Vulcan “Gatling Gun” M61A1 – Kanon Organik Legendaris Keluarga F-16 Fighting Falcon

Insiden lepasnya panel kanon F-16CJ Fighting Falcon pada ajang Thunder Over Michigan 2019, sontak mengingatkan kita pada sosok senapan mesin Gatling Gun Vulcan M61A1 enam laras kaliber 20 mm. Meski publik hanya dapat melihat gunport kanon pada sisi kiri pesawat, namun nama Vulcan M61A1 sudah kadung moncer, lantaran debut kehadiran F-16 di dekade 70-an tak bisa dilepaskan dari implementasi kanon multi laras yang juga dipasang pada F-15 Eagle dan F-18 Hornet ini.

Baca juga: Saat Lakukan Manuver Tajam, Panel Kanon F-16CJ Fighting Falcon Terlepas

Seperti terlihat dalam foto, lepasnya panel pada F-16CJ memperlihatkan posisi hydraulic drive unit dan drive transmission Vulcan M61A1, sementara bagian larasnya tidak terlihat karena tertutup panel lain di depannya. Mengadopsi sistem putaran laras, sistem kendali penembakan didasarkan pada electronic unit yang melepaskan peluru layaknya mekanisme pada revolver.

Dilihat dari spesifikasinya, Vulcan M61A1 pada keluarga F-16 Fighting Falcon dapat memuntahkan 4.000 hingga 6.000 proyektil dalam satu menit. Untuk kecepatan tembak dapat di-setting, agar tidak terlalu boros dapat diaur menjadi 4.000 sampai 6.000 proyektil per menitnya. Kecepatan luncur proyektil mencapai 1.036 meter per detik, sementara untuk jarang tembak efektifnya 2.000 meter.

Untuk amunisi dapat dibawa dengan model magasin drum, dimana dapat dibawa hingga 511 peluru sekali terbang. Posisi drum amunsi terlerak pas di belakang kokpit, sementara jalur reload amunisi berada di sisi kanan pesawat, setelah air intake.

Dengan enam enam laras, bobot sistem senjata mencapai 112 kg, belum termasuk feed system dan amunisinya. Pilihan amunisi terdiri dari M55A1/A2 Target Practice, M53 Armor-Piercing Incendiary, dan M56 High Explosive Incendiary.

Dari sejarahnya, Vulcan M61A1 dirancang dan diproduksi oleh General Dynamics Armament Systems, namun saat ini kepemilikannya telah berganti ke Lockheed Martin. Pada awal pengembangan, instalasi Vulcan M61A1 tak berjalam mulus. Seperti pada September 1979 sempat dilarang penggunaan senjata ini. Pasalnya telah terjadi dua insiden saat penembakan yang menghasilkan gerakan menguap yang tidak seharusnya.

reload amunisi

Penyebab masalah adalah akselerometer dalam sistem kontrol penerbangan yang dipengaruhi oleh getaran yang disebabkan oleh pengoperasian senjata. Akselerometer memasukkan data ‘palsu’ ke dalam komputer penerbangan, yang memulai gerakan menguap. Masalah ini kemudian dapat diatasi dengan mengisolasi akselerometer dari getaran dan masalah pun terpecahkan.

Baca juga: SMML – Prototipe Gatling Gun Made in Indonesia

Mau tahu seberapa ganas Vulcan M61A1 dalam duel udara? Situs f-16.net memberikan ilustrasi, bila sebuah jet tempur MiG-29 Fulcrum melesat dengan kecepatan 1000 kilometer per jam atau setara 278 meter per detik, maka dengan arah tembakan lurus pada settingan kecepatan tembak 6.000 proyektil per menit, maka diperkirakan ada 5 sampai 6 proyektil yang akan mengenai MiG-29 yang punya panjang fuselage 17,2 meter. (Bayu Pamungkas)

20 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *