Defender ROV: Robot Canggih Andalan Kompi Zeni Jihandak TNI AD

Robot-Penjinak-BOM-Jihandak-Alpalhan-2013-Markas-Besar-TNI-Cilangkap

Apa yang menarik dari penampilan tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak), ada yang menyebut kostum awak jibom (penjinak bom) yang terbungkus pelindung tebal nan rapat bak astronot, tapi sebagian lagi merujuk pada kehadiran sang robot penjinak bom yang masuk kategori ROV (Remotely Operated Vehicle). Dan bicara tentang ROV Jihandak, saat ini yang terbilang paling canggih adalah Defender ROV buatan Allen Vanguard yang dioperasikan Kompi Zeni Jihandak TNI AD.

Baca juga: Bozena 4 – Robot Penghancur Ranjau Andalan Yon Zipur TNI AD

Sosok wahana beroda enam ini terbilang lekat di mata masyarakat, sebab memang kerap ditampilkan dalam beberapa perhelatan. Umumnya, unit Jihandak kerap membawa robot ini untuk menetralsir area yang dianggap rawan sebelum kunjungan VVIP (very very important persons). Dalam gelaran operasinya, Defender ROV disasar untuk menjalankan misi anti CBRN (Chemical, Biological, Radiological and Nuclear), jadi tak semata-mata hanya menjalankan misi penjinakan bahan peledak. Bahkan dengan penggerak 6×6, robot yang punya kemampuan off road ini sanggup menarik kendaraan ringan.

Baca juga: Jammer Anti IED – Teknologi Penetralisir Peledak Berpemicu Frekuensi dari PT Inti dan Dislitbangal

Dari sisi mobilitas, dengan penggerak 6×6 plus suspensi independen, Defender ROV dirancang sanggup melintasi medan yang tak biasa, seperti menaiki trotoar, menyusuri delapan anak tangga, melintasi rel kereta api, dan medan berat lainnya. Untuk keamanan operasi, Defender ROV dibekali rem elektro mekanis yang dapat menstabilkan wahana saat menanjak di kemiringan 45 derajat.

Beroperasi laksana panser tempur, Defender ROV dilengkapi turret yang dapat berputar 360 derajat. Pada turret ini terdapat perangkat utama, yakni lengan teleskopik yang dilengkapi semacam claw yang bisa membuka, menutup, mengangkat, memutar, memarik dan membawa suatu benda. Claw biasanya digunakan untuk memindahkan obyek yang diperkirakan sebagai peledak ke bomb disposal. Namun bila yang dihadapi sudah jelas bahan peledak, maka lengan robot dapat dipasangi EOD (explosive ordnance disposal) weapons, yakni senjata yang berisi peluru bermaterial peredam ledakan. Perangkat EOD weapons disematkan di atas claw, atau bisa juga disampingnya. Secara keseluruhan, lengan teleskopik dan claw digerakkan lewat mekanisme hidrolik otomatis.

16359_620kunjungan-wadir-di-kizijihandak

Baca juga: Ranjau Anti Heli – Jebakan Maut Untuk Infiltran

164555_robotbom

Struktur rancang bangunnya dibuat sangat kuat dengan sasis titanium. Berat robot tanpa asesoris mencapai 275 kg. Sementara untuk sumber tenaga berasal dari 2x 13Ah 12v DC Apollo batteries quick change fast charge, lengkap dengan battery charger. Durasi operasi robot ini maksimal adalah 5 jam, bergantung pada misi yang dijalankan. Defender ROV dapat melaju dengan kecepatan 3,25 km per jam.

Dalam menjalankan aksinya Defender ROV dapat dimuati payload seberat 180 kg. Kekuatan lengan sang robot mampu mengangkat dan menarik beban hingga 75 kg. Bahkan dengan extended arm bisa ditambah beban tambahan 35 kg. Meski bodinya terbuka, namum Defender ROV telah menyandang sertifikat IP55, plus kemampuan beroperasi di area dengan kontaminasi biologi dan kimia.

IMG_20150912_075849Defender

Baca juga: ROV Ocean Modules V8 – Robot Bawah Air KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934

Untuk pengendalian, dilakukan secara remote oleh operator dengan menggunakan command console. Sebagai mata indra operator, tersedia enam kamera pada Defender yang dibekali fitur PTZ (Pan Tilt Zoom) colour camera yang dapat memantau sudut 360 derajat. Kamera juga dapat mengambil foto dan rekam video dengan high-intensity LED lights.

EquipmentImage_56hqdefaultok

Nah, operator pengendali dibekali seperangkat tools berupa laptop layar sentuh x500 dengan spesifikasi militer. Lewat layar laptop, operator dapat melihat visual dalam format full HD (high definition) 1080p. Laptop tahan benturan dengan ukuran layar 15.6 inchi ini sudah mendukung standar IP65 dan MIL-STD 810G, MIL-STD-461F dan ANSI/ISA 12.12.01. Kendali robot mengadopsi komunikasi dua arah dengan frekuensi 2,4 Ghz dengan enkripsi khusus. Namun bila kendali wireless tak memungkinkan, maka kendali bisa dilakukan lewat kabel. Pihak Allen Vanguard menyiapkan command cable sepanjang 150 meter.

MakeThumbImageEquipmentImage_394

Hebatnya, operator tak melulu harus menatap layar laptop untuk mengendaliklan Defender. Kendali dapat dilakukan dengan lebih leluasa lewat hand control yang dihubungkan via Bluetooth ke laptop. Guna memperkuat akurasi kendali, Defender ROV juga telah disematkan perangkat Garmin GPS (Global Positiong System). (Gilang Perdana)

Spesifikasi Defender ROV
– Manufaktur: Allen Vanguard
– Panjang: 152 cm
– Tinggi: 115 cm
– Berat kosong: 275 kg
– Bahan sasis: titanium
– Penggerak: 6×6
– Integrasi sensor: ethernet
– Power: 2x 3Ah 12v DC Apollo batteries quick change
– Ground clearance: 10 cm
– Kecepatan maks: 3,25 km per jam

3 Comments