[Video] Rudal Anti Tank ‘Berpemandu Kabel’ 9K111 Fagot Diluncurkan dari Drone Quadcopter

Bila pasukan Ukraina memodifikasi drone pertanian hexacopter DJI Agras T30 dengan payload berupa senapan mesin dan roket anti tank, maka kubu Rusia juga tak ingin ketinggalan, sebuah postingan di media sosial, belum lama ini memperlihatkan drone quadcopter dipasangi rudal anti tank 9K111 Fagot.

Baca juga: Dibekali Senapan Mesin dan Roket Anti Tank, Ukraina Gunakan Drone Pertanian DJI Agras T30 untuk Bertempur

Dalam video di bawah ini diperlihatkan uji peluncuran rudal anti tank Fagot yang menganut konsep wire-guided anti-tank missile atau rudal anti tank dengan kendali lewat kawat/kabel.

Meski efektivitasnya masih menjadi tanda tanya, namun pola peluncuran rudal anti tank dari drone yang melayang (hovering) dan saat sedang di ground, bisa memberi keuntungan taktis di lapangan, terutama untuk serangan pendadakan di kontur geografi yang berbukit atau di wilayah pepohonan tinggi.

Sebagai senjata anti tank yang dikembangkan dan mulai diproduksi pada era 70-an, tak pelak Fagot menjadi senjata anti tank ‘sejuta umat’, terutama rudal ini hampir dipastikan oleh negara-negara eks Pakta Warsawa atau sahabat Rusia/Soviet di berbagai belahan dunia.

9K111 Fagot (bahasa Rusia – bassoon) atau dalam kode NATO disebut AT-4 Spigot, adalah sistem rudal anti-tank berpemandu kawat semi-otomatis generasi kedua yang diluncurkan melalui tabung (semi-automatic command to line of sight/SACLOS) untuk digunakan unit infanteri atau diapsang pada kendaraan tempur. Rudal 9K111 Fagot dikembangkan oleh Tula KBP Design Bureau for Instrument Building.

Rudal Fagot disimpan dan dibawa dalam wadah/tabung peluncuran, dan rudal ditembakkan dari pos peluncur 9P135 yang dipasang pada sebuah tripod sederhana. A9S451 guidance box dipasang pada tripod dengan rudal berada tepat di atasnya. Sistem ini dapat menyerang target bergerak dengan kecepatan kurang dari 60 km per jam. Hingga tiga rudal per menit dapat ditembakkan dari sebuah pos peluncur.

Sistem pada rudal ini menggunakan generator gas untuk mendorong rudal keluar dari tabung peluncuran, yang keluar dari bagian belakang tabung peluncuran dengan cara yang mirip dengan senapan recoilless.

Dikendalikan Lewat Kabel, Beginilah Cara Meluncur Rudal Anti Tank AT-5 di BVP-2 Marinir

Rudal meninggalkan tabung peluncuran dengan kecepatan 80 meter per detik (290 km per jam), dan kemudian melesat 670 km per jam dengan motor bahan bakar padatnya. Sistem panduan SACLOS dengan kendali via kabel memiliki banyak keunggulan dengan akurasi sistem dinyatakan sebesar 90 persen dan kebal terhadap upaya jamming.

Rudal Fagot punya jarak tembak efektif di rentang 70 – 2.500 meter. Dengan hulu ledak High Explosive Anti Tank (HEAT), rudal Fagot mampu menembus proteksi RHA (Rolled Homogeneous Armor) setebal 400 mm atau 200 mm pada lapisan armor yang punya kemiringan 60 derajat. (Gilang Perdana)