Ares UT30MK2: Dibalik Kecanggihan Kanon RCWS 30mm di Panser Pandur II 8×8 IFV TNI AD

Nama Pandur dalam minggu-minggu ini kembali membetot perhatian para pemerhati alutsista nasional. Pasalnya panser penggebuk asal Republik Ceko ini dipercaya bakal menjadi platform ranpur berpenggerak 8×8 untuk Kavaleri dan Infanteri Mekanis TNI AD, dan kini empat unit telah tiba di Indonesia yang dijadwalkan turut memeriahkan defile HUT TNI Ke-72, 5 Oktober mendatang di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten.

Baca juga: Hadir Dalam Tiga Varian, Empat Pandur II 8×8 Telah Tiba di Indonesia

Seperti telah disebutkan di berita sebelumnya, keempat Pandur II 8×8 yang telah tiba di Indonesia terdiri dari dua unit Pandur II 8×8 amfibi (IFV) dengan SMB (Senapan Mesin Berat) RCWS 12,7 mm, satu unit Pandur II 8×8 non amfibi (IFV/Infantry Fighting Vehicle) dengan kanon RCWS (Remote Control Weapon System) Ares 30 mm, dan satu unit Pandur II 8×8 varian FSV (Fire Support Vehicle) dengan meriam Cockerill 105 mm.

Terkhusus untuk Pandur II 8×8 IFV dengan kanon RCWS 30 mm, ranpur tersebut nantinya akan menjadi arsenal persenjataan Batalyon Infanteri Mekanis. Dan lebih detail, sumber Indomiliter.com menyebut jenis kanon yang digunakan adalah tipe UT30MK2 buatan Ares Aeroespacial and Defense, manufaktur persenjataan dari Brasil.

Nah, seperti apa kebisaaan dari RCWS UT30MK2? Dikutip dari factsheet yang dirilis pihak manufaktur, UT30MK2 sudah mengusung fully integrated Battlefield Management System (BMS) desain kubah modular, sehingga UT30MK2 dapat dipasangkan beragam sistem senjata dan perangkat elektro optik tambahan.

UT30MK2 juga dipasang pada ranpur Sentinel II milik Australia.

Baca juga: WiMax, Teknologi Jaringan Dibalik Battlefield Management System TNI AD

Bicara fire power, UTMK30MK2 mengusung basis kanon Orbital ATK Mk 44 Bushmaster ABM (Air Burst Munition) kaliber 30 mm sebagai senjata utama, sementara disisi laras 30 mm terdapat senapan mesin 7,62 coaxial. Jika kocek user cukup, sudah tersedia modul untuk dipasangi ATGM (Anti-Tank Guided Missiles). Sebagai kanon RCWS modern, di sistem kubah sudah disematkan Laser Warning System (LWS) and optional Smoke Grenade Launcher System (SGL).

Dengan teknologi dual-axis stabilized, UT30MK2 dirancang mampu melakukan tembakkan secara efektif dalam kondisi kendaraan sedang melaju. Dan yang lebih unik, desain kubah dapat di setting tanpa awak (unmanned) ke dengan awak (manned), begitu pun sebaliknya, disesuaikan dengan kebutuhan operasi, dimana kesemua subsistem disebut-sebut saling identik.

Desain modular tak melulu pada penambahan perangkat penjejak dan senjata, namun lapisan pelindung pada kubah juga dapat ditambahkan dengan model Modular ballistic protection (STANAG 4569 Level 2, 3,4 or 6), sudah barang tentu level STANAG yang digunakan akan berimbas kepada bobot kubah itu sendiri.

M113 A2 mendapat upgrade menjadi IFV dengan pemasangan kubah RCWS Elbit UT30, kanon mengusung Bushmaster kaliber 25mm.

Baca juga: AV81 Terrex 8×8: Profil Panser Tercanggih di Asia Tenggara

Selain dipasang pada Pandur II 8×8, UT30MK2 sudah banyak digunakan pada beragam ranpur di luar negeri. Contohnya M113 A2 Filipina mendapat upgrade menjadi IFV dengan pemasangan kubah RCWS UT30, namun kanon yang digunakan adalah Bushmaster kaliber 25 mm. Sementara dari selatan Indonesia, Australia merilis ranpur Sentinel II Land 400 8×8 juga dengan UT30MK2 Bushmaster 30 mm. Namun UT30MK2 yang digunakan Australia dan Filpina dipasok oleh Elbit Land Systems. (Haryo Adjie)

25 Comments