Airbus A400M Sukses Uji ‘Dry Refueling’ dengan Helikopter H225M Caracal

Salah satu kebisaan dari pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas adalah melakukan isi ulang bahan bakar di udara (air refueling). Dan kali ini kabar terbaru dari pesawat turbo propeller yang juga telah dipesan Indonesia, yaitu untuk pertama kalinya A400M Atlas berhasil melakukan kontak air refueling dengan helikopter H225M Caracal. Uji coba air refueling dengan H225M berlangsung di Selatan Perancis dalam skema dry refueling, yaitu latihan penyambungan probe tanpa pengaliran bahan bakar.

Baca juga: Kejar Target Helikopter di MEF II, Kemhan Resmi Order 8 Unit H225M Caracal dan 9 Unit Bell-412EPI

Dikutip dari airbus.com (24/9), serangkaian uji air refueling dari A400M Atlas ke helikopter H225M telah dilakukan setidaknya 51 kali. Proses air to air refueling ini dilakukan di rentang ketinggian 304 meter sampai 3048 meter pada kecepatan 105 knots (194 km per jam). Rangkaian uji berulang kali dilakukan guna memastikan kelancaran air refueling dan menantapkan peran A400M sebagai pesawat tanker yang mumpuni.

Selama uji coba air refueling, Airbus mendapat pengawasan langsung dari French “DGA Essais en vol” flight test centre. Sebelum ini, A400M telah berhasil melakukan air refueling ke beberapa tipe jet tempur, seperti Panavia Tornado, F/A-18 Hornet dan Eurofighter Typhoon.

Setelah sukses melakukan dry refueling, maka tahapan berikutnya yang akan dijalani Airbus yaitu uji wet contact air refueling, dimana akan dilakukan uji penyaluran bahan bakar ke helikopter penerima. Bila tak ada penundaan, uji isi bahan bakar yang ‘sebenarnya’ akan dilakukan sebelum akhir 2019 dan diharapkan sertifikasinya dapat turun pada tahun 2021. Saat uji dry refueling, juga diikutkan helikopter H160 sebagai pendampingan, meski H160 sendiri tidak dilengkapi kemampuan air refueling.

Saat menjalankan peran sebagai pesawat tanker, Airbus A400M dapat dikonfigurasi untuk membawa 50,8 ton bahan bakar. Penempatan payload bahan bakar berada pada kedua sayap dan centre wing box, hebatnya konfigurasi tanker tidak menggunakan kapasitas yang ada di ruang kargo.

Dua tangki kargo tambahan juga dapat dipasang, masing-masing memberikan tambahan 5,7 ton bahan bakar. Bahan bakar yang dibawa dalam tangki ekstra tersebut memiliki ‘sifat’ yang berbeda dengan bahan bakar di tangki utama, memungkinkan bagi A400M untuk memenuhi kebutuhan berbagai jenis pesawat penerima.

Baca juga: Di Tangan Pertamina dan PPI, Indonesia Kelak Jadi Pengguna Sipil Pertama Airbus A400

Bila kelak Indonesia mengoperasikan Airbus A400M, maka ada potensi untuk mewujudkan air refueling dengan H225M Caracal, pasalnya helikopter SAR Tempur ini telah dioperasikan oleh TNI AU. (Haryo Adjie)

4 Comments