengoperasikan Black Hornet 3 yang bobotnya lebih ringan dari sebungkus Indomie, kini diwartakan Angkatan Udara AS (US Air Force) tengah mengembangkan drone berukuran mikro dengan tampilan layaknya serangga.

Baca juga: Perusahaan Asal Cina Rilis Nano Drone Kopian Black Hornet 3

Dikutip dari defence-blog.com (19/6/2021), disebutkan pihak AU AS telah mengonfirmasi rencana pengembangan drone dengan model bio inspired tersebut. Rancangan drone ini terinspirasi oleh karakter biologis burung dan serangga. Saat ini para peneliti sedang mengembangkan drone jenis baru, yang diyakini oleh para insinyur Air Force Research Laboratory dapat digunakan untuk misi pengawasan, operasi udara, dan mendukung kesadaran situasional para prajurit di lapangan.

Rincian kabar pengembangan drone ‘serangga’ ini dirilis pada 15 Juni 2021, dikatakan prinsip pengembangan drone ini akan menggunakan biomimetika, penerapan teknik, kimia dan biologi untuk sintesis material yang akan digunakan. Selama ini para peneliti telah menciptakan sistem sintetis yang berfungsi dan mencapai kemampuan manuver seperti serangga.

Namun, bagi para insinyur, tantangan pengembangan drone ini ada pada proses memanipulasi mekanisme buatan manusia untuk melakukan gerakan naluriah terbang serangga dan burung yang diciptakan oleh alam. Salah satu tantangan tersebut adalah merancang wahana (drone) yang mampu menjalankan six degrees of freedom flight hanya dengan dua aktuator.

Menurut paten yang diajukan oleh David Doman, Michael Oppenheimer, Isaac Weintraub, dan David Sigthorsson, tantangan tersebut mungkin telah menemukan jawabannya. Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat telah menyetujui permohonan paten Doman dan Oppenheimer untuk “Metode untuk Membentuk Profil Kecepatan Sayap untuk Pengendalian Kendaraan Udara Mikro Sayap Mengepak” pada tahun 2014.

Baca juga: Drone Burung Flapping Wing Untuk Misi Pengintaian Tersamar

Serupa tapi tidak sama, Dittopad (Direktorat Topografi Angkatan Darat), pada tahun 2014 juga pernah mengembangkan prototipe drone burung flapping wing yang digunanakan untuk misi pengintaian tersamar. Adopsi drone burung smenjadi program prototipe yang dirancang Dittopad dengan Universitas Surya. Dengan wujud burung elang, wahana intai ini dapat terbang sembari menyamarkan identitas aslinya. (Bayu Pamungkas)

2 Comments