AD Cina Tampilkan Mortir Mekatronik Kaliber Besar di Rantis Dongfeng EQ2050 6×6

Senjata yang satu ini masuk sebagai kelompok senjata bantu infanteri, atau dalam implementasi lain, keberadaan mortir kini telah diadaptasi sebagai arsenal senjata di satuan infanteri mekanis. Dan terkait mortir bagi infanteri mekanis, Angkatan Darat Cina belum lama ini memperlihatkan jenis mortir mekatronik (mekanis elektronik) terbarunya.

Baca juga: Alakran – Mortir Mekatronik Unik di Jip Toyota Land Cruiser 4×4

Dikutip dari armyrecognition.com (7/1/2022), disebutkan AD Cina tengah melakukan uji tembak mortir mekatronik kaliber 120 mm, dimana mortir tersebut ditempatkan dalam platform rantis Dongfeng EQ2050 6×6. Tidak ada keterangan persis tentang spesifikasi dan kemampuan dari mortir kaliber berat ini.

Sebagai mortir mekatronik, pola loadingnya sudah menggunakan sistem otomatis, artinya proses penembakan dilakukan oleh motor hidrolik, caranya dengan membawa munisi ke ujung laras, dan bila sasaran sudah ditetapkan, proyektil tinggal dirilis.

Teknologi mekatronik pada mortir juga ada pada peran pembidikan dan pergerakan laras sesuai informasi proses dari fire control system. Dalam simulasi tempur, awak mortir melakukan input koordinat sasaran pada panel dashboard yang tersedia. Sistem komputerisasi yang digunakan mengadopsi teknologi GIS (Geographic Information System) dan fitur-fitur seperti Zonal Shooting and Multiple Rounds Simultaneous Impact system.

Ditilik dari kaliber, 120 mm adalah heavy barrel. Mortir kaliber besar 120 mm sempat dioperasikan Korps Marinir (d/h KKO AL) pada masa operasi Trikora dan Dwikora. Sesuai jamannya, asalnya bisa ditebak, mortir 120 mm ini buatan Uni Soviet dengan label M43.

Baca juga: M43 120mm – Mortir Kaliber Besar dari Era Operasi Trikora

Dari segi kemampuan, M43 dapat melepaskan tembakan antara 12 hingga 15 proyektil per menit. Untuk jarak tembak maksimum hingga 5.700 meter dan jarak tembak minimum 400 meter. (Gilang Perdana)

7 Comments