KSAL Resmikan KRI Bima Suci, Tiba di Indonesia Pada 26 November 2017

Lewat sebuah upacara di fasilitas Freire Shipyard, Vigo, Spanyol, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi pada hari Selasa (12/9) telah meresmikan nama kapal latih terbaru untuk kadet taruna TNI AL sebagai “KRI Bima Suci.” Upacara tersebut sekaligus menandakan proses pembangunan kapal latih tinggi ini sudah tuntas secara keseluruhan, dan untuk selanjutnya kapal akan dipersiapkan untuk dilayarkan ke Tanah Air.

Meski merupakan kabar baik bagi selurun bangsa, sayangnya KRI Bima Suci tak bisa ikut ditampilkan dalam defile HUT TNI Ke-72, 5 Oktober 2017 mendatang. Merujuk ke pernyataan Dubes RI di Spanyol Yuli Mumpuni Widarso sebelumnya, disebutkan setelah selesai KRI Bima Suci akan diberangkatkan dari Spanyol pada 15 Agustus 2017. Namun jelas rencana telah bergeser karena upacara peresmian KRI Bima Suci baru dilangsungkan pada 12 September kemarin.

Baca juga: 15 Agustus 2017, KRI Bima Suci Dilayarkan Ke Indonesia

Menurut siaran pers dari Sekretariat Akademi Angkatan Laut (12/9) yang diterima Indomiliter.com, menyebutkan bahwa KRI Bima Suci akan tiba di Indonesia pada 26 November 2017. Kapal kelas Bark (Barque, bahasa Inggris) dengan tiga tiang ini akan menuju Indonesia melewati rute Vigo (Spanyol) – Roma (Italia) – Port Said (Mesir) – Jeddah (Arab Saudi) – Salalah (Oman) – Colombo (Srilanka) – Padang – Jakarta – Surabaya. Saat berlayar ke Indonesia, KRI Bima Suci akan membawa 128 awak dan penumpang, terdiri dari delapan orang staf pelatih, satu orang wartawan dan Taruna AAL sebanyak 119 orang.

Baca juga: KRI Ki Hajar Dewantara 364 – Korvet Latih Pencetak Perwira Tempur TNI AL

Dalam misi yang diberi nama Satuan Latihan Kartika Jala Kridha (Satlak KJK) Vigo Spanyol 2017, Satlak KJK akan menggunakan KRI Bima Suci sebagai tempat latihan bagi para Taruna dengan tujuan untuk melaksanakan pelayaran navigasi lingkaran besar, astronomi dan mempraktekkan semua profesi dasar matra laut pada keadaan sebenarnya. Selain itu juga memberikan wawasan kepada para Taruna tentang tempat-tempat yang disinggahi dan menambah wawasan tentang etika pergaulan internasional serta mengenal kondisi sosial masyarakat setempat. Peran diplomasi TNI Angkatan Laut sebagai duta bangsa dan negara diemban oleh para Taruna dalam pelayaran ini termasuk untuk mempromosikan budaya Indonesia dan mempublikasikan TNI Angkatan Laut dan Akademi Angkatan Laut dalam rangka menuju World Class Navy dan World Class Naval Academy.

Baca juga: Akhirnya KRI Bima Suci Resmi Menampakkan Sosoknya

KRI Bima Suci memiliki 26 layar dengan luas keseluruhan layar 3.352 meter persegi. Ketinggian dek utamanya 9,20 meter dari permukaan laut. Keistimewaan kapal ini terletak pada instrumen navigasi pelayarannya yang lebih canggih, instrumen pemurnian air laut menjadi air tawar, hingga alat komunikasi dan data digitalnya. KRI Bima Suci memiliki ukuran panjang totalnya 111,20 meter, lebar 13,65 meter, kedalaman draft 5,95 meter, dan tinggi maksimal tiang layar 49 meter dari permukaan dek atas.

Dari sisi performa, KRI Bima Suci punya kecepatan maksimal 12 knot jika menggunakan daya dorong mesin dan 15 knot jika menggunakan layar. Sementara itu untuk tingkat endurance (ketahanan berlayar tanpa mengisi BBM) dapat mencapai 30 hari. Kapal layar tiang tinggi ini dilengkapi dengan 5 dek, 7 kompartemen, dan 48 blok. Dari segi kapasitas, kapal ini dapat menampung 120 taruna dengan 80 awak kapal. (Gilang Perdana)

2 Comments