Yuan Wang 6 – Kapal Pelacak Satelit dan Rudal Balistik yang Melintasi Selat Sunda

Dari arah Samudera Hindia, pada 3 April 2021, telah melintas sosok kapal berukuran besar di Selat Sunda yang masuk ALKI (Alur Laut Kepualauan Indonesia) I. Kapal berukuran besar itu adalah Yuan Wang 6 yang punya panjang 222 meter, lebar 25,2 meter dan bobot mati mencapai 22.686 ton. Selain ukuran dan bobotnya yang jumbo, tentu ada yang khas dari Yuan Wang 6.

Baca juga: Yuan Wang 7 – Kapal Pelacak Satelit dan Rudal Balistik Cina yang Bikin ‘Gerah’ Kawasan Pasifik

Meski berlabel sebagai kapal riset sipil, Yuan Wang yang berbendra Cina dan bermarkas di Shanghai adalah salah satu dari armada kapal pelacak satelit dan rudal balistik. Meski punya tugas yang erat kaitan dengan dunia spionase dan intelijen, namun jangan keburu menyimpulkan misi dari Yuan Wang 6, pasalnya Cina sendiri mengoperasikan banyak satelit untuk keperluan sipil dan militer. Jadi, meski dugaan bermunculan, sejatinya Beijing punya kepentingan tersendri atas asetnya.

Sekilas tentang Yuan Wang 6, kapal riset ini merupakan seri ketiga dari Yuan Wang class. Saat ini, Yuan Wang 6 ditugaskan di 708th Research Institute. Konstruksi kapal ini mulai dibangun pada April 2006 dan resmi diluncurkan dari galangan Jiangnan Shipyard pada 16 Maret 2007. Yuang Wang 6 diserahterimakan pada 12 April 2008 dan benar-benar beroperasi penuh pada Juli 2008. Yuan Wang 6 menggunakan teknologi serat optik untuk sistem informasinya, kabarnya listrik yang dihasilkan oleh kapal dengan 400 awak ini cukup untuk memasok kebutuhan 300 kota.

Yuan Wang 6 adalah kapal yang berperan untuk satellite maritime and missile tracking. Untuk tugas tracking pada wahana luar angkasa tersebut, maka Yuan Wang 6 dilengkapi tiga antena berukuran besar dengan diameter 10 – 12 meter.

Dirunut dari sejarahnya, keluarga Yuan Wang sudah dikenal cukup lama, Yuan Wang 1 pertama kali terlihat pada uji coba rudal balistik antar benua pada Mei 1980 di Pasifik tengah. Bagi Cina, Yuan Wang Class sangat penting kehadirannya, guna mencapai supremasi dalam teknologi luar angkasa, sembari mendukung program uji coba rudal balistik dan pengumpulan beragan data-data intelijen.

Dari sisi endurance, kapal berukuran besar ini dapat berlayar terus menerus selama 100 hari. Sebagai kapal yang misi resminya untuk riset, maka tidak ada bekal persenjataan pada Yuan Wang 6. Kapal yang mampu melesat 20 knots ini punya deck helikopter yang cukup besar pada bagian buritan, yakni dapat didarati helikopter angkut berat Z-8 atau Super Frelon.

Baca juga: Peneliti Cina Kembangkan Airborne Laser System untuk Melacak Kapal Selam

Selama melintasi Selat Sunda, Yuan Wang 6 mendapat pemantauan langsung dari unsur Koarmada I TNI AL, selain itu, selama berlayar, kapal ini juga terus mengaktifkan AIS (Automatic Identification System). Sebelumnya, pada 2 April 2021, lebih dulu melintas di Selat Sunda, Da Yang Hao, yakni kapal riset Cina yang berukuran panjang 98 meter, lebar 18 meter dan bobot mati 4.991 ton. (Bayu Pamungkas)

20 Comments