Xian MA-60H – Pesawat Intai Maritim Andalan China Coast Guard di Laut Cina Selatan

Guna mendukung operasi keamanan di lautan, Angkatan Laut Cina telah mengoperasikan beberapa pesawat dan helikopter intai maritim. Salah satu yang santer didengar adalah Shaanxi Y-8Q MPA (Maritim Patrol Aircraft), selain berperan sebagai pesawat intai, Shaanxi Y-8Q adalah ujuk tombak AL Cina dalam misi anti kapal selam. Namun, selain unsur pesawat intai dari angkatan laut, jangan dilupakan bahwa Penjaga Pantai Cina – China Coast Guard (CCG) juga mengoperasikan wahana intai udara yang kerap beroperasi di Laut Cina Selatan.

Baca juga: Shaanxi Y-8Q MPA – Andalan Cina dalam Misi Intai Maritim dan Anti Kapal Selam

Dan andalan CCG di lini pesawat intai adalah Xian MA-60H. Pesawat bermesin twin turboprop ini terbilang baru di arsenal CCG, lantaran baru resmi dioperasikan pada Juni 2017. Lantas yang menjadi pertanyaan, siapakah sosok MA-60H?

Bagi pecinta dirgantara di Indonesia, mendengar nama “MA-60” mungkin sudah tidak asing lagi. Sebelum era ATR-72, MA-60 memang pernah ‘berjaya’ di langit Nusantara, kala pesawat komuter ini dioperasikan oleh maskapai Merpati Nusantara Airlines (MNA).

Pada masanya, MNA pernah mengoperasikan 14 unit MA-60, dan mayoritas dioperasikan di wilayah Indonesia Timur. Dari spesifikasi, MA-60 punya panjang 24,7 meter, bentang sayap 29,2, dan tinggi 8,8 meter, dan dapat terbang sampai ketinggian 7.600 meter dari permukaan laut dengan jangkauan terbang mencapai 1.600 km. Pesawat yang mulai beroperasi pada tahun 2004 ini tercatat memiliki kemampuan maximum take-off weight (MTOW) seberat 21,8 ton dan kapasitas tangki bensin sebanyak 4030 liter.

Rancangan Xian MA-60 merupajan jiplakan dari Antonov-24. Pesawat ini memiliki berat maksimal saat take off 21.800 kg dan memiliki kecepatan maksimal 514 km per jam. Dengan kemampuan tersebut, tak ayal bila pesawat yang mulai pertama kali terbang pada tahun 2.000 ini mampu mengangkut hingga total 60 penumpang plus dua kru, lebih banyak belasan penumpang dibanding kompetitornya ATR 42-300. Penggunaan mesin Pratt & Whitney Canada PW127J dengan propeller Hamilton juga berkontribusi atas hal ini.

Sejak pertama kali beroperasi, hingga 2016, pesawat buatan Xi’an Aircraft Industrial Corporation di bawah China Aviation Industry Corporation (AVIC) ini sudah terjual hampir 200 unit. Kembali ke varian MA-60H, pesawat intai milik sipil ini mengadopsi beberapa jeroan buatan barat. Selain mesin, sub sistem MA-60H seperti APU (auxiliary power unit) juga dipasok Honeywell dan radio King KHF950 dari Honeywell.

Penerbangan MA-60H MPA dimulai tahun 2013 setelah menerima perintah dari State Oceanic Administration (SOA). Pesawat perdana dengan nomer registrasi ‘B-5002’ diluncurkan dari jalur produksi pada Oktober 2016 dan ditempatkan di Pulau Hainan.

MA-60H dilengkapi dengan radar pengintai permukaan yang dipasang di bawah badan pesawat (belly dome radar) dan sistem pengawasan elektro-optik yang dipasang di hidung. Pesawat ini juga dilengkapi tangki tambahan yang dipasang di badan pesawat dan dua tangki tambahan di bawah sayap untuk jarak yang lebih jauh.

Baca juga: Hari ini dalam Sejarah, Pesawat Intai EP-3E ARIES AL AS Jadi β€˜Tahanan’ di Pulau Hainan

Meski MA-60H diyakini tidak dipersenjatai, pihak AVIC sebelumnya telah mengungkapkan desain MA-60 MPA yang dapat membawa torpedo dan sonobuoy untuk mendukung misi anti kapal selam. (Gilang Perdana)

4 Comments